PENDAHULUAN – PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

PENDAHULUAN

“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah
kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan
jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’.” [Qur’an Surah Al-Furqan: 74]

“Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah,
ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo’akannya.”  [HR. Muslim, dari Abu Hurairah]

       Segala puji milik Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul termulia, kepada keluarga dan para sahabatnya.

       Seringkali orang mengatakan: “Negara ini adikuasa, bangsa itu mulia dan kuat, tak ada seorangpun yang berfikir mengintervensi negara tersebut atau menganeksasinya kerana kedigdayaan dan keperkasaannya”.

       Dan elemen kekuatan adalah kekuatan ekonomi, militer, teknologi dan kebudayaan. Namun, yang terpenting dari ini semua adalah kekuatan manusia, kerana manusia adalah sendi yang menjadipusat segala elemen kekuatan lainnya. Tak mungkin senjata dapat dimanfaatkan, meskipun canggih, bila tidak ada orang yang ahli dan pandai menggunakannya. Kekayaan, meskipun melimpah, akan menjadi mubadzir tanpa ada orang yang mengatur dan mendaya-gunakannya untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat.

       Dari titik tolak ini, kita dapati segala bangsa menaruh perhatian terhadap pembentukan individu, pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan warga secara khusus agar mereka menjadi orang yang berkarya untuk bangsa dan berkhidmat kepada tanah air.

       Sepatutnya umat Islam memperhatikan pendidikan anak dan pembinaan individu untuk mencapai predikat “umat terbaik”, sebagaimana dinyatakan Allah ‘Azza Wa lalla dalam firman-Nya:

       “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dariyang munkar….” (Surah Ali Imran: 110).

       Dan agar mereka membebaskan diri dari jurang dalam yang mengurung diri mereka, sehingga keadaan mereka dengan umat lainnya seperti yang beritakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

       “Hampir saja umat-umat itu mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang sedang makan berkerumun disekitar nampan”. Ada seorang yang bertanya: “Apakah kerana kita berjumlah sedikit pada masa itu?” Jawab beliau: “Bahkan kamu pada masa itu berjumlah banyak, akan tetapi kamu bagaikan buih air bah. Allah niscaya mencabut dari hati musuh kamu rasa takut kepada kamu, dan menanamkan rasa kelemahan dalam dada kamu”. Seorang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah maksud kelemahan itu?” Jawab beliau: “Iaitu cinta kepada dunia dan enggan mati”.

Sumber: Pendidikan Anak Dalam Islam – Yusuf Muhammad Al-Hasan

Leave a Reply

%d bloggers like this: