Waktu Disunnahkan Makan Pada Hari ‘Ied

Kedelapan

KAPAN DISUNNAHKAN MAKAN PADA HARI IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA?

 

Dari Anas رضي الله عنه, ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَغْدُ وْيَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَاْكُلَ تَمَرَاتٍ

“Rasulullah صلي الله عليه وسلم tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fithri hingga beliau makan beberapa butir kurma”.1 

Berkata Imam Al Muhallab :  “Hikmah makan sebelum shalat (Idul Fithri) adalah agar orang tidak menyangka masih diharuskan puasa hingga dilaksankan shalat Id, seolah-olah beliau ingin menutup jalan menuju ke sana” (Fathul Bari 2/447, lihat di dalam kitab tersebut ucapan penulis tentang hikmah disunahkannya makan kurma) 

Dari Buraidah رضي الله عنه ia berkata: 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَيَوْمَ النَّحْرِ لاَ يَاْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَاْكُلُ مِنْ نَسِيْكَتِهِ

“Nabi صلي الله عليه وسلم tidak keluar pada hari Idul Fithri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari mushalla) lalu beliau makan dari sembelihannya”2 

Al-Allamah Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata:  “Adapun dalam Idul Adha, beliau tidak makan hingga kembali dari Mushalla, lalu beliau makan dari hewan kurbannya” (Zadul Ma’ad 1/441) 

Al-Alamah Asy Syaukani رحمه الله menyatakan:3  “Hikmah mengakhirkan makan pada Idul Adha adalah karena hari itu disyari’atkan menyembelih kurban dan makan dari kurban tersebut, maka bagi orang yang berkurban disyariatkan agar berbukanya (makan) dengan sesuatu dari kurban tersebut. Demikian pulalah yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah” (Lihat Al-Mughni 2/371) 

Berkata Az-Zain Ibnul Munayyir:4  “Makanya beliau صلي الله عليه وسلم pada masing-masing Id (Idul Fithri dan Idul Adha) terjadi pada waktu disyariatkan untuk mengeluarkan sedekah khusus dari dua hari raya tersebut, yaitu mengeluarkan zakat fithri sebelum datang ke mushalla dan mengeluarkan zakat kurban setelah menyembelihnya”.




1. Hadits Riwayat Bukhari 953, Tirmidzi 543, Ibnu Majah 1754 dan Ahmad 3/125, 164, 232

2. Diriwayatkan Tirmidzi 542, Ibnu Majah 1756, Ad-Darimi 1/375 dan Ahmad 5/352 dan isnadnya hasan

3. Dalam Nailul Authar 3/357

4. Lihat Fathul Bari 2/448

Previous

Next

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: