Khutbah Jum’at Menjadi Umat Yang Mulia 5/5 (1)
5/51

Menjadi Umat yang Mulia

oleh: Waznin Mahfud

KHUTBAH PErTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

 

Hadirin Rahimakumullah wa a’azzakumullah!
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita dengan sesungguhnya, sebab tiada bekal yang paling utama bahkan paling berharga dalam hidup kita di dunia maupun di akhirat selain takwa.

Meningkatkan bekal utama merupakan keharusan bagi setiap individu muslim, di mana bekal utama itu sendiri merupakan hidayah dan nikmat yang patut kita syukuri dengan sebenar-benarnya, dan patut kita jaga agar tetap melekat di dalam jiwa kita, dengan demikian Allah pasti akan lebih mengokohkan keimanan kita dan lebih menebalkan ketakwaan kita kepadaNya, sebab sesungguhnya Allah, Dialah Dzat Yang Maha bersyukur!

Hadirin Rahimakumullah, waa’azzakumullah!
Sebagai umat yang paling dimuliakan oleh Allah, maka sudah seharusnya kita lebih bersyukur kepada Allah melebihi syukurnya umat yang shalih dari para Nabi terdahulu, sebab Allah telah menjadikan kita sebagai umat dari Nabi penutup kenabian dan juga pemimpin para Nabi, Nabi di akhir zaman, yang kelak akan diberi penghormatan sebagai penyandang lesensi pertama yang memberikan syafa’at bagi makhluk di padang Mahsyar nanti.

Kemudian kita juga dianugerahi kitab suci yang paripurna, pelengkap, pengoreksi, dan penyempurna dari kitab-kitab suci para Nabi terdahulu. Kita juga adalah umat yang diberi keistimewaan oleh Allah dengan syariat yang paling lengkap dan sempurna yang menjadi penghapus dan pengganti bagi segenap syariat dan ajaran para Nabi sebelumnya, sehingga hanya syariat agama ini saja yang diberlakukan oleh Allah Ta’ala bagi segenap umat manusia sampai Hari Kiamat, sedangkan agama lainnya tidak diterima oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللّهِ فَإِنَّ اللّهِ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali se-sudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.” (Ali-Imran: 19).

Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhi-rat termasuk orang-orang yang Rugi.” (Ali-Imran: 85).

Hadirin Rahimakumullah, waa’azzakumullah!
Bila kita telah mengetahui bahwa kita diciptakan sebagai umat yang dimuliakan oleh Allah a dengan berbagai keutamaan yang berlimpah daripada umat yang lain seperti pemimpin, syariat, kitab suci, dan yang lainnya, maka sudahkah kita merasakan, dan menemukan kemuliaan dan keutamaan itu pada diri kita? Sudah-kah kita menyadarinya dan terus mempertahankan serta memperjuangkannya? Bila tidak kita temukan, tidak kita Rasakan, apalagi menyadarinya, mana mungkin kita mampu untuk mempertahankan dan memperjuangkannya?

Jika kondisi kita seperti ini, yaitu tidak tahu akan kedudukan dan kemuliaan yang dianugerahkan Allah kepada diri kita, dan bahkan sebagian kita melakukan tindakan yang tidak patut sebagai umat yang mulia, melaksanakan larangan yang seharusnya dijauhi atau meninggalkan perintah yang mestinya ditaati, maka marilah kita bertaubat dengan segera, mulai saat ini juga, selagi kesempatan untuk bertaubat masih terbuka lebar di hadapan kita!

Hadirin Rahimakumullah, wa’azzakumullah!
Bukti kemuliaan kita sebagai umat pilihan adalah kita dianu-gerahi Kitab yang sempurna dan Relevan sepanjang zaman yaitu al-Qur`an yang suci, dan kita diwajibkan menaatinya, memahaminya, dan kita harus menggunakan akal kita untuk mentadabburinya, Allah ta’ala berfirman,

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shad: 29)

Itulah bukti kemuliaan kita sebagai umat Islam, Allah Ta’ala ber-firman,

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ. الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُوْلَئِكَ هُمْ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyem-bahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mende-ngarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antara-nya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang- orang yang mempunyai akal.” (Az-Zumar : 17-18)

Namun sudahkah kita mendapatkan kemuliaan itu?

Hadirin Rahimakumullah,
Kita harus mengakui bahwa masih sangat sedikit di antara kita yang mendapatkan kemuliaan itu, dan Allah Ta’ala adalah Dzat yang tiada pernah berbuat zhalim sedikitpun kepada hambaNya, apalagi kepada hamba yang beriman dan bertakwa kepadaNya.

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali-Imran: 171).

Maka sebagai umat yang jujur, marilah kita mengakui bahwa kita secara mayoritas belum melakukan amal shalih atau belum melaksanakan pokok kemuliaan umat ini yaitu melakukan nasihat menuju kepada Allah dan kitab suciNya al-Qur`an. Nasihat menuju kepada Allah q artinya beramal ibadah dengan sebaik-baiknya ke-pada Allah Ta’ala, ikhlas, meneladani, dan menaati RasulNya Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (Al-Anfal : 24).

Hadirin Rahimakumullah!
Itulah janji Allah jika kita telah memenuhi seruan Allah dengan sesungguhnya, janji yang berupa kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Namun kenyataan yang ada sekarang sungguh sangat menyedihkan, di mana mayoritas umat muslim telah melalaikan perintah yang telah digariskan oleh Sang pencipta, sehingga kebahagiaan yang dijanjikan menjauh dari pribadi-pribadi mereka.
Akhirnya Allah menimpakan ujian, fitnah dan azab kepada mereka disebabkan oleh tingkah mereka sendiri, padahal Allah Ta’ala telah mengingatkan di dalam FirmanNya,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-rum: 41).

Allah Ta’ala berfirman,

وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya.” (Al-Anfal: 25).

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Kita tidak bisa menutup mata terhadap Realita yang terjadi di sekitar kita, adanya sebagian besar umat Islam melakukan praktek-praktek larangan-larangan Allah, mereka tidak melakukannya dengan sembunyi-sembunyi ataupun dengan Rasa takut dan was-was, tetapi melakukannya dengan terang-terangan dan bahkan bangga terhadap perbuatannya tersebut, padahal Allah R telah memperingatkan dengan tegas bahkan mengancam dengan keras bagi siapa yang melakukan larangan tersebut.

Hadirin Rahimakumullah!
Marilah kita memohon ampunan dan memohon perlindungan kepada Allah dari melakukan praktek-praktek kemaksiatan atau kedurhakaan kepada Allah Ta’ala, karena jika kita terjerumus dan ber-kubang di dalam kemaksiatan dan kedurhakaan terhadap Allah, maka neraka yang menyala-nyala sudah siap menghadang kita di Hari Kiamat kelak.
Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tah-rim: 6).

Para sahabat Radhiyallahu ‘anhum memberikan penafsiran terhadap ayat ini: “Hendaklah kalian menyelamatkan diri kalian dan keluarga kalian dari siksa api neraka, dengan mendidik mereka di dalam naungan dan cahaya syariat dan perintah Allah, menolong dan membimbing mereka untuk selalu bersama melaksanakan syariat dengan benar. Sekaligus didiklah dan ajari mereka tentang memahami larangan-larangan syariat dan jauhkan mereka dari larangan-larangan itu, peringatkan mereka akan beratnya siksaan api neraka.”

Dengan cara itu -insya Allah- di mana pun umat ini berada, pasti kemuliaan bersanding dengan mereka dan kejayaan selalu menjadi kendaraan mereka, karena mereka memuliakan dan meng-agungkan Syiar Dinullah, agama yang suci ini, yang dapat meng-antarkan mereka ke gerbang kemuliaan dan kejayaan sepanjang mereka masih memegang teguh Din ini. Namun ketika berpaling dari syariat yang agung, suci lagi mulia ini, maka umat kita menjadi hina dina, terjajah, baik pemikiran maupun jasadnya, Rusak dan hancur mentalnya, mempunyai kecondongan melakukan tindakan-tindakan yang anorma, asusila, dan tidak lagi memper-hatikan kemaslahatan umat, karena prikemanusiaan telah sirna dari kamus hidupnya, yang ada adalah kepuasan nafsu dan jiwanya saja. Sehingga tidak menutup kemungkinan di antara mereka yang sampai tega menindas dan menghancurkan bangsanya sendiri, merusak lingkungan dan alam daerahnya sendiri, yang pada gilirannya berarti merusak diri mereka sendiri, keluarga, istri, anak cucu, dan generasi selanjutnya, karena mereka tdak menaati Allah dan batasan-batasan yang telah digariskan. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Katakanlah, ‘Sesungguhnya orang-orang yang Rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada Hari Kiamat.’ Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Az-Zumar: 15).

Padahal andaikan mereka mau beriman, beribadah kepada Allah dengan benar, mengikuti petunjuk yang sebaik-baiknya yaitu Sunnah RasulNya a, maka mereka pasti mendapat pertolongan, kemenangan, kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan yang sesung-guhnya di dunia maupun di akhirat.

Hadirin rahimakumullah, demikianlah keagungan dan ke-muliaan serta kebesaran umat ini, karena telah dijamin oleh Allah apabila mereka mengikuti dengan setia kepada Rasul Agung mereka.
Maka dari itu, mari kita songsong kembali kejayaan umat ini dengan kembali menapak jejak perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan selalu berpegang teguh terhadap Sunnah Shahih beliau, dan mari-lah kita segera bertaubat dari segenap kemaksiatan dan bid’ah yang menyelisihi sunnah beliau, karena Allah Ta’ala telah jauh-jauh hari memperingatkan umat tercinta ini untuk tetap teguh pada syariat dan keteladanan RasulNya dalam FirmanNya,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahNya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63).

Hadirin Rahimakumullah !
Marilah kita kembali dengan bersegera menyongsong pang-gilan Allah Ta’ala dan panggilan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wasallam demi kemuliaan di penghujung sisa usia kita, kita sambut panggilan cinta kasih Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Dzat yang menciptakan dan yang memelihara kita sekalian, Dzat yang Maha Lembut lagi Penyantun,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman ber-sama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; se-sungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu’.” (At-Tahrim: 8).

Hadirin Rahimakumullah,
Itulah janji yang amat mulia dan paling tinggi nilainya di akhi-rat kelak, sedangkan kemuliaan dan kejayaan juga telah dipersiap-kan dan dianugerahkan Allah di dunia ini bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepadaNya dengan sebenar-benar takwa. Kemuliaan dan kejayaan tersebut akan menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, dan keamanan yang sesungguhnya, sebagaimana terukir cemerlang dalam lembaran sejarah keemasan umat Islam periode pendahulu kita, seperti pada zaman rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan zaman Khulafaur Rasyidin Radhiyallahu ‘anhum, serta pada zaman-zaman para kha-lifah berikutnya yang istiqamah pada jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin Rahimakumullah, wa’azzakumullah! .
Akhirnya marilah kita segera mengganti amal-amal maksiat dan dosa kita dengan amal-amal shalih, kita segera campakkan dan kita jauhi amal-amal bid’ah dan kita ganti dengan amal-amal sunnah,

Kemudian marilah kita bersyukur atas semua nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita dan beristiqamah pada jalan yang lurus, dengan demikian kita bisa menyongsong kehidupan yang dijanjikan Allah, yaitu kehidupan yang lebih baik, sebagaimana kehidupan yang telah diukir oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang terkenal dengan kehidupan madani.

Dan tiada jalan yang lebih singkat dan cepat menuju ke arah kemuliaan dan kembali kepada kejayaan itu selain jalan taubat, sebab kesalahan dan dosa apa pun dapat dihapus dengan taubat nasuha. Allah q dengan kasih sayangNya, akan menyayangi kita, yaitu hamba-hambaNya yang dengan tulus ikhlas dan murni berhenti, menyesal dan berjanji akan menjauhi kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa yang telah berlalu; Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Al-Baqarah: 222).

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah yang kedua

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد,

 

Hadirin rahimakumullah!
Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah, semoga Allah berkenan mengampuni dosa-dosa kita, dosa dan kekhilafan kedua orang tua kita, dosa dan kealpaan nenek moyang dan seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, serta berkenan menerima taubat kita dengan menganugerahkan bagi kita semua Taubatan Nasuha! Amin; .

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَِينَ.



(Dikutib dari Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, Darul Haq Jakarta).

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: