Renungan 1-5

Renungan Pertama:

Wahai saudaraku yang berpuasa, pertama-tama aku ucapkan selamat atas datangnya Bulan Ramadhan yang diberkahi, Bulan Al-Qur’an dan shalat malam. Karena itu sadarilah nikmat yang agung ini serta bergembiralah dengan datangnya bulan yang mulia.

Bulan yang mulia ini menaungi untuk mendekatkan anda pada Allah Yang Maha Suci, dan agar anda menyadari anugrah yang telah Allah berikan sehingga anda termasuk dari mereka yang menjumpainya. Ketuhilah bahwa sebagian orang terluput dari bulan ini disebabkan kekufuran wal-‘iyadzubillah. Tetapi Allah dengan karunia-Nya menganugrahkannya pada anda. Sebagian yang lain ada yang menemui ajalnya sebelum menjumpai Bulan Ramadhan. Maka bersyukurlah atas karunia-Nya, dan bergegaslah. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu-pintu sorga, ditutuplah pintu-pintu neraka Jahannam dan syetan-syetan dibelenggu”  (Muttafaqun ‘Alaih)

 

Renungan Kedua:

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, semoga Allah menunjuki anda segala kebaikan. Aku berwasiat agar anda memanfaatkan kesempatan dalam bulan yang agung ini untuk mendapatkan ampunan dari segala dosa dan kesalahan serta mendekatkan diri pada Allah عزّوجلّ dengan membaca Al-Qur’an baik di malam maupun siang hari. Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, maka jangan sampai anda kikir pada diri anda dari kebaikan. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.  (Q.S Al-Baqarah 185)

Berkata Umar bin Abdul Aziz رحمه الله: “Sesungguhnya malam dan siang melaluimu, maka beramallah di saat kedatangannya [Ramadhan]”.

 

Renungan Ketiga:

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, demi Allah berapa banyak kesempatan bagi anda untuk terlepas dari dosa dan introspeksi diri dimedan keimanan ini untuk menambah kebaikan dan ketakwaan serta bermuhasabah. Jika anda masih banyak kekurangan, maka bertaubatlah pada Allah karena pintu (taubat) masih terbuka. Jika anda termasuk mereka yang Allah anugrahi kebaikan dan petunjuk, maka tingkatkanlah kadar ketakwaan anda dan jangan berhenti pada tingkatan tertentu.

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, Adalah suatu kesempatan berharga di saat anda berpegang pada syareat Allah dan berhenti dari apa yang diharamkan Allah sebagai realisasi ketaatan pada-Nya.

Jika dengan tekad dan kesungguhan anda mampu berhenti dari kemaksiatan yang anda lakukan, maka jangan menambah atau ragu-ragu dalam mendekatkan diri pada Allah di bulan yang mulia ini. Jadikan Ramadhan sebagai awal dari sebuah lembaran baru untuk merendah diri pada Allah عزّوجلّ agar Dia mengaruniakan pada anda taubat nasuha dan menetapkan hati anda di atas jalan yang lurus.

Wahai orang yang berbuat dosa di Bulan Rajab

Hingga Bulan Sya’ban masih juga ia bermaksiat pada Tuhannya

Bulan Ramadhan telah mendatangimu setelah kedua bulan berlalu

Maka janganlah engkau melakukan hal yang sama dengan bermaksiat

Bacalah Al-Qur’an dan bertasbihlah di bulan itu dengan bersungguh-sungguh

Ramadhan adalah bulan tasbih dan bulan Qur’an

Berapa banyak engkau ketahui mereka yang dahulunya berpuasa

Baik mereka dari keluarga, tetangga ataupun teman

Kematian telah mengantarkan mereka dan setelah itu

Engkau masih menjalani kehidupan, betapa dekatnya orang yang bermaksiat dengan ajalnya

Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata: “Wahai anak Adam, engkau ibarat hari-hari. Jika sebuah hari berlalu berarti sebagian dari dirimu juga pergi”.

 

Renungan Kempat :

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, sering kita dengar sebagian orang mengatakan ‘Ramadhan Karim’ / Ramadhan bulan yang mulia. Itu memang benar, akan tetapi berdalih dengan ungkapan di atas adalah tidak benar. Bisa jadi ia berbuat kesalahan atau maksiat lalu mengatakan bahwa Ramadhan adalah karim/bulan yang mulia. Ia mendengarkan nyanyian dan menyaksikan apa yang diharamkan dengan dalih Ramadhan adalah bulan yang mulia. Ini adalah tidak benar. Ramadhan adalah bulan mulia bagi siapa yang melakukan ketaatan dengan membaca Al-Qur’an, Shalat Taraweh, puasa dan shalat malam, dan sebaliknya tidak mulia bagi kemaksiatan. Maka renungkanlah semoga Allah memberkahi anda. Alllah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S Al-Baqarah 183)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkannya dari neraka sepanjang perjalanan tujuh puluh musim (disebabkan puasanya di hari itu)   (H.R Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

 

 

Renungan Kelima:

Sebagian wanita semoga Allah memberikan hidayah pada mereka, jika datang Bulan Ramadhan sibuk untuk mempersiapkan berbagai macam menu makanan dan minuman sehingga waktunya yang berharga di bulan yang mulia ini berlalu begitu saja selama berjam-jam di siang hari Ramadhan hanya untuk di dapur dan pergi ke pasar di malam hari. Ia lalui Ramadhan dalam keadaan seperti ini. Wallahul Musta’an (kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan). Wahai saudariku yang sedang berpuasa, jangan sampai anda tertipu di bulan yang mulia ini.

Previous

Next

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: