Seruan Adzan

Seruan Adzan

Allahu Akbar

Allah Maha Besar. Disebabkan keyakinan bahwa hanya Allah Maha Besar, Allah adalah dzat yang terbesar, maka semua selain-Nya adalah kecil. Acara rapat dengan seluruh jajaran manajemen adalah kecil. Kesibukan dan urusan dikantor adalah kecil. Perdagangan dan jual beli adalah kecil. Bahkan dunia dan hiruk pikuknya adalah kecil. Disini hati tersentak, melupakan seluruh hal yang kecil-kecil untuk segera bangkit berdiri menyambut seruan dari Dzat Yang Maha Besar: Allahu Akbar…

Asyhadu alla ilaha illallah

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Maka berarti tidak ada satupun yang menciptakan dunia ini, tidak ada satupun yang memberikan makanan dan minuman, tidak ada satupun yang memberikan rasa aman, tidak ada satupun yang telah menciptakan manusia, tidak ada satupun yang dapat mematikan, tidak ada satupun yang dapat memberikan rezeki, tiada satupun yang dapat mengabulkan do’a, KECUALI HANYA ALLAH SEMATA, TUNGGAL dan ESA. Maka hatipun tunduk didalam satu keyakinan : Hanya Allah Raja sebenarnya, tiada yang kuasa selain Allah, tiada yang berhak disembah kecuali hanya Allah, tiada yang berhak seruannya untuk benar-benar ditaati kecuali hanya seruan Allah. Maka mulailah bangkit untuk segera mengambil air wudhu…

Asyhaduanna Muhammadar Rasulullah

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Nabi Muhammad adalah manusia yang sempurna untuk dijadikan teladan dan ikutan, manusia yang termulia akhlaknya. Beliau adalah Nabi dan Rasul, utusan terakhir dari Sang Pencipta manusia yang paling mengetahui keadaan dan sifat-sifat manusia. Setiap hamba-Nya pasti memperoleh petunjuk yang lurus bila mengikuti petunjuk Muhammad. Maka sempurna sudah keyakinan Lailahaillah setelah diikuti dengan Wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Basuhlah wajah dengan air wudhu yang suci…

Hayya ‘alash sholah

Marilah menunaikan shalat. Bersiaplah untuk berkomunikasi dengan Dzat Yang Maha Besar, lantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lemah lembut kepada-Nya, gantungkan harapan dan doa dalam sujud yang khusu’, lupakan pikiran dan lintasan hati kepada selain Allah karena hati dan pikiran senantiasa diketahui isinya oleh Allah Yang Maha Mengetahui, tundukan jiwa dan seluruh tubuh ini sebab ia akan berhadapan langsung dengan Allah Yang Maha Tinggi. Bersihkanlah kedua tangan hingga siku dengan air wudhu…

Hayya ‘alal falah

Marilah meraih kemenangan. Shalat adalah kemenangan. Maka bermain hingga melupakan shalat adalah kekalahan. Kelalaian berjual beli hingga melupakan shalat adalah kekalahan. Terlena dalam kesibukan kantor hingga melupakan shalat adalah kekalahan. Tenggelam dalam syahwat dan kelezatan dunia hingga melupakan shalat adalah kekalahan. Maka dapat diyakini sekarang: Adalah kekalahan sesuatu yang menyebabkan lalainya seseorang dalam menyembut seruan adzan untuk melaksanakan shalat. Usaplah rambut dan telinga dengan usapan lembut dari air wudhu yang sejuk menyegarkan…

Assholatu khoirun minaan naum

Shalat itu lebih baik daripada tidur. Maka bangkit berdiri lebih baik daripada duduk, bergerak lebih baik daripada diam, bekerja lebih baik daripada menganggur, berprestasi lebih baik daripada statis, berkarya lebih baik daripada menerima apa yang ada, dan aktif lebih baik daripada pasif. Siramlah kaki dengan air wudhu yang dingin…

Allahu Akbar

Allah Maha Besar. Ditegaskan kembali, diingatkan kembali, bahwa segala sesuatu selain-Nya adalah kecil. Malaikat yang sayapnya menjulang hingga menutupi Timur dan Barat adalah kecil. Bumi yang seluas pandangan mata adalah kecil. Gunung, air terjun dan samudra adalah kecil. Maka tentu saja hati dan pikiran akan menuju seruan dari Dzat Yang Maha Besar. Berdo’alah dengan doa setelah wudhu, “Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahulaa syarikalahu wa asyhadu anna muhammadan abduhu warasuluhu, Allahummaj ‘alni minat tawwabiin waj’alni minal mutathahhiriin”…

Lailaha ilallah

Tiada tuhan selain Allah. Maka marilah kita tunaikan shalat tahiyatul masjid, karena seruan adzan telah diakhiri dengan sempurna, sebuah kalimat kuncinya syurga: Lailaha ilallah. Alhamdulillah, panjatkanlah doa dengan tulus, “Allahumma rabba hadzihit da’wati tammah wassholatil qaaimah aati muhammadanil waasilata wal fadhilah, wassyarofa darajatal aliyatar rafi’ah, wab’atsul maqamah mahmudalilladzi wa attah, innaka laa tuflikhul mii’aad“…

Shalat…shalat…shalat…. Marilah kita shalat berjama’ah…

Leave a Reply

%d bloggers like this: