Hari yang Dibenci Berpuasa

HARI YANG DIBENCI BERPUASA

 

1.    Puasa ‘Arofah bagi orang yang tengah berhaji dan berada di ‘Arofah. (Dalilnya): Ummu Fadhl mengirimkan segelas susu kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan beliau ketika itu sedang berada di atas untanya di ‘Arofah dan beliau meminumnya. (HR Muslim)

2.    Hari jum’at secara bersendirian, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

لاَ تَصُوْمُوا يَوْمَ الجُمْعَةِ إِلاَّ وَقَبْلُهُ يَوْمٌ أَوْ بَعْدَهُ يَوْمٌ

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali diiringi dengan sehari sebelum atau setelahnya.” (Shahih, HR. Ahmad)

3.    Hari Sabtu secara bersendirian, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

لَا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلَّا فِي الفَرِيْضَةِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا عُودَ كِرَمٍ أَوْ لِحَاءَ شَجَرَةٍ فَلْيَفْطِرْ عَلَيْهِ

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang wajib. Apabila salah seorang dari kalian tidak mendapatkan (makanan) kecuali ranting kayu atau akar pohon, maka berbukalah dengannya.” (Shahih, HR. Ahmad dan selainnya).

4.    Puasa ad-Dahr (sepanjang tahun) yaitu puasa yang dilakukan pada seluruh tahun tanpa berbuka, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الأَبَد

“Tidak ada puasa bagi orang yang berpuasa sepanjang tahun.” (Shahih, HR. an-Nasa`i).

5.    Puasanya seorang wanita dan suaminya ada di sisinya melainkan dengan izinnya, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

لاَ تَصُومُ المَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ غَيْرَ رَمَضَان

“Janganlah seorang wanita berpuasa selain puasa Ramadhan sedangkan suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya.” (Muttafaq ‘alaihi).

 

6.    Tiga hari tasyriq, yaitu pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

أَيَامُ التَّشْرِيْقِ أَيَامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْر ٍلِلّهِ

“Hari tasyriq adalah hari makan-makan dan minum-minun serta berdzikir kepada Alloh.” (HR. Muslim)

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: