Dua Hari Raya adalah Rahmat Allah

Kedua

DUA HARI RAYA (IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA) ADALAH RAHMAT ALLAH BAGI UMAT MUHAMMAD

 

 

Dari Anas رضي الله عنه ia berkata: “Nabi صلي الله عليه وسلم datang ke Madinah sedang penduduknya memiliki dua hari raya dimana mereka bersenang-senang di dalamnya di masa jahiliyah.1 Maka beliau bersabda: 

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَقَدْ اَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا ، يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Aku datang pada kalian sedang kalian memiliki dua hari yang kalian besenang-senang di dalamnya pada masa  jahiliyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari dua hari itu yaitu: hari Raya Kurban (‘Idul Adh-ha) dan ‘Idul Fithri”.2 

Berkata Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna:  “Maksudnya, karena hari ‘Idul Fihtri dan hari raya Kurban ditetapkan oleh Allah Ta’ala, merupakan pilihan Allah untuk mahluk-Nya dan karena keduanya mengikuti pelaksanaan dua rukun Islam yang agung yaitu haji dan puasa. Pada dua hari tersebut, Allah mengampuni orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang-orang yang berpuasa, dan Dia menebarkan rahmat-Nya kepada seluruh mahluk-Nya yang taat.

Adapun hari Nairuz dan Mahrajan merupakan pilihan para pembesar pada masa itu yang tentunya disesuaikan dengan zaman, selera dan semisalnya dari keistimewaan yang akan pudar. Maka perbedaan keistimewaan dari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan hari Nairuz dan Mahrajan sangat jelas bagi siapa yang mau memperhatikannya”. (Fathur Rabbani 6/119). 




1.   Yaitu hari Nairuz dan hari Mahrajan. Lihat Aunul Ma’bud (3/485) oleh Al-Adhim Abadi.

2   Hadits Shahih, dikeluarkan oleh Ahmad (3/103,178,235), Abu Daud (1134), An-Nasa’i (3/179) dan Al-Baghawi (1098)

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: