Tanda Tanda

Pernahkah
kita merasa sedih, saat apa yang kita miliki tiba-tiba diambil begitu saja oleh Allah ?

Kekayaan yang kita jaga baik-baik ternyata lenyap dalam hitungan detik ?

Orang terdekat yang kita sayangi pergi untuk selama-lamanya ?

Pekerjaan/job (ataupun apa namanya) yang kita impikan lepas dari genggaman kita ?

Ya, kita pasti sedih dan terpuruk saat diuji dengan masalah-masalah itu, dan berpikir kita tidak punya lagi harapan untuk bangkit.

Kita seakan-akan tidak tahu kemana harus berpijak dan melangkah.

Kita seolah-olah tidak sadar, Allah-lah yang mengambil titipan itu dari kita, kekayaan, ayah, ibu, suami, istri, anak, pekerjaan.

Kita lupa untuk selalu mengucapkan jika terkena musibah, kalimat “Inna lillahi wa inna ilaiji roji’un”

Kita ini, termasuk harta, anak, pasangan dan pekerjaan adalah milik Allah. Semua hanya akan kembali kepada-Nya.

Allah senantiasa menolong kita, mengijabah doa-doa kita, mencukupi kebutuhan kita selama kita berusaha “mengundang” Allah agar Ia hadir menyertai dan menemani langkah-langkah kita. Bagaimana  mengundang-Nya ?

Tentulah dengan ikhtiar yang di ridhoi-Nya, dengan cinta kita kepada-Nya, dengan mengikuti perintah-Nya.

Allah Maha Segalanya.

Kalau ia mengabulkan segala keinginan kita, bersyukurlah.

Tetapi seandainya kita masih diuji dengan keterbatasan, bersabarlah dan tetaplah menaruh harapan besar kepada-Nya.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: