Optimalkan Waktu

Kehidupan di dunia ini dibatasi dengan yang namanya Waktu.

Modal hidup di dunia dibatasi oleh waktu yang pendek, napas yang terbatas dan hari-hari yang dapat dihitung.

Barang siapa dapat memanfaatkan waktu ini untuk kebaikan beruntunglah dia.

Sebaliknya barang siapa menyia-nyiakannya, suatu saat nanti ia pasti merugi dan tidak dapat meraihnya lagi.

Dalam Islam tak ada waktu sial atau waktu mujur, semua waktu sama.

Yang membedakan hanyalah amal baik dan amal buruk seseorang.

Waktu itu tidak berpihak, sifatnya netral.

Waktu adalah milik Allah.

Didalamnya Allah melaksanakan segala perbuatan-Nya: mencipta, mengaruniakan rezeki, menebar rahmat, menurunkan azab dan sebagainya.

Karena itu, tidak perlu marah terhadap waktu dengan sumpah serapah, tidak boleh juga kita menamainya sial atau mujur.

Beberapa kali dalam Al Qur’an, Allah SWT bersumpah dengan waktu, dan Allah hanya bersumpah dengan sesuatu yang bernilai tinggi,

Allah bersumpah dengan waktu ashar (wal ‘ashri), waktu dhuha (wad dhuha), waktu fajar (wal fajr) dan malam (wal laili).

Sumpah Allah dengan waktu ini mengisyaratkan bahwa manusia begitu akrab dengan kegagalan dan keterpurukan manakala terlena dengan waktu.

Sumpah Allah itupun mengisyaratkan kemuliaan dan ketinggian waktu.

Waktu dihadirkan Allah SWT dengan tujuan tertentu.

Salah satu tujuan utamanya adalah sebagaimana dipaparkan Al Qur’an.

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin memgambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS:Al Furqaan:62)

Sedangkan Ali bin Abu Thalib r.a, mengatakan, ‘waktu itu bagaikan pedang, kalau engkau tidak menghentikannya, ia yang akan menghentikanmu

Al Qur’an menyebut 2 (dua) saat ketika manusia menyesali waktu yang telah disia-siakannya, tetapi penyesalan itu tak berguna sedikitpun.

Pertama,  saat menghadapi kematian. Ia berangan-angan seandainya waktunya ditangguhkan walaupun sebentar agar ia dapat memperbaiki keburukan yang telah dilakukannya.

Kedua,  diakhirat setelah meninggal. Manusia berangan-angan sekiranya mereka dapat kembali ke dunia untuk mengerjakan amal saleh sebanyak-banyaknya.

Ada nasihat yang bagus dan indah dari Umar Bin Khatab, yang patut kita renungkan, agar kita selalu memanfaatkan setiap peluang, ‘Apabila kamu berada di waktu sore, jangan menunggu datangnya waktu pagi. Dan apabila kamu berada di waktu pagi, janganlah menunggu datangnya sore. Manfaatkanlah saat sehatmu sebelum datang saat sakitmu, dan gunakan masa hidupmu sebelum datang masa matimu.’

Sedangkan salah seorang ulama mengatakan, “Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik lagi di hari ini.”

Pergunakan waktu dengan optimal dan kebaikan, baik dalam amaliah, belajar, mengurus rumah tangga, bekerja, ibadah dan lainnya.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: