Halaqah 41 | Memperbanyak Al Hasanah (Kebaikan) Dan Menghilangkan As Sayyiah (Dosa) Bagian 1

🌎 BimbinganIslam.com
Selasa, 07 Rabi’ul Awwal 1438 H / 06 Desember 2016 M
👤 Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
🔊 Halaqah 41 | Memperbanyak Al Hasanah (Kebaikan) Dan Menghilangkan As Sayyiah (Dosa) Bagian 1
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-AR-S05-H41
➖➖➖➖➖➖➖
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-41 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang “Memperbanyak Al Hasanah (kebaikan) Dan Menghilangkan As Sayyiah (Dosa) Bagian 1”.

Seorang yang beriman kepada hari akhir dan beriman bahwasanya kelak akan dihisab, maka hendaklah dia:

⑴ Memohon rahmat dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⑵ Kemudian mengambil sebab supaya memiliki Al Hasanah sebanyak mungkin dan menghilangkan dosa sebisa mungkin.

Di antara caranya:

■ Pertama | Menjaga tauhid.

Yang merupakan:
•✓ Hasanah (kebaikan) yang paling besar.
•✓ Pondasi bagi hasanah yang lain.
•✓ Sebab diampuninya dosa seseorang.

■ Kedua | Mencari amalan yang paling afdhal.

Yang apabila dilakukan maka dia akan mendapatkan hasanah yang banyak.

Yang demikian karena kita sangat butuh dengan hasanah yang banyak, sementara waktu untuk mendapatkannya adalah sangat terbatas.

Amalan yang paling afdhal setelah Rukun Islam dan kewajiban-kewajiban agama yang lain, ada 3 amalan:

⑴ Menuntut ilmu agama.
⑵ Jihad fī sabīlillāh.
⑶ Dzikrullāh yang dilakukan dengan khusyū’ di sebagian besar waktunya.

Amalan yang wajib lebih afdhal dan lebih besar pahalanya dari pada amalan yang sunnah.

Amalan yang wajib ‘ain (yaitu yang wajib atas semuanya) lebih afdhal dari pada amalan yang wajib kifāyah (yang apabila dilakukan oleh sebagian maka gugur atas yang lain).

Kewajiban yang berkaitan dengan hak Allāh lebih afdhal dari pada kewajiban yang berkaitan dengan hak makhluk.

◆ Amalan yang lebih afdhal adalah amalan yang dilakukan dengan:

✓Lebih ikhlash.
✓ ebih mengikuti sunnah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Amalan sedikit yang mudah dikerjakan tanpa memberatkan diri dan dilakukan secara terus-menerus, lebih afdhal dari pada amalan yang banyak tapi terputus.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

◆ Amalan yang paling dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla  adalah yang paling dilakukan terus-menerus meskipun sedikit (HR Bukhari dan Muslim).

Terkadang sebuah amalan afdhal bagi sebagian, namun belum tentu afdhal bagi yang lain.

Amalan yang manfaatnya sampai kepada orang lain lebih afdhal dari pada amalan yang manfaatnya hanya untuk dirinya sendiri, contohnya seperti shadaqah dan dakwah fī sabīlillāh.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya;

◆ Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi dari pahala mereka sedikitpun (Hadits shahīh riwayat Muslim).

Amalan yang dikerjakan di waktu yang mulia lebih afdhal, seperti amalan yang dikerjakan di Bulan Ramadhān dan amalan yang dikerjakan pada sepuluh hari yang pertama di bulan Dzulhijjah.

Sebagian amalan lebih afdhal dikerjakan di tempat mulia tertentu, seperti shalat di Masjidil Harām, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

✒Ditranskrip Oleh Tim Transkrip BiAS


Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: