II. BAB AKHLAK

Fadhilah Berakhlak Baik.

Kemuliaan Akhlak Nabi SAW

Sifat Pemurah Nabi SAW

Sifat Pemalu Nabi SAW

Sifat Rendah Diri Nabi SAW

Sifat Berani Nabi SAW

Sifat Lemah Lembut Nabi SAW

Sifat Pemaaf Nabi SAW

Sifat Penyayang Nabi SAW

Tertawa Nabi SAW

Menangis Nabi SAW

Marah Nabi SAW

Sifat Iba Nabi SAW

Zuhud Nabi SAW

Sifat Adil Nabi SAW

Sifat Penyantun Nabi SAW

Sifat Sabar Nabi SAW

Ciri-Ciri Fisik Nabi SAW

Akhlak

Fadhilah Akhlak yang Baik.

Allah SWT
berfirman memuji Nabi SAW:


Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al Qalam : 4 )

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Darda’ , dari Nabi SAW
beliau bersabda: “Tidak ada amalan yang melebihi berat timbangannya di hari kiamat dari akhlak yang baik “. H.R. Abu
Daud dan Tirmizi. (hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :4799 dan Tirmizi no hadist: 2002)

Hadist Nabi SAW:


Dari Amru bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya ia berkata: Nabi SAW
bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan orang yang paling aku sukai dan paling dekat tempatnya denganku nanti di hari kiamat? Para shahabat terdiam. Maka beliau mengulanginya dua atau tiga kali. Lalu mereka berkata: “Mau wahai rasulullah!, beliau bersabda: “Orang yang paling baik akhlaknya”. H.R. Ahmad dan Bukhari di kitab Adab Mufrad. (hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :6735 dan Tirmizi no hadist: 751)

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, orang mukmin yang berakhlak baik mendapatkan pahala sama dengan orang yang berpuasa di siang hari dan tahajjud di malam hari, manusia yang terbaik adalah orang yang paling mulia akhlaknya, dan orang mukmin yang paling baik adalah yang paling bagus akhlaknya. Karena itu berusaha untuk mendapatkan akhlak yang baik lebih utama dan penting daripada berusaha mendapat emas dan perak.


Dari Abu Hurairah , Rasulullah SAW
bersabda: “Manusia laksana bahan tambang emas dan perak, orang yang terbaik di masa jahiliyah juga orang yang terbaik di masa Islam jika ia memahami (ajaran Islam), ruh laksana tentara yang berada di bawah perintah, dia akan sesuai dengan ruh lain yang telah dikenalnya dan akan berselisih dengan ruh lain yang tidak dikenalnya“. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3493 dan Muslim no hadist: 2638)

Manusia yang Paling Baik Akhlaknya.

Cara yang terbaik dan termudah untuk mencapai akhlak yang baik adalah dengan meneladani Rasulullah SAW
yang akhlaknya adalah Al Quran, beliau adalah manusia yang terbaik akhlak dan rupanya; dia memberi kepada orang yang kikir kepadanya, memaafkan orang yang menzaliminya, menyambung silaturahim terhadap orang yang memutuskannya, berbuat baik kepada orang yang menyakitinya. Itu semua merupakan pokok-pokok akhlak. Karena itu hendaklah kita meneladaninya dalam seluruh sisi hidupnya kecuali hal yang merupakan kekhususan beliau seperti sifat kenabian, mendapat wahyu, menikahi lebih dari empat orang istri, istrinya haram dinikahi setelah beliau meninggal, haram memakan sedekah, hartanya tidak diwarisi dan lain-lain.

Dalam pasal selanjutnya saya akan jelaskan akhlak-akhlak yang terpenting yang dianjurkan oleh Nabi SAW
dan yang beliau terapkan, dan ciri-ciri khusus beliau agar menjadi contoh bagi setiap pribadi muslim untuk diamalkan dan memantapkan jiwa untuk berusaha meraihnya.

1. Allah SWT
berfirman:


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al Ahzab: 21).

2. Allah SWTberfirman:


“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (Q.S. Al A’raaf: 199) .

Akhlak Nabi SAW
yang Mulia.

1. Allah SWT
berfirman:


Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al Qalam: 4)

2. Hadist Nabi SAW:

Dari Abdullah bin `Amru , ia berkata: “Rasulullah SAW
bukanlah orang yang suka mengucapkan kata kotor, atau sengaja mengucapkan kata kotor, bahkan beliau bersabda: “Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya”. Muttafaq ‘alaih.(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3559 dan Muslim no hadist: 2321)

3. Hadist Nabi SAW:


Dari Anas , Ia berkata: “Sungguh aku telah melayani Rasulullah SAW
selama sepuluh tahun, tidak pernah beliau berkata kepadaku: “cis,” dan tidak pernah mengatakan terhadap sesuatu yang telah aku kerjakan: “Kenapa engkau lakukan? Dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak aku lakukan: “Kenapa engkau tidak melakukan hal ini?
. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6038 dan Muslim no hadist: 2309.)

Sifat Pemurah Nabi SAW.

1. Hadist Nabi SAW:


Dari Jabir , ia berkata: “Tidak pernah sedikitpun Rasulullah SAW
dimintai sesuatu lalu beliau mengatakan: “Ttidak”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6034 dan Muslim no hadist: 2311)

2. Hadist Nabi SAW:


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma, ia berkata: “Rasulullah SAW
manusia yang paling pemurah dan lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam di bulan Ramadhan, lalu Jibril mengajarinya Al Qur’an, dan sungguh Rasulullah SAW
ketika Jibril menemuinya beliau sangat murah melakukan kebajikan melebihi angin yang berhembus”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6 dan Muslim no hadist: 2368)

3. Hadist Nabi SAW:


Dari Anas , ia berkata: “Tidaklah Rasulullah SAW
diminta sesuatu dengan alasan Islam melainkan beliau memberinya dan telah datang seseorang kepadanya lalu beliau memberi orang tersebut harta rampasan perang sebanyak dua gunung, lalu orang tersebut kembali kepada kaumnya dan berkata : “Hai kaumku masuklah Islam, sungguh Muhammad memberi suatu pemberian seperti pemberian orang yang tidak takut miskin”. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2312)

Sifat Pemalu Nabi SAW


Dari Abu Sa’id Al Kudri , ia berkata: “Rasulullah SAWlebih pemalu dari seorang gadis dalam pingitan, jika beliau melihat sesuatu yang dibencinya maka kami mengetahuinya dari raut wajah beliau”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6102 dan Muslim no hadist: 2320)

Sifat Rendah Diri Nabi SAW

Hadist Nabi SAW:


Dari Umar bin Al Khattab , ia berkata: aku mendengar Nabi SAW
bersabda: “Janganlah kalian terlalu berlebihan memujiku, seperti Nasrani berlebihan memuji Isa bin Maryam, aku hanyalah seorang hamba Allah maka katakanlah: “Hamba Allah dan rasul-Nya”
. H.R. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3445)

Hadist Nabi SAW:


Dari Anas bahwa seorang wanita yang terkena gangguan jiwa berkata: “Wahai rasulullah, aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mu”. Maka Nabi bersabda: “Wahai ummu fulan, carilah lorong jalan yang engkau sukai hingga aku
membantu menyelesaikan masalahmu.” Maka Nabi bersama wanita tersebut di jalanan hingga si wanita selesai menyampaikan keperluannya. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2326)

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Huraira , dari Nabi SAW
bersabda: “Andai aku diundang untuk makan kaki kambing yang di bawah lutut maka akan kupenuhi, dan jika dihadiahkan kepadaku paha ataupun kaki kambing yang di bawah lutut, niscaya akan kuterima.”
HR. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :2568)

Sifat Pemberani Nabi SAW.

1. Hadist Nabi SAW:


Dari Anas bin Malik berkata: “Adalah Rasulullah SAW
adalah orang yang paling baik, orang yang paling dermawan dan orang yang paling berani. Suatu malam penduduk kota Madinah dikejutkan oleh sebuah suara, maka orang-orang segera menuju arah suara tersebut, akan tetapi mereka mendapati Rasulullah SAW telah kembali, sungguh beliau telah lebih dahulu kearah suara itu. Beliau menunggang kuda milik Abu Thalhah yang tidak berpelana sambil menyandang pedang seraya bersabda: “Kalian tidak perlu takut, kalian tidak perlu cemas.” Anas berkata: “Kami dapati kuda tersebut berlari dengan sangat cepat”, padahalkuda tersebut adalah kuda yang lambat. Muttafaq alaih. (. muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :2908 dan Muslim no hadist: 2307)

2. Hadist Nabi SAW


Dari Ali berkata: “Sungguh aku melihat pada saat perang Badar bahwa diri kami berlindung dengan Rasulullah SAW, padahal beliau berada pada posisi yang paling dekat dengan musuh, dan beliau pada saat itu adalah orang yang paling banyak mendapat cobaan. H.R.Ahmad. (hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :654)

Sifat Lemah Lembut Nabi SAW.

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Hurairah , ia berkata: “Seorang Arab badui kencing di dalam masjid Rasulullah SAW, lalu para sahabat bangkit untuk ingin memukulnya, maka Nabi SAW
bersabda: “Biarkanlah dia! Kemudian tuangkan seember air pada bekas kencing tersebut, Sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan manusia, dan kalian tidak diutus untuk menyulitkan mereka
.” H.R. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6128)

Hadist Nabi SAW:


Dari Anas bin Malik , dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Mudahkanlah! dan jangan mempersulit, dan berilah kabar gembira! Dan janganlah membuat orang menjauh (dari Islam).” Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6125 dan Muslim no hadist: 1734)
Hadist Nabi SAW:


Dari Aisyah radhiyallahuanha, bahwa Nabi SAW
bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha lemah lembut, dan menyukai sikap lemah lembut, dan Dia memberi kepada orang yang bersikap lemah lembut sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada orang yang bersikap kasar, dan memberikan sesuatu yang tidak diberikannya sikap yang lain.”
HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2593)

Sifat pemaaf Nabi SAW.

Allah SWT
berfirman:


“Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al Maidah: 13) .

Hadist Nabi SAW:


Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata: “Tidaklah Rasulullah SAW
dihadapkan pada dua pilihan, melainkan beliau mengambil yang termudah selama pilihan tersebut tidak termasuk dosa, dan apabila termasuk dosa, beliau adalah orang yang paling menjauhinya, beliau tidak pernah sama sekali balas dendam untuk kepentingan dirinya, kecuali jika ada pelanggaran terhadap apa yang diharamkan oleh Allah, maka beliau membalasnya karena Allah SWT.” Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3560 dan Muslim no hadist: 2327.)

Sifat Penyayang Rasulullah SAW

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Qatadah , ia berkata: “Nabi SAW
keluar kepada kami (untuk shalat) sambil menggendong Umamah binti Abi Al Ash di pundaknya lalu beliau mendirikan shalat. Bila ruku’ maka beliau melepas Umamah. Dan bila beliau bangkit dari ruku’ maka Umamah digendongnya kembali”. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5996 dan Muslim no hadist: 543)

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Hurairah berkata: “Nabi SAW
mencium Hasan bin Ali , sementara di sisi beliau terdapat Aqra` bin Haabis, ia berkata: “Aku memiliki sepuluh orang anak, tapi tidak seorangpun yang pernah aku cium, lalu Rasulullah SAW memandangnya dan bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihi, niscaya dia tidak akan dikasihi
“. Muttafaq ‘alaih. (. muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5997 dan Muslim no hadist: 2318.)

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian menjadi imam pada sautu shalat jamaah, hendaklah dia meringankan shalatnya, karena di antara jemaah tersebut ada yang lemah, ada yang sakit, dan ada yang tua renta, dan apabila salah seorang di antara kalian shalat secara sendiri, maka panjangkanlah shalat dengan sesukanya.”
Muttafaq ‘alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :703 dan Muslim no hadist: 467)

Diantara contoh sikap sayang Nabi SAW
kepada pembantu, sabda beliau:


“Mereka adalah saudaramu, Allah menjadikan mereka di bawah kekuasaanmu, maka barangsiapa yang saudaranya di bawah kekuasaannya maka hendaklah dia memberikan (saudaranya itu) makan dari apa yang dia makan, dan memberinya pakaian seperti apa yang ia pakai, janganlah membebani mereka sesuatu yang menyusahkan mereka, maka jika engkau bebani mereka suatu pekerjaan bantulah mereka“. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :30 dan Muslim no hadist: 1661.)

Di antara contoh sifat penyayang Nabi SAW
kepada musuh:


Dari Anas berkata: “Terdapat seorang anak Yahudi yang pernah melayani Nabi SAW, suatu ketika dia sakit maka Nabi SAW
menjenguknya dan duduk di sisi kepala anak tersebut, beliau bersabda kepadanya: “Masuk Islamlah”, si anak tersebut menoleh ke bapaknya yang berada di sisinya, maka bapaknya berkata: “Patuhilah Abu Qassim (gelar nabi Muhammad SAW)”, lalu dia masuk Islam lalu Nabi SAW
keluar seraya bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka”.
HR. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :1356)

Tertawanya Nabi SAW.

Hadist Nabi SAW:


Dari Aisyah radhiyallahuanha, ia berkata: “Rasulullah SAW
tidak pernah tertawa terbahak-bahak hingga terlihat pangkal lidahnya, hanyasanya beliau tersenyum”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6092 dan Muslim no hadist: 899)

Hadist Nabi SAW:


Dari Jarir berkata: “Rasulullah SAW
tidak pernah menghalangiku (masuk rumahnya) sejak aku memeluk Islam dan beliau selalu tersenyum saat melihatku”. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6089 dan Muslim no hadist: 2475)
Menangisnya Rasulullah SAW:

Hadist Nabi SAW:


Dari Ibnu Mas`ud berkata: “Nabi SAW
berkata kepadaku: “Bacakanlah Al Qur’an untukku”, akupun berkata: “Wahai Rasulullah, pantaskah aku membaca Al Qur’an untukkmu, sedangkan dia diturunkan kepadamu?”, beliau bersabda:

Sesungguhnya aku suka mendengar Al Qur’an dari orang lain”, maka akupun mulai membaca surat An Nisaa’ hingga sampai pada ayat 41:


“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muahammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”.

Beliau bersabda: “Sekarang cukup“, aku menoleh kepada beliau, tiba-tiba kedua matanya berlinang”. Muttafaq’alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5050 dan Muslim no hadist: 800)

Hadist Nabi SAW:


Dari Abdullah bin Syikhkhir , ia berkata: “Aku mendatangi Rasulullah SAW
sedangkan beliau tengah melakukan shalat dan aku mendapati rongga dada beliau ada gemuruh seperti air mendidih dalam panci karena menangis”. H.R. Abu Daud dan Nasa’I . (Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 904 dan Nasa’I no hadist: 1214)

Marahnya Nabi SAW
karena Allah.

1. Hadist Nabi SAW:


Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata: “Rasulullah SAW
datang dari sebuah perjalanan dan aku telah menutup beranda rumah dengan tirai yang bergambar mahluk hidup, ketika Rasulullah SAW
melihatnya beliau menyentak tirai tersebut dan raut mukanya berubah, beliau bersabda: “Manusia yang paling berat siksanya di sisi Allah di hari kiamat adalah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6109 dan Muslim no hadist: 2107.)

3. Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Mas’ud berkata : “Seorang lelaki datang kepada Nabi SAW
lalu berkata: “Sungguh aku tidak ikut shalat shubuh (berjamaah) karena si fulan (imam) membaca surat yang terlalu panjang”, dan aku tidak pernah melihat Nabi SAW marah di saat memberikan nasehat melebihi kemarahan beliau di hari itu, beliau bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang
yang membuat orang menjauhi agama Allah maka barangsiapa di antara kalian
menjadi imam hendaklah meringankan (shalatnya) karena di belakangnya ada
orang yang sudah tua, anak-anak, dan orang yang mempunyai hajat”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6110 dan Muslim no hadist: 466)

Kasih Sayang Rasulullah SAW
Terhadap Umatnya:

Allah SWT
berfirman:


Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Q.S. At Taubah: 128 ) .

Hadist Nabi SAW:


Dari Jabir , ia berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Perumpamaanku dengan kalian seperti seorang lelaki yang menyalakan api, maka belalang dan laron terperosok ke dalam api tersebut, sementara lelaki tersebut berusaha menghalaunya (agar tidak terperosok ke dalam api itu). Aku yang selalu berusaha memegang ikat pinggang kalian agar tidak terjerumus ke dalam api neraka, sedangkan kalian berusaha untuk lepas dari peganganku.” HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2285)

Pergaulan Nabi SAW
dengan Manusia.


Dari Anas bin Malik , ia berkata: “Nabi SAW
bergaul dengan kami, beliau bercanda dengan adikku seraya bersabda,” Wahai, Abu Umair apa yang dilakukan oleh burung kecilmu yang bernama: “Anugair”?
Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6129 dan Muslim no hadist: 2150)

Kezuhudan Nabi SAW.

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Ya Allah, jadikanlah rezki keluarga Muhammad hanya makanan pokok”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6460 dan Muslim no hadist: 1055)

Hadist Nabi SAW:


DariAisyah radhiyallahuanha berkata: “Tidak pernah keluarga Muhammad SAW
kenyang dengan makan gandum selama tiga hari berturut-turut semenjak beliau datang ke Madinah hingga beliau wafat”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5416 dan Muslim no hadist: 2970)

Hadist Nabi SAW:


Dari ‘Urwah dari Aisyah radhiyallahuanha bahwa Aisyah pernah berkata: "Demi Allah, wahai anak saudariku, kami melihat bulan sabit kemudian bulan sabit lagi, kemudian bulan sabit kembali, tiga bulan sabit dalam dua bulan tetapi tidak pernah api dinyalakan di rumah isteri-isteri Rasulullah. Aku bertanya: "Wahai bibi, dengan apakah kalian makan?", Ia menjawab: "Korma dan air, hanyasanya Rasulullah SAW mempunyai tetangga dari kaum Anshar yang sering memberi beliau hadiah, mereka sering mengirim susu kepada Rasulullah SAW
lalu beliau memberikannya kepada kami”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :2567 dan Muslim no hadist: 2972)

Hadist Nabi SAW:


Dari Amru bin Harits berkata: “Rasulullah tidak meninggalkan satu dinar pun ketika beliau wafat, tidak juga satu dirham, tidak juga seorang budak laki-laki atau budak perempuan, tidak juga sesuatu apapun kecuali seekor onta yang putih yang biasanya beliau tunggangi dan sebuah senjata serta sebidang tanah yang telah beliau sedekahkan untuk para musafir”. HR. Bukhari. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :4461.)
Sifat Adil Nabi SAW.


Dari Aisyah radhiyallahuanha bahwa orang-orang Quraisy merasa gelisah tentang dengan seorang wanita dari bani Makhzum yang mencuri, mereka berkata: “Siapa yang beranni membujuk Rasulullah SAW
dalam masalah ini?”, mereka berkata: “Tidak ada yang berani berbicara kepada beliau kecuali Usamah bin Zaid, kesayangan Rasulullah SAW”, lalu Usamah membicarakan hal tersebut kepada Nabi SAW
maka beliau bersabda: “Apakah engkau memberi syafaat dalam hukum had (yang telah ditetapkan) oleh Allah Ta’ala?”, kemudian beliau berdiri lalu berhkutbah seraya bersabda: “Sesungguhnya umat sebelum kalian dibinasakan karena apabila yang mencuri di antara mereka adalah orang yang terpandang mereka membiarkannya (tanpa hukuman) namun apabila yang mencuri adalah orang yang lemah mereka laksanakan hukum had, demi Allah, jikalau Fatimah binti Muhammad mencuri niscaya akan kupotong tangannya”
. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3475 dan Muslim no hadist: 1688)


Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata kepada Nabi SAW: “Apakah engkau pernah merasakan suatu hari yang lebih berat dari hari di perang Uhud?”, beliau bersabda: “Sungguh aku pernah merasakannya dari kaummu, yaitu ketika aku mendapat tekanan yang sangat berat dari mereka di hari Aqabah (bukit di Thaif) ketika aku menawarkan diriku (minta bantuan) kepada Ibnu ‘Abdiyalil bin ‘Abdi Kulal tetapi dia tidak mengabulkan keinginanku, aku berjalan dalam keadaan bimbang, lalu aku baru sadar ketika sampai di Qornu tsa’alib, aku mengangkat kepalaku (ke langit) tiba-tiba diriku berada di bawah gumpalan awan yang menaungiku, dan aku melihat ternyata ada Jibril , ia memanggilku seraya berkata: “Sesungguhnya Allah SWT
mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan penolakan mereka terhadapmu dan Allah mengutus kepadamu malaikat gunung yang siap engkau perintahkan dengan sekehendakmu”, lalu malaikat gunung memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku kemudian dan berkata: “Hai Muhammad! sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan aku adalah malaikat gunung dan Tuhanku mengutusku kepadamu agar

engkau memerintahkanku, maka apa yang engkau kehendaki ?, jika engkau mau niscaya akan aku timpakan kepada mereka dua gunung besar ini (yang mengelilingi kota Mekkah)”, lalu Nabi SAW
bersabda: “Tetapi aku mengharap semoga Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka orang-orang yang beribadah kepada Allah Yang Esa, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatuapapun”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3231 dan Muslim no hadist: 1795)

Sifat Sabar Nabi SAW:

Hadist Nabi :


Dari Ibnu Mas`ud berkata: “Aku masuk menemui Nabi SAW
di saat beliau sedang mengerang kesakitan, lalu aku menyentuhnya dan berkata: “Sesungguhnya engkau sedang merasakan sakit yang begitu berat”, beliau bersabda: “Benar, aku merasakan sakit seperti dua orang laki-laki di antara kalian merasakannya“. Muttafaq ‘alaih.(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5667 dan Muslim no hadist: 2571)

Hadist Nabi :


Dari Khabab bin Al Arats berkata: “Kami mengadu kepada Rasulullah SAW
di saat beliau sedang berbantalkan selendangnya di bawah naungan Ka’bah, lalu berkata: “Kenapa engkau tidak minta pertolongan untuk kami?! Kenapa engkau tidak berdo’a untuk kami?”, maka beliau bersabda: “Sungguh umat sebelum kalian telah disiksa (di mana seseorang di antara mereka) digalikan baginya sebuah lubang lalu dia ditanam ke dalam lubang tersebut kemudian gergaji diletakkan di atas kepalanya, lalu badannya terbelah menjadi dua, dan dagingnya dicabik-cabik dengan garpu besi sehingga berpisah tulang dengan daging tapi penyiksaan itu tidak menyebabkan dirinya berpaling dari agamanya, demi Allah, sungguh Allah akan menyempurnakan dien ini sehingga seseorang berjalan dari Son’a ke Hadramaut, dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah dan si pengembala tidak khawatir kambingnya dimakan serigala, tapi kalian terlalu tergesa-gesa” HR. Bukhari(diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6943)
Kepribadian Nabi SAW


“Rasulullah SAW
adalah orang yang paling rupawan, orang yang paling bagus fisiknya, tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek “
. muttafaq alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3549 dan Muslim no hadist: 2337)


“Bahwa Nabi SAW
apabila mengucapkan satu kata, maka beliau mengulanginya tiga kali sehingga ucapan tersebut dipahami, dan apabila mendatangi suatu kaum lalu mengucapkan salam kepada mereka, maka beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali” HR. Bukhari .(

diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :95.)

“Bahwa Rasulullah SAW
apabila dikagetkan oleh sesuatu maka beliau mengucapkan:

Dialah Rabbku, aku tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun “. H.R. Nasa’I dalam kitab Amalul yaum wa llailah. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Nasa’I no hadist : 657)


“Kasur tempat tidur Rasulullah SAW
terbuat dari kulit yang diisi sabut.
Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6456 dan Muslim no hadist: 2082)


“Rasulullah SAW
bersifat penyayang, setiap orang yang datang (untuk meminta sesuatu) kepadanya selalu dijanjikan dan beliau memenuhi janjinya jika memang beliau mampu memenuhinya. Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Adab Mufrad. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Adab Mufrad no hadist : 281)

“Ucapan Rasulullah SAW, jelas dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya.” H.R. Abu Daud. (Hadist Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist: 4839)

“Bahwa tidaklah Rasulullah SAW
dimintai sesuatu kecuali beliau memberikannnya atau bersikap diam”. H.R. Hakim. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Hakim no hadist: 25910


“Bahwa Rasulullah SAW
tidak tidur kecuali siwak ada di sisinya, dan apabila bangun beliau memulai dengan bersiwak
. H.R. Ahmad. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Ahmad no hadist: 5979.)


“Rasulullah SAW
berjalan di belakang rombongan, lalu beliau mendorong yang lemah dan memboncengnya, memberikan semangat dan mendo’akannya”.
H.R. Abu Daud. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist: 2639)


Apabila udara sangat dingin maka beliau menyegerakan shalat dan apabila udara sangat panas maka beliau mengakhirkan shalat. H.R. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 906.)

Apabila Rasulullah SAW
merasakan suatu penyakit maka beliau membaca Al Mu’awwizat (surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas) lalu meniupkan ke telapak tangannya dan mengusap bagian yang sakit tersebut dengan telapak tangan tersebut
. muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :4439 dan Muslim no hadist: 2192)


“Bahwa Rasulullah SAW
apabila memakai celak, beliau melakukannya dengan bilangan ganjil, dan bila beristinja’ juga melakukannya dengan bilangan ganjil
. H.R. Ahmad. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :17562)


Bahwa Nabi SAW
sangat senang dengan bau-bauan yang wangi“. H.R. Ahmad dan Abu Daud. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :26364 dan Abu Daud no hadist : 4074)


“Apabila Nabi SAW
mendapat berita yang meggembirakan atau berita yang membuat beliau gembira maka beliau bersujud untuk bersyukur kepada Allah tabaraka wa ta’ala. H.R. Tirmizi dan Ibnu Majah. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist :1578 dan Ibnu Majah no hadist : 1394)


“Apabila Nabi SAW
gelisah dengan sebuah perkara maka beliau melakukan shalat.
H.R. Ahmad dan Abu Daud. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :23688 dan Abu Daud no hadist : 1319)


Apabila Rasulullah Nabi SAW
berkhutbah maka mata beliau memerah, suaranya meninggi, marahnya meninggi, seolah-olah beliau sedang memberi perintah kepada pasukan, beliau bersabda: “(musuh mungkin datang) di waktu pagi atau sore”.
H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 867)


“Bahwa Nabi SAW
apabila memasuki rumahnya maka beliau memulainya dengan bersiwak
. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 253)


“Rasulullah SAW
apabila berdoa beliau memulai dengan berdo’a untuk dirinya. H.R. Abu Daud.(

Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3984)

“Bahwasanya Rasulullah SAW
di saat gembira wajahnya bercahaya seperti bulan purnama
. Muttafaq alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3556 dan Muslim no hadist: 2769)


“Apabila Rasulullah SAW
ditimpa oleh suatu kesusahan beliau berdo’a:

” Ya Hayyu Ya Qayyum, dengan rahmat-Mu aku minta tolong“. H.R. Tirmizi. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist :3524)


“Bahwa Rasulullah SAW
membaca Al quran secara pelan-pelan, apabila melewati ayat menyebutkan tentang tasbih maka beliau bertasbih, dan apabila melewati suatu ayat mengandung permohonan, maka beliau memohon, dan apabila melewati sebuah ayat mengandung perlindungan, maka beliau meminta perlindungan
. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :772)


“Bahwasanya Nabi SAW
apabila salah seorang dari keluarganya terjangkiti suatu penyakit maka beliau membaca Al Mu’awwizat (surat Al Ikhlas, Al Falaq dan AnNaas) lalu meniupkan (ke telapak tangannya dan mengusap bagian yang sakit dengan telapak tangan tersebut)
H.R. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2192)


“Bahwasanya Rasulullah SAW
tidak keluar untuk melaksanakan shalat ‘idul fitri sehingga baliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan saat idul adha sehingga selesai menunaikan shala
t. H.R. Ahmad dan Tirmizi. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 23371 dan Tirmizi no hadist :542)


“Bahwasanya Rasulullah SAW
tidak pernah menyimpan sesuatu untuk (persiapan) esok hari.
H.R. Tirmizi. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist :2362)


“Bahwa Rasulullah SAW
mencumbui di atas kain (tidak pada kemaluan) pada saat mereka sedang hed”
. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 303 dan Muslim no hadist :294)


“Bahwasanya Rasulullah SAW
selalu berpuasa pada hari senin dan kamis“. H.R. Tirmizi dan Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 745 dan Nasa’I no hadist : 23610)

“Rasulullah SAW
sangat menyukai memulai dari yang kanan dalam setiap pekerjaannya; baik dalam bersuci, menyisir rambut dan memakai sandal”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 168 dan Muslim no hadist :268)


“Rasulullah SAW
selalu berzikir kepada Allah Ta’ala dalam segala keadaan”. HR. Muslim. (. diriwayatkan oleh Muslim no hadist :373.)

“Ka’ab bin Malik berkata: “Amat sedikit Rasulullah SAW
keluar untuk safar (pada hari yang lain) saat ingin safar kecuali pada hari Kamis”.
H.R. Bukhari . (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2949)


“Rasulullah SAW
apabila shalat di atas kendaraannya beliau menghadap kearah mana kendaraannya menghadap, namun apabila hendak melakukan shalat fardhu maka beliau turun dari kendaraan lalu menghadap kiblat“. H.R. Bukhari . (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 400)


“Nabi SAW
pernah mencium sebagian istir- istrinya lalu pergi shalat tanpa berwudhu kembali
. H.R. Nasa’I dan Ibnu Majah. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Nasa’I no hadist : 170 dan Ibnu Majah no hadist : 502)


“Bahwa Nabi SAW
saat berpuasa pernah bercumbu dan mencium istrinya, tapi dia sangat mampu mengendalikan (syahwat) dirinya
“. muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1927 dan Muslim no hadist : 1106)


“Nabi SAW
tidak memasuki rumah istrinya pada waktu malam dan apabila masuk rumah maka beliau masuk pada waktu pagi atau sore hari
. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1800 dan Muslim no hadist : 1928)


“Rasulullah SAW
sangat menyukai madu dan sesuatu yang manis-manis, apabila beliau selesai menunaikan shalat asar maka beliau memasuki istri-istrinya lalu mendekati setiap orang dari mereka”.. Muttafaq alaih.(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5268 dan Muslim no hadist : 1474)


Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW
adalah qamis. H.R. Abu Daud dan

Tirmizi.(
Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4025 dan Tirmizi no hadist : 1762)


“Rasulullah SAW
apabila hendak buang hajat maka beliau menjauh”. H.R. Ahmad dan Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 15746 dan Nasa’I no hadist : 16)

“Tidaklah Rasulullah SAW
datang dari suatu perjalan jauh kecuali pada siang hari di waktu dhuha, dan apabila beliau datang maka beliau singgah terlebih dahulu di masjid lalu shalat dua rakaat padanya barulah beliau duduk“. Muttafaq alaih.(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 3088 dan Muslim no hadist : 716)

“Rasulullah SAW
memakai terompah yang terbuat dari kulit sapi, beliau mewarnai janggutnya dengan warna kuning dari tumbuhan wars dan zafaron“. H.R. Abu Daud dan Nasa’i.(

Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4210 dan Nasa’i no hadist : 5244)


“Rasulullah SAW
shalat dengan ringkas tapi sempurna”
. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 469.)


“Rasulullah SAW
tidak bangkit dari tempat beliau mengerjakan shalat shubuh atau shalat di waktu pagi kecuali setelah matahari terbit, dan apabila matahari telah terbit maka barulah beliau bangkit.
H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 670.)


“Nabi SAW
memiliki tinggi badan yang sedang, jarak antara kedua bahunya menjauh (berdada bidang), rambutnya panjang hingga daun telinga. Muttafaq alaih.(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 3551 dan Muslim no hadist : 2337)

“Rambut Rasulullah SAW
berombak, tidak lurus dan tidak keriting, memanajng antara telinga dan bahu. Muttafaq alaih .(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5905 dan Muslim no hadist : 2338)


“Rasulullah SAW
memiliki cincin dari perak yang dipakai di tangan kanannya”
. H.R. Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Nasa’i no hadist : 5197)


“Rasulullah SAW
tidak berwudhu lagi setelah mandi“. H.R. Tirmizi dan Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 107 dan Nasa’i no hadist : 5197)

“Bahwa Rasulullah SAW
berwudhu dengan air satu mud, dan mandi dengan satu sha’
.” H.R. Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 92 dan Nasa’i no hadist : 2365.)


“Rasulullah SAW
selalu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, senin dan kamis pekan ini dan pada hari senin pada pekan depan
. H.R. Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 2451 dan Nasa’i no hadist : 2141.)


“Rasulullah SAW
tidur di awal malam dan tahajjud di akhir malam”.
Muttafaq alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1146 dan Muslim no hadist : 739.)


“Bahwa Rasulullah SAW
malam berlalu secara berturut-turut dalam keadaan lapar dan keluarga beliaupun tidak mendapat makan malam dan roti beliau umumnya terbuat dari gandum”
. HR. Ahmad. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad 2303)


“Rasulullah SAW
bersabda: “Sesungguhnya hatiku kelabu dan sesungguhnya aku minta ampun kepada-Nya!, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali”
. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2702)


“Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila datang kepadamu pembesar suatu kaum maka muliakanlah dia
.” H.R. Ibnu Majah. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah no hadist 3712)


“Rasulullah SAW
bersabda: “Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkan aku bersama rombongan orang-orang miskin
“. H.R. Ibnu Majah. (Hadist hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah no hadist 4126)


“Rasulullah SAW
bersabda: “Andai kalian mengetahui apa yang kuketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis
“. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 4621 dan Muslim no hadist : 2359)


“Rasulullah SAW
bersabda: “Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan (mati)”.
H.R. Tirmizi dan Nasa’i. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 2307 dan Nasa’i no hadist : 1824)


Rasulullah SAW
bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih tiga malam, mereka bertemu lalu yang ini memalingkan mukanya dan yang ini juga memalingkan mukanya, yang terbaik di antara mereka adalah yang memulai mengucapkan salam
“. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6237 dan Muslim no hadist : 6520)


Rasulullah SAW
bersabda: “Hindarilah berburuk sangka karena sesungguhnya beburuk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta dan janganlah mencari-cari aib orang lain, dan janganlah suka memata-matai orang lain, dan janganlah saling berlomba mengambil hak orang, dan janganlah saling dengki, dan janganlah saling membenci, dan janganlah saling tidak peduli, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara
“. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6066 dan Muslim no hadist : 2563)


Rasulullah SAW
bersabda: “Tidaklah orang yang suka melaknat mampu memberikan syafa’at dan terhitung mati syahid di hari kiamat tidak diterima”. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2598.)


Rasulullah SAW
bersabda: “… manusia yang paling jahat adalah orang yang bermuka dua, yang mendatangi kelompok ini dengan satu muka dan kepada kelompok itu dengan muka yang lain”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6058 dan Muslim no hadist : 2525.)


Rasulullah SAW
bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka janganlah menganiaya saudaranya, dan menyerahkannya kepada musuh, baragsiapa yang berusaha memenuhi hajat saudaranya, maka Allah akan memenuhi hajatnya, dan barangsiapa yang melepaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah melepaskannya dari kesulitan di hari kiamat, dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menjaganya di hari kiamat”. Muttafaq ‘alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2443 dan Muslim no hadist : 2580.

2 .)


Nabi SAW
bersabda: “Janganlah kalian saling benci, saling dengki, dan jangan saling membelakangi (saling menjauh), dan jangan saling memutuskan hubungan dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, tidak halal bagi seorang muslim untuk tidak menyapa saudaranya lebih dari tiga hari”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6065 dan Muslim no hadist : 2559.

3 .)


Rasulullah SAW
bersabda: “Hindarilah berbuat zalim, karena sesungguhnya kezaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat, dan hindarilah sifat kikir, karena sesungguhnya sifat kikir telah mencelakakan umat sebelum kalian; sifat ini membawa mereka saling menumpahkan darah, dan menghalalkan hal yang telah diharamkan oleh Allah .” HR. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2578)


Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila kalian melihat orang yang suka memuji maka taburkanlah tanah ke wajah mereka”.
HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 3002)


Rasulullah SAW
bersabda: “Janganlah kalian menganggap suci diri kalian, Allah yang lebih mengetahui siapa yang banyak berbuat baik di antara kalian
. H.R. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2142)


Rasulullah SAW
bersabda: “Janganlah salah seorang diantara kalian berangan-angan mati karena musibah yang menimpanya, namun jika mesti harus melakukannya maka hendaklah dia mengatakan:


“Ya Allah hidupkanlah aku selagi hidup itu lebih baik untukku, dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik untukku”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6351 dan Muslim no hadist : 2680)


Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang mampu memberi manfaat untuk saudaranya maka lakukanlah”.
H.R. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2142)


Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah menganggu tetangganya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah yang baik atau diam”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6475 dan Muslim no hadist : 47)

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: