Memakai Baju Baru

Otak di kepala kita, memproduksi dua pikiran: pikiran positif (baju baru) dan pikiran negatif (baju lama). Jauhi pikiran-pikiran negatif dan kedepankan pikiran positif. Kecemasan, kegalauam, putus asa, kesedihan, gundah gulana, kekhawatiran adalah sebagian dari pikiran negatif.

Kalau ini yang yang kita produksi dan kita adopsi, maka kehidupan kita akan lemas tak bertenaga dan berjalan ditempat. 

Tapi kalau pikiran-pikiran positif yang kita majukan, maka kehidupan kita kan jauh lebih segar dan tegar. 

Buang segala kecemasan, buang segala ketakutan, buang segala kekhawatiran, buang jauh-jauh bayangan-bayangan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.  

Serahkan saja kepada Sang Maha Segala-Nya. Yang penting yang kita lakukan adalah ikhtiar memperbaiki diri, “memakai baju baru – meninggalkan baju lama“. Berpikir hanya yang baik-baik. Serahkan urusan kita kepada Allah SWT.

Nikmati hasil Ramadhan kita yang telah kita jalani, dengan berbenah diri dan mengatur strategi kehidupan (baik rohaniah dan jasmaniah) agar kehidupan kita dimasa mendatang mempunyai arti dihadapan Allah SWT dan bermanfaat untuk sesama.

Syukuri segala karunia dan nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita.

” Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan”  (QS. Ar Rahman: 13)

“…Dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang.” (QS Yusuf: 64)

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: