Halaqah 39 | Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab (Bagian 1)

🌎 BimbinganIslam.com
Jum’at, 20 Muharram 1438 H / 21 Oktober 2016 M
👤 Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
🔊 Halaqah 39 | Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab (Bagian 1)
⬇ Link Download: bit.ly/BiAS-AR-S05-H39
➖➖➖➖➖➖➖

KEADILAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ALA KETIKA HISAB (BAGIAN 1)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-39 dari Silsilah Beriman Kepada Hari akhir adalah tentang “Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab (Bagian 1)”.

Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allāh Subhānahu wa Ta’āla terhadap amalan para hamba di dunia.

◆ Hisab Allāh adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya; tidak ada kezhaliman sedikitpun.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬‌ۖ

“Sesungguhnya Allāh tidak akan menzhalimi meskipun sebesar dzarrah sekalipun.”
(QS An Nisā: 40)

⇒ Dan yang dimaksud dengan dzarrah adalah bagian yang paling kecil dari sebuah benda (atom).

◆ Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allāh berikan kepada para hamba adalah sangat banyak.

Seandainya Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengadzab semua makhluk, maka bukanlah hal itu sebuah kezhaliman.

Dan seandainya Allāh merahmati, niscaya rahmat Allāh Subhānahu wa Ta’āla lebih baik dari pada amalan mereka.
(Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd dan Ibnu Mājah)

Yang demikian karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah:
✓Pencipta mereka.
✓Raja yang memiliki kerajaan.

• Semua mahluk adalah milik-Nya dan dalam kerajaan-Nya.
• Dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam kerajaan-Nya.

Di antara yang menunjukkan keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

■ Pertama | Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Rabb mereka dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan.
(Lihat Surat Al-A’rāf: 172)

■ Kedua | Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus para Rasul (para utusan) kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini dan mengajak mereka untuk beriman dengan hari akhir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

رُّسُلاً۬ مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا

“Para Rasul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allāh Subhānahu wa Ta’āla setelah kedatangan para Rasul. Dan sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla  adalah dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.”
(QS An Nisā: 165)

■ Ketiga | Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menugaskan para malaikat untuk mencatat semua amalan manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla
berfirman:

وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَـٰفِظِينَ (١٠) كِرَامً۬ا كَـٰتِبِينَ (١١)يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ (١٢)

“Dan sesungguhnya pada diri kalian ada malaikat-malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia, dan menulis, mengetahui apa yang kalian kerjakan.”
(QS Al Infithār: 10-12)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di Kota Al Madīnah

✒Ditranskrip Oleh Tim Transkrip BiAS


Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: