Wajibkah Taat Jika Pemerintah Tidak Berhukum Islam?

G. Jika Pemerintah Tidak Berhukum dengan Hukum Islam. Apakah Masih Wajib Diikuti dalam Penetapan Hari Raya?

 

Ada sejenis kerancuan dikalangan kaum muslimin di dalam memahami konteks keharusan kita mengikuti keputusan pemerintah, dengan mengatakan misalnya sebahagian kaum muslimin hidup di satu negeri secara constitusional tidak lah berdasarkan kitabbullah dan sunnah Rasul atau tidaklah berdasarkan syariat Islam, dengan kata lain itu bukanlah negeri Islam. Sehingga dengan itu mereka merasa berhak untuk memilih cara sendiri untuk menentukan puasa tanpa mengikuti keputusan pemerintah, karena mereka dianggap bukan penguasa muslim. Kerancuan ini berasal dari 2 hal:

1.    Dalam memahami makna negeri muslim. Sesungguhnya yang disebut negeri muslim adalah sebuah negeri dimana Kaum Muslimin diperintah oleh Penguasa yang beragama Islam, dimana kaum muslimin bebas menjalankan syiar-syiar Islam, seperti adzan bebas dikumandangkan dan shalat berjama’ah di masjid tidak dilarang, apalagi beberapa bentuk pelaksanaan ibadah seperti haji bahkan dikelola oleh pemerintah. Maka secara status negeri itu dikatakan sebagai negeri muslim.

2.    Bahwa sesungguhnya menaati penguasa atau pemerintah itu tidak saja terkait dengan menaati pemerintah dalam sebuah negeri Islam. Menaati pemerintah itu hal yang wajib berdasarkan firman Allah سبحانه و تعالى : “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada pemangku kekuasaan di antaramu. Maka jika kamu berselisih dalam sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman terhadap Allah dan hari kemudian. Itulah yang lebih baik dan lebih bagus kesudahannya”. (An Nisaa’ 59). Dalam hal ini para Ulama ahli tafsir diantaranya Ibnu Katsir menjelaskan siapakah yang dimaksudkan dengan pemangku kekuasaan atau pemegang urusan? Mereka mengatakan pemegang urusan tersebut adalah Ulama dan para penguasa. Dan dalam hal ini setiap muslim berkewajiban menaati penguasa dalam lingkup yang kecil sampai yang besar. Maka dalam mengikuti atau melaksanakan perayaan hari raya atau memulai ibadah puasa kaum muslimin juga diharuskan mengikuti apa yang menjadi ketetapan pemerintah muslim.

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: