Hukum Menjual Alat Musik Setelah Bertaubat

Hukum Menjual Alat Musik Setelah Bertaubat

Sabtu, 05-Agustus-2006
Penulis: Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah


Pertanyaan (35)
Saya memiliki alat-alat musik tetapi setelah saya mengenal da’wah yang berberkah ini saya bertaubat kepada Allah. Apakah boleh bagi saya untuk menjual alat-alat musik tadi dan hasilnya digunakan untuk kemashlahatan keluarga, untuk membantu dakwah, dan selainnya?
Abul Fath.
Balikpapan – Kalimantan Timur

Jawab:

Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah menjawab sebagai berikut,
“Kalau engkau menjualnya, maka selainmu akan menjadi sesat karenanya, akan tetapi hancurkanlah (alat-alat musik itu) dan Allah akan memberikan gantinya kepadamu.”

Dan Asy-Syaikh AI-Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi AI-Madkhaly hafizhohullah pada malam Kamis 29 Jumadi Tsani 1426 H bertepatan 4Agustus 2005 M, beliau menjawab pertanyaan di atas sebagai berikut:

“Pertama, kami mengucapkan selamat kepada saudara kita ini atas taubatnya, dan hendaknya ia memuji Allah yang memberikan taufik kepadanya untuk bertaubat.

Kedua, kami memberikan kabar gembira kepadanya bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni dosa-dosa jika syarat-syarat taubat terpenuhi dan kesalahan-kesalahannya akan diganti dengan kebaikan-kebaikan, dan wajib atasnya untuk konsisten meninggalkan dosa. Adapun alat-alat musiknya yang haram maka tidak boleh ia menjualnya kepada manusia karena (alat-alat musik tersebut) akan membantu suatu per¬buatan maksiat bahkan ia akan jatuh dalam maksiat. Maka perkara alat-alat musik tersebut adalah dihancurkan, hendaknya ia menghancurkannya dan Allah ‘Azza wa Jalla akan menggantikan baginya yang lebih baik dari apa yang akan tercapai baginya bila ia (menjualnya). Dan tidak boleh baginya untuk menjualnya selama-lamanya.”

Dikutip dari majalah An-Nashihah Volume 10 1427H/2006M

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: