Kata Pengantar – Ringkasan Fiqih Islam 4/5 (1)
4/51

RINGKASAN FIQIH ISLAM

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kata Pengantar

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah SWT. Kita memuji, meminta pertolongan, meminta ampun dan bertaubat kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan diri dan keburukan perbuatan kita. Siapapun yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkanNya maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang hak untuk disembah selain Allah SWT, dan tiada sekutu bagiNya. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.


Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taqwa; dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran :102)


Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kalian dari satu diri, dan darinya Allah SWT menciptakan pasangannya; dan dari keduanya Allah SWT memperkembangkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah SWT yang dengan (mempergunakan) namaNya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah SWT selalu menjaga dan mengawasi kalian. (QS. An-Nisaa`:1)


Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah SWT dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah SWT memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan siapa menta’ati Allah SWT dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al-Ahzab:70-71)

Amma ba’du:

Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah firman Allah SWT, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW. Seburuk-buruk perkara adalah yang ditambah-tambah dan setiap yang ditambah-tambah adalah bid’ah. Setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan masuk neraka. (HR. Abu Daud, An-Nasa`i, dan Ibnu Majah).

Saudaraku sesama Islam yang mulia:

Tidak disangsikan lagi bahwa fiqih dalam agama adalah amal yang paling utama, paling bersih dan paling mulia. Ia adalah mengenal Allah SWT dengan mengenal asma`, sifat dan perbuatanNya. Mengenal agama dan syari’atNya. Mengenal nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya. Dan mengamalkan konsekuensi hal tersebut dengan iman dan keyakinan.. ucapan dan perbuatan..

Nabi SAW bersabda, “Siapapun yang dikehendaki Allah SWT kebaikan, niscaya Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. al-Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan, satu sama lainnya saling menguatkan. Saat ini syirik dan kebodohan tersebar di mana-mana. Bid’ah, maksiat dan yang lainnya sudah menjadi pemandangan umum. Oleh karena itu, untuk menjalankan kewajiban dakwah kepada Allah SWT, melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, dan untuk memberikan peringatan kepada diriku dan teman-temanku, maka dengan mengharapkan ridha Rabbku sebagai alasan pertama, dan semoga penuntut ilmu menjadi paham, yang bodoh menjadi belajar, yang lupa menjadi ingat, yang maksiat menjadi bertobat, yang sesat menjadi mendapat petunjuk, yang keras hati menjadi lembut sebagai alasan kedua. Serta alasan ketiga, adalah saya melihat bahwa termasuk kewajiban saya dan sebagai tanda rasa syukur kepada nikmat Allah SWT kepadaku maka aku ikut bersama temtan-teman dalam menyebarkan agama Islam dan berdakwah kepada-Nya.

Allah SWT telah memberikan kemudahan kepadaku dengan nikmat dan karuniaNya, taufik dan pertolonganNya dalam munulis kitab ini; sejak dari menyiapkan, mengumpulkan dan menyusunnya dari berbagai macam kitab dan referensi yang beraneka ragam dalam bidang tauhid dan iman, akhlak dan adab, zikir dan do’a, serta hukum, dst.

Kitab ini telah tiba di tangan Anda –dengan karunia Allah SWT- dihiasi dan diberi mahkota dengan ayat-ayat Al-Qur`an yang mulia serta hadits-hadits Nabi yang shahih. Dalam masalah furu’ saya berpegang pada satu pendapat. Saya berharap kepada Allah SWT, semoga itulah pendapat yang benar. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan kepada yang mengambil faedah –terutama kalangan pemula- untuk mendapatkan apa yang dicari dengan mudah.

Saya telah meringkasnya, dan memudahkan susunannya agar orang alim dan pemula mendapatkan manfaatnya dalam waktu yang pendek dan cepat. Kitab ini –dengan karunia Allah SWT semata- penuh dengan ilmu, ringan bawaannya, serta sedang ukurannya.

Ahli ibadah akan mendapatkan faedah darinya dalam ibadahnya, pemberi nasehat dalam nasehatnya, mufti dalam fatwanya, guru dalam pengajarannya, qadhi (hakim) dalam memutuskan hukumnya, pedagang dalam transaksinya, juru dakwah dalam dakwahnya, dan seorang muslim dalam segala kondisinya. Maka, kepada Allah SWT kembali segala pujian dan syukur. Hanya Dia yang berhak untuk dipuji dan disyukuri.

Saya telah meringkas secara umum ushul (masalah-masalah pokok) dan masalah-masalahnya dalam furu’ (cabang) dari buku-buku para ahli fikih, baik yang panjang lebar, ringkasan, dll. Saya tambahkan juga dari fatwa-fatwa para ulama besar dari kalangan salaf dahulu dan sekarang. Saya berpegang kepada pendapat yang rajih (kuat) dari pendapat para imam yang empat, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi`i, dan Imam Ahmad rahimahumullah dll, serta dari para ulama Islam yang lain, jika kuat dalilnya.

Saya berusaha agar masalah-masalah dalam kitab ini, baik dalam bab-bab tauhid, dan hukum, serta yang lainnya berdasarkan dalil-dalil syara’ dari Al-Qur`an dan as-Sunnah, atau bersumber dari salah satunya. Jika ada masalah yang tidak ada nash yang tegas serta shahih, maka saya berpegang kepada pendapat pilihan dari para ulama ahli ijtihad dari kalangan salaf dan saat ini.

Saya menyebutkan panjang lebar dalil-dalil syara’ dalam bab-bab tauhid, iman, ilmu, keutamaan, akhlak, adab, zikir, dan doa karena kebutuhan setiap muslim kepada hal-tersebut.

Biasanya, saya cukupkan dengan hukum saja, tanpa dalil dan alasan di dalam semua bab-bab fikih hukum agar kitab ini tidak terlalu tebal dan masalahnya tidak bercabang-cabang, sehingga keluar dari tujuan penulisan. Siapa yang ingin mengetahui dalil-dalil syara’, ia dapat mencarinya pada kitab-kitab fikih yang besar seperti Al-Mughni, Al-Fatawa, Al-Umm, Al-Mabsuth, Al-Mudawwanah serta Kitab-kitab Fikih dan hadits lainnya. Terkadang saya menyebutkan dalil dalam masalah-masalah hukum. Bisa jadi karena pentingnya masalah tersebut, atau kasus seperti itu banyak terjadi, sebagai dorongan melakukannya, atau sebagai peringatan darinya. Sisi ilmiyah dalam kitab ini disandarkan kepada dua pokok yang besar, yaitu al-Qur`an dan as-Sunnah dengan pemahaman generasi terdahulu dari umat ini (salafus shalih).

Saya telah menyandarkan ayat-ayat Al-Qur`an al-Karim ke tempatnya dengan menyebutkan nama surat dan nomor ayat.

Adapun hadits-hadits Nabi SAW, saya telah berupaya untuk tidak memuatnya di dalam kitab ini kecuali hadits shahih atau hasan disertai penyebutan sumbernya dalam kitab-kitab hadits dan menjelaskan statusnya; shahih atau hasan seperti berikut ini:

1. Mengutip dan mencatat semua hadits-hadits yang terdapat dalam kitab dari sumbernya yang shahih.

2. Apabila hadits tersebut ada dalam dua kitab shahih (Al-Bukhari dan Muslim) saya menyebutkan nomornya di dalam keduanya dan jika terdapat di salah satunya, saya menyebutnya disertai nomor di dalamnya. Terkadang saya menyebutkan bersama salah satu dari keduanya imam hadits yang meriwayatkan hadits tersebut di dalam kitab-kitab sunnah yang lain untuk tambahan faedah dan menetapkan lafaznya.

3. Apabila hadits tersebut di luar shahihain seperti musnad, kitab sunan yang empat, Ad-Darimi dan kitab-kitab sunnah lainnya, saya sebutkan dua sumber baginya. Terkadang lebih sedikit dan terkadang lebih banyak disertai penyebutan nomornya dalam asalnya dan nomor tashhih (penjelasan tentang keshahihannya) menurut Syaikh al-Albani rahimahullah dalam shahih sunan empat dan yang lainnya, dan terkadang menurut yang lainnya.

4. Apabila hadits tersebut diriwayatkan dari satu sumber, saya sebutkan nomornya di kitab asalnya dan nomornya dalam tashhih menurut Syaikh al-Albani dan yang lainnya. Terkadang saya memindahkan ke tempat yang lain untuk tashhih seperti, as-Silsilah ash-Shahihah, Irwa` al-Ghalil, dan Shahih al-Jami’ karya Syaikh al-Albani rahimahullah.

5. Dalam mentakhrij hadits, saya menyebutkan nomornya hadits dari sumbernya. Bila sumber hadist tersebut tidak mempunyai nomor secara umum, saya sebutkan nomor juz dan halaman.

6. Apabila hadits tersebut di luar kitab ash-Shahihain, saat mentakhrij, saya berpegang dalam menulis (shahih atau hasan) di depan setiap hadits untuk memutuskan shahih atau hasannya hadist. Kemudian saya menyandarkannya kepada dua sumber dari kitab sunan dan lainnya, disertai penyebutan nomor tashhihnya menurut Syaikh al-Albani di dalam keduanya atau menurut pendapat yang lainnya.

7. Bila hadits tersebut terulang di tempat lain, biasanya saya mengulangi takhrijnya bersamanya. Terkadang saya memasukkan hadits shahih atau sebagiannya untuk menjelaskan hukum, targhib (anjuran untuk beramal), atau tarhib (menakutkan/melarang).

Kitab yang ada di hadapan Anda ini adalah kitab tentang pengenalan Islam secara umum, akidah dan hukum, akhlak dan adab. Saya kumpulkan di dalamnya yang sudah terpisah dan saya susun bab, masalah dan dalil-dalilnya.

Kitab ini saya beri nama “Ringkasan Fiqih Islam”, bagian pertamanya adalah tauhid dan iman, pertengahannya sunnah dan hukum, dan penutupnya dakwah kepada Allah.

Saya menulisnya dalam sepuluh bab yang disusun sebagai berikut:

1. Bab Pertama : Tauhid dan Iman.

2. Bab Kedua : Memahami al-Qur`an dan as-Sunnah dalam keutamaan, Akhlak, Adab, Zikir, dan Doa.

3. Bab Ketiga : Ibadah

4. Bab Keempat : Mu’amalah

5. Bab Kelima: Kitab Fara`idh

6. Bab Keenam : Kitab Nikah.

7. Bab Ketujuh : Qishash dan Hudud

8. Bab Kedelapan : Kitab Qadha`

9. Bab Kesembilan : Kitab Jihad

10. Bab Kesepuluh : Berdakwah kepada Allah

Ambillah wahai saudaraku taman yang bunga-bunganya telah mekar, buahnya telah matang, dan naungannya nan teduh. Kitab ini semata-mata karunia dan rahmat Allah SWT kepadaku. Apapun kebenaran yang ada di dalamnya, maka berasal dari Allah SWT semata, dan apapun kesalahan yang terdapat di dalamnya maka berasal dari (kelemahan) diriku dan dari setan. Aku memohon ampunan kepada Allah SWT dari kesalahan lisan, atau terjadi karena lupa bukan pada tempatnya. Setiap penulis, meski telah bersungguh-sungguh dan berhati-hati, memfokuskan pikiran, terus menerus membahas dan mengarang, banyaknya masalah dan bab, secara rinci dan ringkas, niscaya sedikit sekali yang terlepas dari kesalahan, atau kesalahan tanpa disengaja. Terutama sekali di masa sekarang, sedikit sekali pengarang yang jernih fikirannya dikarenakan banyaknya kesibukan dan jalanan, serangan gangguan dan usikan, bala dan sakit hati yang datang silih berganti, dan setiap Anak Adam pasti pernah bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat. Maka kita memohon ampunan dan ridha kepada-Nya.

Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah SWT agar memberikan manfaat dengannya kepadaku dan kaum muslimin, menjadikannya ikhlas untuk mengharap Wajah Allah yang mulia, menerimanya dariku, mengampuni dosaku, memaafkan kesalahanku dan kedua orang tuaku, keluargaku, dan setiap orang yang membacanya, atau mendengarnya, atau mengambil manfaat dengannya, atau mengajarkannya, atau membantu menyebarkannya dan semua umat Islam. Dia-lah yang mencukupi kita dan Dia-lah sebaik-baik penolong. Semoga Allah SWT memberi rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga dan sahabatnya sekalian. Amin

Ditulis oleh orang yang mengharapkan ampunan Rabbnya:

Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah al-Tuwaijiri

Kerajaan Saudi Arabia – Buraidah

Telp. 0503135896 – 0504953332 – 0555144300

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: