Nasehat Singkat | Jangan Pernah Merasa Aman

🌎 BimbinganIslam.com
Sabtu, 10 Jumādal Akhir 1437 H/19 Maret 2016 M
📝 Materi Tematik
👤 Ustadz Nuzul Dzikri, Lc
🔊 Nasehat Singkat | Jangan Pernah Merasa Aman
⬇ Download Audio: bit.ly/MT-ND-JanganMerasaAman

📹 Sumber:

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
JANGAN PERNAH MERASA AMAN

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، و على آله و اصحابه ومن وله ، و بعد

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhanahu wa Ta’ala,

Kutipan Hadits Riwayat Tirmidzi nomor 2140

((حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا قَالَ نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ))

Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam seringkali membaca sebuah berdoa yang berbunyi:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat yang membolak-balikan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Para sahabat Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam, ketika mendengar Nabi mereka sering kali membaca doa tersebut, memberanikan diri bertanya kepada Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Mereka mengatakan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا

“Yā Rasūlullāh, kami sudah beriman kepada engkau dan kami beriman dengan ajaran yang engkau bawa, apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?”

Jadi (seakan-akan para sahabat berkata):

√ Kita sudah beriman;
√ Kita sudah shalāt;
√ Kita sudah berpuasa;
√ Kita zakat;
√ Kita bertauhid;
√ Kita benar-benar membumikan makna “Lā ilāha illallāh” dalam kehidupan kita;

Apakah masih ada yang engkau khawatirkan atas kami?

Apa kata Nabi kita  shallallāhu ‘alayhi wa sallam?

قَالَ نَعَمْ

Na’am…..
Seolah mengatakan….ya jelas!
Masih ada yang aku khawatirkan atas kalian.

Lalu Nabi mengatakan alasannya:

إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

“Sesungguhnya hati-hati manusia itu berada di antara dua jemari Allāh, Allāh bolak-balikan sesuai dengan apa yang Allāh kehendaki.”

(Hadīts ini diriwayatkan Imām Tirmidzi, Imām Ibnu Mājah dengan sanad yang Shahīh)

Saudaraku yang di rahmati oleh Allāh Subhanahu Wa Ta’ala,

Hadīts ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa tidak ada yang boleh merasa aman, apapun yang telah ia kerjakan.

☑Ketika kita sudah mengerjakan shalāt lima waktu;
☑Ketika kita sudah berpuasa ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa-puasa sunnah;
☑Ketika kita sudah membayar zakat dan tidak lupa berinfaq;
☑Ketika kita sudah mengenakan penampilan atau pakaian yang sesuai dengan sunnah nabi  shallallāhu ‘alayhi wa sallam, baik kita seorang laki-laki atau kita seorang wanita; kita sudah tutup aurat kita; kita sudah berhijab; atau
☑Kita sudah merasa berbakti kepada orangtua, melakukan silaturahim, kita sudah datang ke pengajian.

Tetap,  tidak boleh merasa diri aman!
√ Aman dari kekufuran.
√ Aman dari kebid’ahan/amalan yang tidak ada contohnya dari nabi kita  shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
√ Aman dari kemaksiatan.
√ Aman dari kenifakan (kemunāfiqkan).

Tidak ada satupun dari kita yang boleh merasa diri aman dan memiliki daya imun dari virus-virus tersebut.

Kenapa demikian?

Karena kalaupun ada orang yang mendapatkan posisi dan zona aman tersebut, maka orang-orang tersebut adalah:
↝Abū Bakar Ash Shiddīq
↝Ummar bin Al Khattab
↝’Utsmān bin Affan
↝’Ali bin Abi Thālib
↝Abū Hurairah
↝’Abdurahman bin ‘Auf
↝dan para sahabat-sahabat yang lain.

Sedangkan dalam hadīts ini mereka bertanya langsung kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, “Kami sudah beriman kepada engkau, dan kami beriman kepada ajaranmu,  yā Rasūlullāh. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?”

Dan nabi menyatakan,  “Ya.”

Nabi masih mengkhawatirkan para sahabat, Nabi masih mengkahwatirkan generasi terbaik, generasi yang dikatakan oleh Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

“Sebaik-baiknya manusia itu generasiku! ”

Kalau mereka saja masih dikhawatirkan, maka tidak ada yang boleh dari kita merasa aman sampai kita benar-benar berpisah dengan dunia.

Ini pelajaran bagi kita!

Oleh karena itu, marilah kita meneladani Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam, perbanyaklah do’a kepada Allāh,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat yang membolak-balikan hati, kokohkanlah hati ku diatas agama-Mu.”

Perbanyak do’a ini sebagaimana Nabi memperbanyak do’a tersebut.

Kalau ada orang yang boleh mencukupkan diri dan tidak berdo’a kepada Allāh, meminta kekokohan, meminta keistiqamahan, maka orang itu adalah Rasūlillāhi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Tapi lihat bagaimana adab Nabi dengan Allāh Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana sikap Nabi?

Beliau selalu berdo’a dan memperbanyak do’a:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat yang membolak-balikan hati, kokohkanlah hati ku diatas agama-Mu.”

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhanahu wa Ta’ala.

Maka perbanyak do’a ini,
↝dalam sujud-sujud kita,
↝diantara adzan dan iqamat,
↝dimalam-malam kita/disepertiga malam terakhir
↝diakhir waktu, dihari jum’at sebelum terbenamnya matahari.

Perbanyaklah do’a tersebut.

Semoga Allāh Subhanahu wa Ta’ala mengokohkan kita

Karena Allāh berfirman dalam surat Ghāfir ayat 60:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Minta kepadaku, aku akan kabulkan.”

Hingga kita benar-benar mengemis, meminta, mengangkat tangan kita kepada Allāh , meminta dikokohkan hati kita, maka Allāh Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkannya sebagaimana janji-Nya dalam surat Al Ghāfir ayat 60 di atas.

Lalu yang terakhir kerjakanlah:

↝Amal shālih  semaksimal mungkin.
↝Terimalah nasehat dan amalkanlah ketika nasehat itu benar, nasehat yang berdasarkan Al Qurānul Karīm dan hadīts-hadīts Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang shahīh.
↝Kerjakan amal ibadah semampu kita dan sekuat tenaga kita.

Allāh berfirman dalam surat An Nisā ayat 66:

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

“Kalau saja mereka mengamalkan apa yang dinasehatkan kepada mereka, maka itu lebih baik untuk mereka, dan akan lebih mengkokohkan hati mereka”

Allāh berfirman kalau saja mereka mengamalkan, maka mengamalkan nasehat yang bersumber dari Al Qurān, bersumber dari hadīts-hadīts Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang shahīh, yang valid dan dipahami dengan pemahamam yang benar.

Maka itu adalah “kunci kekokohan hati kita” sebagaimana tadi kita meneladani Rasūlullāh dengan terus membaca do’a:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Semoga hal ini bermanfa’at untuk saya yang berbicara dan saudara-saudaraku sekalian.

Dan semoga Allāh Subhanahu wa Ta’ala mengkokohkan hati kita dan memberikan kita husnul khatimah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


📦Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📮Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com

aongbhf4kl_lsdoq-rmkyqxyquxuvcjoysdiq22b-hsn

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: