Do’a dalam Suatu Acara/Rapat

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang saya hormati, apabila di dalam suatu acara/rapat atau acara apapun, kemudian kita diminta untuk memimpin doa, maka do’a yang bagaimanakah yang sebaiknya kita ucapkan/pimpin? Dan adakah hadits yang menerangkan tentang hal ini? Mohon penjelasannya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Muhammad Helmy

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Doa yang khusus tentang majelis yang ditutup dengan doa, adalah doa kaffaratul majelis. Disebut kaffarah lantaran sifatnya memang untuk menebus atau menghapus dosa, paling tidak atas segala kesalahan atau kelalaian selama majelis itu berlangsung.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ- حصلت منه أخطاء وزلات في الكلام- فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ] رواه الترمذي وأحمد

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang duduk di suatu majelis lalu banyak melakukan kesalahan, hendalah berkata sebelum bangun dari majelisnya, “Maha suci Engkau Ya Allah, segala puji untuk-Mu, Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Engkau, Aku meminta ampundan bertobat kepada-Mu.” Maka Allah akan mengampuni kesalahannya selama di majelis itu. (HR. Tirmizy dan Ahmad)

Sedangkan doa lainnya bersfat umum saja. Sehingga tidak ada dalil yang secara khusus yang kita terima dari Rasulullah SAW dan diriwayatkan secara ma’tsur.

Namun sebagai adab berdoa, bagusnya diawali dengan ucapan hamdalah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, baru kemudian permintaan kita. Alangkah baiknya kita menggunakan lafadz doa yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran, atau lafadz yang diajarkan oleh Nabi SAW, baru terakhir kita ucapkan doa yang lebih spesifik yang terkait dengan munasabah (event) majelis tersebut.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Sebelumnya: Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Menghina Al-Qur`an, Murtadkah? Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah? Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?

 

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: