Hadits Lemah & Palsu 0064

Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’
Jilid 1 Muhammad Nashruddin al-Albani

Hadits 64 

Sebagus-bagus binatang kurban adalah domba yang muda.”

Hadits ini dha’if. Telah diriwayatkan oleh Tirmidzi II/555, oleh Baihaqi IX/271, dan oleh Imam Ahmad II/444 dari sanad Usman bin Waqid, dari Kadam bin Abdur Rahman dari Abi Kabasi. Tirmidzi berkata bahwa hadits ini gharib (asing). Maksudnya, dha’if.

Kelemahan hadits tersebut juga dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathhul Bari X/12 dengan berkata bahwa hadits tersebut lemah sanadnya. Bahkan oleh Ibnu Hazem dalam al-Muhalla VII/365 dinyatakan bahwa Utsman bin Waqid dan Kadam bin Abdur Rahman adalah majhul.

Imam Bukhari berkata bahwa selain Utsman bin Waqid ada yang meriwayatkan hadits senada secara mauquf sanadnya sampai kepada Abu Harairah r.a. Lafazhnya menyatakan (artinya), “Telah datang Jibril kepadaku pada hari raya Qurban. Maka kutanyakan kepadanya, ‘Bagaimana engkau lihat peribadatan kami?’ Jibril menjawab, ‘Sungguh sangat menggembirakan Ahlus-Sama’ (para malaikat, penj.). Dan ketahuilah wahai Muhammad, bahwasanya domba jantan itu lebih baik daripada unta betina ataupun lembu. Kalau saja diketahui Allah ada yang lebih baik daripadanya (domba jantan lagi muda) pastilah Ibrahim akan berkurban dengannya.'”

Kemudian ia menyatakan bahwa dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Ibrahim al-Hunaini. Menurut Imam Baihaqi, orang ini meriwayatkan secara tunggal dan dha’if. Bahkan oleh para pakar hadits telah disepakati lemahnya.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: