Khutbah Jum’at Keteladanan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu

Keteladanan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu

oleh: Luqman Hakim, M.HI.
KHUTHBAH PErTAMA:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

 

Kaum Muslimin yang Berbahagia
Pada kesempatan kali ini, khatib akan membahas kepribadian Abu Bakar, peran dan jasanya dalam penyebaran Islam dengan harapan kita bisa mengambil teladan darinya.

Abu Bakar adalah salah satu sahabat Nabi yang utama. Beliau terkenal dengan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memiliki ide-ide yang cemerlang dalam keadaan genting, banyak toleransi, penyabar, memiliki azimah (keinginan keras), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan Arab dan berita-berita mereka, sangat bertawakal kepada Allah dan yakin dengan segala janjiNya, bersifat wara’ dan jauh dari segala syubhat, zuhud terhadap dunia, selalu mengharapkan apa-apa yang lebih baik di sisi Allah, serta lembut dan Ramah, semoga Allah meridhainya. Berikut ini khatib terangkan secara Rinci hal-hal yang membuktikan sifat-sifat dan akhlaknya yang mulia ini.
Dalil yang menyebutkan bahwa Abu Bakar bersifat zuhud adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Abu Dawud, dari Aslam maula Umar, dia berkata,

سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُوْلُ: أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ أَنْ نَتَصَدَّقَ فَوَافَقَ ذٰلِكَ عِنْدِيْ مَالًا فَقُلْتُ: اَلْيَوْمَ أَسْبِقُ أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا، قَالَ: فَجِئْتُ بِنِصْفِ مَالِيْ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟ قُلْتُ: مِثْلَهُ، وَأَتَى أَبُوْ بَكْرٍ بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ: يَا أَبَا بَكْرٍ مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟ قَالَ: أَبْقَيْتُ لَهُمُ اللهَ وَرَسُوْلَهُ. قُلْتُ: وَ اللهِ، لَا أَسْبِقُهُ إِلَى شَيْءٍ أَبَدًا.

Saya mendengar Umar bin al-Khaththab berkata, ‘rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk bersedekah, dan itu bertepatan ketika saya memang sedang memiliki harta, maka saya berkata (pada diriku), ‘Jika suatu hari saya bisa mengungguli Abu Bakar (dalam kebajikan), maka pada hari inilah saya akan bisa mengunggulinya.’ Umar berkata, ‘Lalu saya membawa setengah hartaku, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?’ Saya menjawab, ‘Saya meninggalkan (setengah harta sisa) semisalnya.’ Sedangkan Abu Bakar membawa seluruh hartanya (yang sedikit) yang dia miliki. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Dia menjawab, ‘Saya menyisakan Allah dan RasulNya untuk mereka.’ Lalu saya berkata, ‘Demi Allah, saya tidak akan mampu mengungguli Abu Bakar sedikit pun, selamanya’.” (Hr. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Kaum Muslimin yang Berbahagia
Apa Kedudukan Abu Bakar di sisi Allah?
ABU BAKAr ADALAH TEMAN SEJATI BAGI RASULULLAH
Abu Bakar adalah lelaki yang pertama kali memeluk Islam, walaupun Khadijah lebih dahulu masuk Islam daripadanya. Keis-laman Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu adalah paling banyak membawa manfaat besar terhadap Islam dan kaum Muslimin dibandingkan dengan keislaman selainnya, karena kedudukannya yang tinggi dan semangat serta kesungguhannya dalam berdakwah. Dengan keislamannya, maka tokoh-tokoh besar yang masyhur mengikutinya memeluk Islam seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Utsman bin Affan, az-Zubair bin al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhum.

Di awal keislamannya dia menginfakkan di jalan Allah harta yang dimilikinya sebanyak 40.000 dirham, dia banyak memerdekakan budak-budak yang disiksa karena keislamannya di jalan Allah, seperti Bilal Radhiyallahu ‘anhu. Dia selalu mengiringi rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama di Makkah, bahkan dialah yang mengiringi beliau ketika bersem-bunyi dalam gua dan dalam perjalanan hijrah hingga sampai di kota Madinah. Di samping itu dia mengikuti seluruh peperangan yang diikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik perang Badar, Uhud, Khandaq, penaklukan kota Makkah, Hunain, maupun peperangan di Tabuk.
Akhlak Abu Bakar inilah yang membuatnya menjadi sahabat utama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

يَا أَبَا بَكْرٍ، لاَ تَبْكِ إِنَّ أَمَنَّ النَّاسِ عَلَيَّ فِي صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبُو بَكْرٍ، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِيْ خَلِيْلاً لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيْلاً.

Wahai Abu Bakar, jangan menangis! Sesungguhnya orang yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya ada-lah Abu Bakar, kalau seandainya aku mengambil khalil (sahabat kesayangan) dari umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalilku.” (Hr. al-Bukhari).

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, “Kami selalu membanding-bandingkan para sahabat di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka kami sepakat memilih Abu bakar yang paling utama, kemudian Umar, selanjutnya Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.”

Diriwayatkan dari Muhammad bin al-Hanafiyyah, dia berkata, “Aku bertanya kepada ayahku (Ali bin Abi Thalib) siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Maka beliau menjawab, “Abu Bakar!” Kemudian aku tanyakan lagi, “Siapa setelahnya?” Beliau menjawab, “Umar.” Dan aku takut jika dia menyebut Utsman sesudahnya, maka aku katakan, “Setelah itu pasti Anda.” Namun beliau menjawab, “Aku hanyalah salah seorang dari kaum Muslimin.”

Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Apa Kelebihan Abu Bakar?
SAHABAT YANG PALING BANYAK ILMUNYA
Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan manusia, dan berkata,

إِنَّ اللهَ خَيَّرَ عَبْدًا بَيْنَ الدُّنْيَا وَبَيْنَ مَا عِنْدَهُ فَاخْتَارَ ذَلِكَ الْعَبْدُ مَا عِنْدَ اللهِ.

Sesungguhnya Allah telah menyuruh seorang hamba untuk memilih antara dunia atau memilih sesuatu yang ada di sisiNya, namun ternyata hamba tersebut memilih sesuatu yang ada di sisi Allah.” (Hr. al-Bukhari).

Abu Sa’id berkata, “Maka Abu Bakar menangis, kami heran kenapa beliau menangis padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah menceritakan seorang hamba yang memilih kebaikan, akhirnya kami mengetahui bahwa hamba tersebut ternyata tidak lain adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri, dan Abu Bakarlah yang paling mengerti serta berilmu di antara kami. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَيَّ فيِ صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبُوْ بَكْرٍ لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيْلاً غَيْرَ رَبِّيْ لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ وَلَكِن أُخُوَّةُ الْإِسْلاَمِ وَمَوَدَّتُهُ، لاَ يَبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِدِ بَابٌ إِلاَّ سُدَّ إِلاَّ بَابُ أَبِيْ بَكْرٍ.

Sesungguhnya orang yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan kerelaan mengeluarkan hartanya adalah Abu Bakar. Andai saja aku diperbolehkan mengangkat seseorang menjadi kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan seislam dan kecintaan karenanya. Maka tidak tersisa pintu masjid kecuali tertutup selain pintu Abu Bakar saja.” (Hr. al-Bukhari).

SIKAP ABU BAKAr PADA SAAT RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam MENINGGAL
Ketika Rasulullah meninggal, kaum Muslimin terpecah. Di antara mereka ada yang murtad, dan di antara mereka ada yang tidak percaya dengan berita meninggalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pada saat inilah Abu Bakar tampil untuk menasihati kaum Muslimin. Dia berkata,

مَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللهَ فَإِنَّ اللهَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ.

Barangsiapa yang menyembah Muhammad maka sesungguhnya Muhammad telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah itu hidup, tidak akan mati.” (Hr. al-Bukhari).

Hadirin Sidang Jum’at yang Dimuliakan Allah
JASA-JASA ABU BAKAr
Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat yang pertama kali masuk Islam, dan selalu menyertai Rasulullah a sepanjang hidupnya, baik di Makkah maupun di Madinah. Tidak hanya itu, beliau adalah sahabat Rasulullah sekaligus teman bermusyawarah dan wazir-nya. Di tangannya, para senior sahabat memeluk Islam seperti Utsman bin Affan, az-Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhum. Abu Bakar selalu setia mendampingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menghadapi berbagai macam halangan dan Rintangan, siap membela beliau dengan sepenuh jiwa, bahkan beliau pula yang telah membebaskan banyak budak-budak yang disiksa karena masuk Islam seperti Bilal, Amir bin Fuhairah, Ummu Ubaisy, Zinnirah, Nahdiyyah dan kedua putrinya, serta budak wanita milik Bani Mu’ammal juga dibebaskan olehnya.

Beliaulah yang menemani Nabi di kala hijrah, dan turut serta dalam setiap peperangan bersama rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyyah, penaklukan kota Makkah, Hunain, Tabuk, dan pertempuran besar lainnya.
Setelah menjabat sebagai khalifah, beliaulah yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap seluruh Negeri Islam dan wilayah kekhalifahannya sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tercatat sejumlah Reputasi beliau yang gemilang, di antaranya:

1. Instruksinya agar jenazah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diurus hingga dikebumikan.
2. Melanjutkan misi pasukan yang dipimpin Usamah Radhiyallahu ‘anhu yang sebelumnya telah dipersiapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum wafat.
3. Kebijakannya menyatukan persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad dengan segala persiapannya ke arah itu, kemudian instruksinya untuk memerangi seluruh kelompok yang murtad di wilayah masing-masing.
4. Ibnu Katsir berkata, “Pada tahun 12 H, Abu Bakar ash-Shiddiq memerintahkan

Zaid bin Tsabit agar mengumpulkan al-Qur`an dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit-kulit, dedaunan, maupun yang dihafal dalam dada kaum Muslimin. Peristiwa itu terjadi setelah para Qari’ (penghafal al-Qur`an) banyak yang terbunuh dalam peperangan Yamamah, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Shahih al-Bukhari. Imam al-Bukhari berkata, Bab Pengumpulan al-Qur`an, kemudian dia mulai menyebutkan sanadnya hingga sampai kepada Ibnu Syihab dari Ubaid bin as-Sabbaq, bahwa Zaid bin Tsabit pernah berkata, ‘Abu Bakar ash-Shiddiq mengirim surat kepadaku tentang orang-orang yang ter-bunuh di perang Yamamah, ketika aku mendatanginya, aku mendapati Umar bin al-Khaththab berada di sampingnya, maka Abu Bakar berkata, ‘Umar mendatangiku dan berkata, ‘Sesungguhnya banyak para Qurra’ (penghafal al-Qur`an) yang telah gugur dalam peperangan Yamamah. Aku takut jika para Qari’ yang masih hidup kelak terbunuh dalam peperangan, akan mengakibatkan hilangnya sebagian besar dari ayat al-Qur`an, menurut pendapatku, engkau harus menginstruksikan agar segera mengumpulkan dan membu-kukan al-Qur`an’.”

Aku bertanya kepada Umar, “Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Umar menjawab, “Demi Allah, ini adalah kebaikan!” Dan Umar terus menuntutku hingga Allah melapangkan dadaku untuk segera melaksanakannya, akhirnya aku pun setuju dengan pendapat Umar Radhiyallahu ‘anhu.

Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kemudian Abu Bakar berkata padaku, “Engkau adalah seorang pemuda yang jenius, berakal dan penuh amanah, dan engkau telah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah a, maka carilah seluruh ayat al-Qur`an yang berserakan dan kumpulkanlah.” Zaid berkata, “Demi Allah, jika mereka memerintahkan aku untuk memikul gunung tentulah lebih Ringan bagiku daripada melaksanakan instruksi Abu Bakar agar aku mengumpulkan al-Qur`an.”

Aku bertanya, “Bagaimana kalian melakukan suatu perbuatan yang tidak diperbuat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Dia berkata, “Demi Allah, ini adalah suatu kebaikan!” Dan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu terus berusaha meyakinkanku hingga akhirnya Allah melapangkan dadaku untuk menerimanya sebagaimana Allah melapangkan dada mereka berdua.”

Maka aku mulai mengumpulkan tulisan-tulisan al-Qur`an yang ditulis di daun-daunan, kulit maupun dari hafalan para penghafal al-Qur`an, hingga akhirnya aku menemukan akhir surat at-Taubah yang ada pada Abu Khuzaimah al-Anshari, yang tidak aku dapatkan dari selainnya, yaitu ayat:

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, penderitaanmu terasa berat olehnya, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling dari keimanan, maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia Rabb yang memiliki Arsy yang agung’.” (At-Taubah: 128-129).
Kemudian al-Qur`an yang telah dikumpulkan dan dibukukan itu disimpan oleh Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu hingga Allah mewafatkannya. Setelah itu berpindah ke tangan Umar y sewaktu hidupnya, dan akhirnya berpindah ke tangan Hafshah binti Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah yang kedua

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللَّّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Kaum Muslimin Yang Dicintai Allah !
Marilah kita meneladani keteguhan Abu Bakar dalam mene-gakkan Islam. Dia memiliki karakter seorang Muslim sejati yang menjadikannya dicintai oleh RasulNya.
Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melain-kan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran: 102). ).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah Ta’ala, agar menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang mempunyai hati yang selamat.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَِينَ.

(Dikutib dari Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, Darul Haq Jakarta. Telp. (021)84998039. Diposting oleh: Abu Nabiel).

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: