Pengalaman Mengajarkan Istri Stir / Mengendarai Mobil

Saya hendak berbagi pengalaman kepada sahabat semua, yang mungkin mengalami hal yang sama dengan saya, yakni mengajarkan istri (atau mungkin anak) mengendarai / stir mobil. Istri saya biasanya mengantar anak saya kesekolah menggunakan sepeda, dimana anak pertama dibonceng dibelakang, terus anak kedua duduk didepan (disetangnya sepeda saya modif sedikit dengan tambahkan tempat duduk untuk anak-anak yang dikaitkan di setang).

Hal ini berlangsung cukup lama. Kemudian saya beli motor lagi, kemudian motor yang lama dipakai istri untuk mengantar anak ke sekolah. Permasalahannya adalah anak kedua sering ngantuk / tidur saat naik motor, dan buat istri saya hal ini cukup merepotkan. Bila hujan, sudah pasti kehujanan. Yang saya khawatirkan adalah anak, karena takut ngantuk saat ada dimotor.

Akhirnya beli mobil second, motor yang baru saja dibeli akhirnya dijual kembali. Namun istri saya belum bisa stir mobil. Akhirnya kursus stir mobil mendadak yang ada diperumahan saya. Waktu kursus pertama kali, istri langsung duduk dijok pengemudi, dan langsung belajar. Kurang lebih 6 hari, akhirnya istri sudah bisa stir mobil, paduan antara gas dan kopling sudah cukup stabil. Namun karena tidak terbiasa, istri kurang yakin (PD) bila membawa mobil sendiri ke jalan-jalan diperumahan, apalagi mengantar anak kesekolah yang jalan-jalannya cukup sempit, dan juga banyak anak-anak.

Akhirnya setelah waktu kursus selesai, saya inisiatif sendiri, sepulang kerja saya harus mengajarkan istri stir mobil. Langkah pertama, saya buatkan stiker, saya print pakai kertas foto, lalu saya laminating. Stikernya adalah sbb:

Stiker saya tempel di kaca belakang mobil pakai double tip. Kemudian saya siapkan beberapa metode latihan yang mana bila latihan pada metode sebelumnya belum berhasil, maka tidak boleh berpindah ke metode berikutnya. Persis seperti metode mengaji IQRO yang bila belum lulus IQRO 1 maka tidak boleh melanjutkan ke IQRO 2.

Metode latihan yang saya gunakan adalah sbb:

Latihan 1 – Merayap halus dijalan yang rata

  • Jalankan mobil kedepan di gigi 1 dengan jalan merayap dan halus, lalu rem dengan halus.
  • Jalankan mobil mundur dengan jalan merayap dan halus, lalu rem dengan halus.

Latihan 2 – Merayap halus dijalanan rata yang ada polisi tidur

  • Jalankan mobil kedepan di gigi 1 dengan jalan merayap dan halus, lalu rem dengan halus.
  • Jalankan mobil mundur dengan jalan merayap dan halus, lalu rem dengan halus.

Latihan 3 – Merayap halus dijalanan tanjakan yang ada polisi tidur

  • Jalankan mobil kedepan di gigi 1 dengan jalan merayap dan halus, lalu rem dengan halus.
  • Jalankan mobil mundur dengan jalan merayap dan halus, lalu rem dengan halus.

Latihan 4 – Belok

Sebelum latihan, harap pasang antena/bambu kecil di ujung kanan dan kiri didekat lampu depan mobil, tempel pakai isolasi.

  • Latihan belok di bundaran blok M dengan merayap halus (lampu sein menyala)
  • Latihan belok di bundaran Indo Maret depan BTR dengan merayap halus (lampu sein menyala)
  • Latihan belok di Bigeq (lampu sein menyala)
  • Latihan belok dibelokan ke rumah yg ada tanjakan (lampu sein menyala)
  • Latihan belok di blok H (lampu sein menyala)

Latihan 5 – Pindah gigi dengan halus

  • Pindah gigi dari 1 ke 2 dengan halus
  • Jalankan mobil dengan halus di gigi 2
  • Latihan di BTR 2 (bila ada belokan, lampu sein menyala)

Latihan 6 – Rem mendadak tanpa mesin mati

  • Lakukan rem mendadak saat gigi 1, namun mesin tidak boleh mati.
  • Lakukan rem mendadak saat gigi 2, namun mesin tidak boleh mati. Lalu langsung pindah ke gigi 1.

Latihan 7 – Parkir (Gunakan rem tangan saat berhenti total, gigi ke 0/netral)

  • Parkir dengan maju didepan rumah
  • Parkir dengan mundur didepan rumah
  • Parkir dengan maju di Bigeq
  • Parkir dengan mundur di Bigeq
  • Parkir dengan maju di Indo Maret
  • Parkir dengan mundur di Indo Maret

Latihan 8 – Isi Bensin ke Pom Bensin

  • Ke Pom Bensin dengan gigi 3
  • Belok dengan gigi 2 bila sambil maju pelan-pelan, atau gigi 1 bila berhenti dulu
  • Parkir dengan maju secara merayap dan halus kedepan pom bensin

Alhamdulillah, akhirnya istri sekarang sudah bisa mengendarai / stir mobil cukup lancar. Sudah bisa parkir sendiri di rumah dan juga di sekolah anak saya, sudah bisa mundur, belok di jalan blok-blok di area perumahan. Demikian sharing tips stir mobil dari saya ini, semoga bermanfaat untuk sahabat semua.

Keterangan :

  • Blok M = Nama salah satu blok diperumahan saya, didepannya ada jalan bundar tempat para pengendara untuk memutar balik kendaraannya.
  • Bigeq = Bina Generasi Qurani (nama sekolah anak saya).
  • Blok H = Nama blok tempat saya tinggal sekarang.
  • Indo Maret = Nama salah satu mini market di perumahan saya.
  • BTR = Bekasi Timur Regensi, nama perumahan yang saya tinggal sekarang.

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
bagaimana caranya kalau istri mau belajar membawa mobil tapi suami tidak mau, tulisan belajar

0 thoughts on “Pengalaman Mengajarkan Istri Stir / Mengendarai Mobil

    • 05/04/2012 at 12:00 pm
      Permalink

      He..he.., iya Mas, ini pengalaman pribadi saat mengajarkan istri stir mobil, sebenarnya ngga semulus itu latihannya, banyak groginya, banyak tegangnya.. pernah saat istri lagi ke pom bensin, karena kurang tekan gas, mobil mati di tengah jalan, dibelakang mobil truck. Alhamdulillah, saya bilang “tenang aja, masukan gigi ke netral, rem tangan, starter” … truck dibelakang nungguin dengan sabar, Alhamdulillah mobil jalan lagi, he..he…

      Reply
      • 26/06/2013 at 12:46 pm
        Permalink

        Saya mau belajar mobil, tapi takut dengan lalu lintas yang semrawut. Apalagi kebanyakan pengemudi tidak sabar dengan pengemudi lain yang “lambat”.
        Terima kasih inspirasi mengenai tahapan-tahapan belajar stir mobil. Kesan saya, istri pak Sofyan tentu senang dilatih oleh suami yang sabar seperti pak Sofyan ….

        Reply
        • 03/07/2013 at 9:16 am
          Permalink

          🙂 Alhamdulillah Mbak Tini, justru saya lagi belajar sabar nih sama istri dan anak-anak 🙂 Hmm.. tips bagi yang sedang belajar, jangan takut dengan lalu lintas yang padat, konsentrasi saja dengan bagian ujung kanan depan dan bagian ujung kiri depan pada mobil, jangan sampai nabrak/nyenggol, karena itu kunci utamanya. Bila sudah lancar, jangan ragu2 untuk stir mobil ke jalan raya. Semoga berhasil.

          Reply
  • 05/04/2012 at 12:06 pm
    Permalink

    jadi inget ketika belajar mobil saya dahulu, dengan mobil rental, tengah malam karena memanfaatkan sisa waktu yang masih ada sebelum dikembalikan…

    Reply
  • 27/04/2012 at 9:26 am
    Permalink

    Mas Opi. saya copy metodenya untuk istri saya ya….

    Reply
    • 27/04/2012 at 9:37 am
      Permalink

      He..he.., iya Mas Edy, makasih banyak sudah berkenan berkunjung ke blog saya ini. Salam untuk keluarga.

      Reply
  • 02/07/2012 at 12:12 pm
    Permalink

    saat ini saya diposisi istri anda yang dulu baru belajar……hiks sedihnya mental dan kebranian ada tapi cuma 30%, hufff tenyata gak mudah mengendarai mobil….saya mau bertanya mas, kira2 faktor apa yang mendukung istri mas akhirnya dikatakan BISA,, dan butuh waktu brapa lama istri bisa lancar menyupir setelah kursus maupun yang dilatih oleh mas?

    Reply
    • 02/07/2012 at 4:55 pm
      Permalink

      Sama Pak Syallom, istri saya pun diawal selalu grogi, deg2gan saat mengendarai mobil. Hal ini memang tidak bisa dipaksakan dan kita jangan memaksakan, apalagi dengan tergesa2. Kita ikuti cara dia. Misalnya, untuk istri saya, biasanya sebelum injak gas saat pertama kali, biasanya Beliau diam cukup lama. Biarkan saja, biar dia menenangkan diri dahulu. Setelah satu hingga dua menit, barulah Beliau injak gas, dan mesin langsung mati, karena antara kopling dan gas tidak pas. Ikuti saja cara dia. Tujuan kita mengajari istri adalah supaya Beliau tidak kesulitan dalam mengantar-jemput anak ke sekolah. Karena itu, dia pasti sebenarnya ingin juga segera bisa, hanya saja rasa takut dan grogi lebih dominan dari sara ingin bisa. Berbeda dengan laki-laki. Biasanya perasaan beraninya sangat dominan. Saya sendiri belajar mobil tanpa kursus. Modal bisa mengendari motor kopling, langsung nekat setir mobil sendiri, walaupun sempat nabrak, tapi tidak ada kata “kapok”. 🙂

      Reply
  • 06/09/2012 at 10:10 am
    Permalink

    wah membantu sekali..mnt ijin copas y…utk bahan panduan suami ngajarin setir mobil saya..

    Reply
    • 06/09/2012 at 10:26 am
      Permalink

      Silahkan Mbak Ika, selamat belajar stir mobil, jangan takut dan grogi. Istri sayapun dari sama sekali tidak bisa stir mobil, Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kesabaran dalam belajar, sekarang sudah bisa stir mobil, terutama di area perumahan. Semoga artikel ini membantu dan memberi gambaran teknik mengajar stri mobil buat Mbak Ika dan sahabat2 pengunjung blog ini. 🙂

      Reply
    • 12/10/2012 at 8:29 am
      Permalink

      Ok, terima kasih atas sharingnya. Memang kursus mobil adalah cara tercepat utuk mengajarkan orang yang sama sekali belum bisa stir mobil. Kemudian dilanjutkan dengan latihan terus setiap hari.

      Reply
  • 18/01/2013 at 3:59 pm
    Permalink

    mas aku kursus setir mobil 5hr dirasa dah bisa trus kalo gak naik mobil lagi apa ilmu itu bisa ilang??

    Reply
  • 26/02/2013 at 4:52 pm
    Permalink

    Bisa mengikuti Belajar Setir. bagi yang di Purwokerto, bisa datang ke spesialis Belajar Setir MOBILe. Jadwal bebas. Bisa atur dengan bu Temmy no. 085842993288

    Reply
  • 06/06/2013 at 1:53 pm
    Permalink

    sangat bagus sekali tipsnya.bisa bermanfaat bagi yang sedang belajar nyetir.setelah lancar menyetir beli mobil baru ya,hehe…kalau mau beli mobil bisa saya kasih satu alternatif merk mobil yang menurut saya bagus.silahkan masuk sini merk mobil untuk melihat spesifikasinya

    Reply
  • 02/11/2013 at 3:18 pm
    Permalink

    Terima kasih infonya….
    Ini saya juga lagi ngajarin istri bawa mobil…. Tapi saya bingung, tempatnya yang enak dimana ya ? Kalo yang enak tuh yang lapangan luaaaasss…. Kalo di jalan ramai sekali….. Saya tinggal di dekat galaxy, bekasi

    Reply
    • 04/11/2013 at 11:45 am
      Permalink

      Ya Pa, tetap semangat melatih ya Pa, seneng banget lho Pa bila kita mengajar seseorang yang tadinya tidak bisa, lalu menjadi bisa, ada perasaan bahagia.

      Reply
  • 29/12/2013 at 12:40 am
    Permalink

    Wah tips yg sangat berguna,kebetulan saya bekerja dipelayaran dan ingin bisa setir mobil tujuannya sama demi keamanan juga kenyamanan untuk anak anak, terima kasih.

    Reply
    • 29/12/2013 at 3:25 pm
      Permalink

      Alhamdulillah, saya ikut mendukung ya, berdoa dan jangan lupa tanamkan keberanian saat belajar nanti. Karena diawal pembelajaran adalah munculnya rasa tegang yang cukup besar saat menginjak pedal gas.

      Reply
  • 12/06/2015 at 2:35 pm
    Permalink

    Makasih banyak nih share nya…. Lagi belajar saya, gak pede banget.

    Reply
      • 20/08/2015 at 9:06 am
        Permalink

        Amin Amin… *masih belum pede juga sih.
        Oya, klo belajar, aku niru pke bikin tulisan di belakang hehehe…

        Reply
        • 20/08/2015 at 9:43 am
          Permalink

          He..he.., iya Bu Ina, Insya Allah kalau sering nyupir, lama-lama tenang bawa mobilnya, ngga grogi lagi 🙂

          Reply
          • 21/08/2015 at 1:12 pm
            Permalink

            Amin… Makasih supportnya

  • 24/02/2016 at 10:37 pm
    Permalink

    Mohon tanya. Memang boleh ya nulis belajar padahal kita tidak ikut kursus mobil?gak ditilang? Karena saya ingin belajar di jalan raya bersama suami ditulis belajar hanya takut ketilang. Mohon infonya dan terimankasih

    Reply
    • 29/04/2016 at 8:15 pm
      Permalink

      Kalau di dalam perumahan insya Allah tidak apa-apa, tapi kalau belajar di jalan raya tidak saya rekomendasikan sebab memang betul Ibu/Mbak Yuri harus sudah ada SIM, dan sudah mahir. Jadi tulisan “SEDANG BELAJAR” itu ditempel hanya saat didalam perumahan, bila dijalan raya tidak digunakan, karena sudah bisa.

      Reply

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: