Halaqah 45 | Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 2)

🌎 BimbinganIslam.com
Senin, 11 Rabi’ul Akhir 1438 H / 09 Januari 2017 M
👤 Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
🔊 Halaqah 45 | Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 2)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-AR-S05-H45
➖➖➖➖➖➖➖

PERTANYAAN KETIKA HISAB (BAGIAN 2)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-45 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang “Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 2)”.

Di antara hal yang akan ditanyakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla ketika hisab adalah pendengaran, penglihatan dan hati kita.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌ‌ۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولاً۬

“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya ilmunya. Sesungguhnya setiap manusia kelak akan ditanya tentang pendengaran, penglihatan dan hatinya.”
(QS Al Isrā: 36)

Dengan demikian hendaklah seorang Muslim menjaga pendengaran, penglihatan dan hatinya dari apa yang Allāh haramkan.

Di antara yang akan ditanyakan adalah “perjanjian”.  Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِ‌ۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡـُٔولاً۬

“Dan sempurnakanlah perjanjian karena sesungguhnya perjanjian akan ditanyakan.”
(QS Al Isrā: 34)

Dan perjanjian di sini mencakup perjanjian seorang hamba kepada Allāh maupun kepada makhluk.

Seorang Muslim dituntut untuk menyempurnakan janjinya.

Di antara hal yang akan ditanyakan adalah tentang “amanat” yang telah Allāh berikan kepada kita. Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

“Setiap kalian adalah penjaga amanat dan setiap kalian akan ditanya tentang amanat tersebut.”

Seorang imam atau pemimpin negara adalah penjaga amanat dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut.

Seorang bapak adalah penjaga amanat di dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut.

Seorang ibu adalah seorang penjaga amanat di dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yang dia jaga.

Dan seorang pembantu adalah penjaga amanat harta majikannya dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut.
(HR Bukhari dan Muslim, shahīh)

Seorang pemimpin mendapat amanat dari Allāh untuk menegakkan hukum-hukum Allāh atas rakyatnya dan berbuat adil.

Seorang bapak mendapat amanat untuk memimpin keluarga dan membawa mereka kepada kebaikan serta memberikan hak-hak mereka.

Seorang ibu mendapat amanat untuk mengurus rumah tangga, mengurus anak, menasihati suami dan lain-lain.

Seorang pembantu mendapat amanat untuk menjaga harta majikannya dan melaksanakan pekerjaan sebagai seorang pembantu.

Masing-masing kita hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik-baiknya apapun peran kita sesuai dengan yang Allāh perintahkan.

Baik kita sebagai seorang pemimpin maupun yang dipimpin,
Baik sebagai juru dakwah maupun yang didakwahi,
Baik sebagai suami maupun seorang istri,
Baik sebagai seorang ayah atau ibu maupun anak,
Baik sebagai seorang guru maupun murid dan lain-lain.

Masing-masing hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik-baiknya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS


Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: