Hadits 03| Berbahayanya Berbuat Zhalim (Bagian 3)

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 08 Muharram 1438 H / 10 Oktober 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi’ | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
🔊 Hadits 03| Berbahayanya Berbuat Zhalim (Bagian 3)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H03-03
~~~~~~~~

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله الهم قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم ” اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu ‘Umar Radiyallahu anhuma ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Kedzaliman ialah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (Muttafaqun ‘alaih).
〰〰〰〰〰〰〰

BAHAYANYA BERBUAT ZHALIM (BAGIAN 3 DARI 3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Kita masih melanjutkan bahasan pada hadits ke-3, terutama tentang kezhaliman seorang hamba terhadap hamba yang lain.

Wallāhu a’lam, kezhaliman inilah yang dimaksud oleh Al Hafizh Ibnu Hajar, karena hadits ini dibawakan dalam bab “Peringatan Terhadap Akhlak yang Buruk”.

Dan kita tahu, yang namanya akhlak akan berkaitan dengan bagaimana muamalah (sikap) kita terhadap hamba Allāh yang lainnya.

Kezhaliman kepada orang lain ini adalah perkara yang sangat berbahaya. Telah datang banyak hadits yang menjelaskan tentang bahayanya orang yang menzhalimi orang lain.
Diantaranya Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ

“Barang siapa yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya (bersumpah dengan kebohongan), maka Allāh telah mewajibkan dia untuk masuk neraka Jahannam dan Allāh akan haramkan baginya surga.”

Tiba-tiba ada seorang yang bertanya kepada Nabi:
“(Ya Rasulullāh,) meskipun  yang dia ambil tersebut hanya perkara yang sedikit (kecil)?”

Kata Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
“Ya, meskipun yang dia ambil dari saudara itu hanyalah sepotong kayu siwak.”

(HR Muslim)

Dijaman Nabi sepotong kayu siwak sangat tidak berharga karena banyak, akan tetapi kalau itu hak saudaranya dan dia ambil dengan sumpah palsu maka neraka Jahannam balasannya.

Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjelaskan tentang seorang yang mencuri tanah orang lain, kata Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنَ الأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ “.

“Barang siapa yang menzhalimi orang lain dengan mengambil tanahnya meskipun hanya sedikit (sejengkal misalnya) maka akan dipikulkan bagi dia 7 bumi (pada hari kiamat kelak).”

(HR Bukhari – Muslim)

Ini bukan main-main, perkara yang sangat mengerikan. Begitulah, betapa banyak orang yang mengambil hak orang lain dengan menggeser patok tanahnya.

Bahkan dalam hadits Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

لَعَنَ اللهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ اْلأَرْضِ.

“Allāh melaknat orang yang merubah patok-patok jalan.”

(HR Muslim)

Dan ini salah satu bentuk dari menzhalimi orang lain.

Demikian juga dalam hadits Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

مَطْلُ الْـغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Orang yang kaya namun menunda-nunda pembayaran hutangnya maka dia telah berbuat zhalim.”

(HR Bukhâri dan Muslim)

Kalau orang tidak mampu urusannya lain.

Tetapi pembicaraan kita tentang orang yang mampu dan ternyata sudah jatuh tempo akan tetapi dia tidak membayar dan orang yang memberi hutang kepada dia tidak ridha.

Maka selama dia menunda berarti dia terus berbuat zhalim terus.
Kalau setahun dia menunda maka selama setahun itu dia berbuat zhalim, selama itu dia mengumpulkan dosa, menimbun dosa-dosa.

Contohnya lagi adalah berbuat zhalim kepada pekerja. Kata Allāh di dalam hadits qudsi:

ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ , وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأكَلَ ثَمَنَهُ, وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

“Tiga orang yang Aku akan menjadi penentang/musuhnya pada hari kiamat kelak, yaitu: seseorang yang memberi dengan nama-Ku, kemudian berkhianat; seseorang yang menjual orang yang merdeka (bukan budak), kemudian memakan uangnya; dan seseorang yang dia menyewa pekerja kemudian pekerja itu telah mengerjakan pekerjaannya sementara dia belum bayar gajinya.”

(HR Bukhari)

Ini juga berbahaya, bagaimana seorang pemilik (direktur) perusahaan menzhalimi anak buahnya dengan sebulan atau dua bula tidak digaji misalnya.

Ini kezhaliman dan Allāh akan menjadi musuh dia pada hari kiamat.

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Jangankan manusia yang berbuat zhalim kepada manusia yang lain, bahkan jika manusia berbuat zhalim kepada hewanpun dia akan merasakan akibatnya.

Dalam suatu hadits Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan:

دخلت إمرأة النار في هرة حبستها حتى ماتت لاهي اطعمتها ولا يتركتها تاكل من خشاش الارض

“Seorang wanita masuk neraka karena mengekang seekor kucing sampai mati, tidak diberi makan (kucing tersebut), dia tidak melepaskan (kucing tersebut) untuk makan serangga di bumi.”

Bayangkan, menzhalimi hewan saja bisa menyebabkan seseorang masuk neraka Jahannam.

Oleh karenanya Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebutkan dalam hadits, jangankan manusia menzhalimi manusia, kezhaliman antara hewanpun akan disidang oleh Allāh pada hari kiamat. Kata Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

“Hak-hak akan dikembalikan kepada pemiliknya pada hari kiamat, sampai kambing yang bertanduk diqisas gara-gara waktu di dunia pernah menanduk kambing yang tidak bertanduk.”

(HR Muslim)

Kambing saja diqishash bagaimana dengan manusia yang menhzalimi manusia yang lain.

Dalam satu hadits Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ اللهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

“Sesungguhnya Allāh mungkin menunda bagi orang yang zhalim namun tatkala Allāh menyiksanya Allāh tidak akan melepaskannya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Ada orang zhalim, terus berbuat zhalim namun tidak diazab (disiksa) oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, namun ingat suatu saat Allāh akan menyiksanya.

Kemudian Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam membacakan firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Demikanlah siksaan Rabbmu terhadap suatu negeri jika negeri tersebut berbuat kezhaliman, sesunggunya siksa Allāh sangatlah pedih.”

(QS Hud: 102)

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Bisa jadi orang yang berbuat zhalim di dunia ini dengan kezhaliman yang banyak akan tapi tidak disiksa Allāh di dunia, ini lebih berbahaya lagi.

Kalau Allāh siksa di dunia masih lebih ringan, akan lebih parah jika Allāh menundanya, dan Allāh akan menyiksanya pada hari kiamat kelak.

Oleh karenanya, tatkala ada seorang salaf ditanya:
“Bagaimana, kita sudah berdoa, kita dizhalimi, namun tidak dikabulkan.”

Maka salaf tersebut menjawab:

“Meskipun kita lalai (lupa) dari doa kita, tapi Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak akan lalai dengan doa kita. Allāh tidak akan lalai dari kezhaliman orang tersebut.”

Allāh berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

“Sesungguhnya jangan engkau sangka Allāh akan lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zhalim, sesungguhnya Allāh menunda mereka (yaitu Allāh menunda siksaan mereka) sampai pada hari kiamat dimana mata-mata terbelalak.”

(QS Ibrāhim 42)

Yaitu hari yang sangat mengerikan.

Dan ingat, kalau anda menzalimi orang lain meskipun anda berusaha lari melupakan kezhaliman tersebut, suatu saat anda akan binasa, cepat atau lambat.

Cepat di dunia atau ditunda oleh Allāh dengan siksaan yang tiba-tiba atau yang lebih berbahaya lagi jika di akhirat kelak.

Bisa jadi anda menzalimi orang yang lemah, yang tidak bisa apa-apa. Namun ingat doanya tidak akan ditolak olah Allāh.

Kata Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

واتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Hati-hatilah kalian, takutlah kailan dengan doanya orang terzhalimi, karena sesunggunya antara doanya dengan Allāh tidak ada penghalangnya.”

(HR Bukhari Muslim)

Mungkin dia miskin kemudian anda hina dan rendahkan. Tapi ingat, kalau dia berdoa di malam hari dengan penuh air mata dihadapan Allāh maka binasalah anda.

Bahkan bahayanya zhalim disebutkan para ulama:

Tidak boleh kita menzalimi sesama muslim, tidak boleh hewan demikan juga dengan orang kafir, tidak boleh kita menzhalimi.

Oleh karenanya Al Amir Ashan’ani dalam kitabnya Subulus Salam menyebutkan hadits: “Kezhaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada hari kiamat”, ini mencakup segala kezhaliman:

(-) Kezhaliman yang berkaitan dengan hak Allāh.
(-) Kezhaliman terhadap diri sendiri.
(-) Kezhaliman berkaitan dengan hak orang lain.
(-) Kezhaliman yang berkaitan dengan oran kafir.

والله أعلمُ بالصواب


Info Program Cinta Sedekah Bulan ini :
1. Pendirian Rumah Tahfidz di 5 Kota
2. Membantu Operasional Radio Dakwah di 3 Kota

📦 Salurkan Infaq terbaik anda melalui
| Bank Syariah Mandiri Cab. Cibubur
| No. Rek : 7814500017
| A.N : Cinta Sedekah (infaq)
| Konfirmasi Transfer :
+62878-8145-8000

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎www.cintasedekah.org

📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: