Bersegeralah!!!

AL-QUR’AN dan SUNNAH memotivasi orang-orang muslim untuk bersegera, bercepat-cepat dan maju. Perhatikan anjuran-anjuran Al-Qur’an berikut: “Saari’uu” (Bersegeralah); “Saabiquu” (Berkompetisilah); Fas’au (Bersegeralah); “(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.(Al-Muddatstsir: 37). Sebaliknya, Al-Quran menyebutkan kebinasaan bagi orang yang hanya duduk, tidak mau beranjak, yang gagal dan sengaja tidak mau ikut dalam jihad di jalan Allah, sebagaimana firman-Nya, “Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka,’Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu’.” (At-Taubah: 46); “Setan itu balik ke belakang.” (Al-Anfal: 48); “Tetapi dia cenderung kepada dunia.” (Al-A’raf: 176).

Dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam disebutkan, “Bersegeralah kalian melakukan amal-amal…”. (HR. Muslim: 118; Ahmad: 7970; At-Tirmidzi: 2195)

“Pergunakanlah sebaik-baiknya lima perkara sebelum datang lima perkara.” (HR. Ibnu Abi Syaibah: 30108; Asy-Syihab dalam Musnadnya: 729 dari ‘Amr bin Maymun Al-Awdi. Lihat al-Misykat: 5174; Al-Hakim: 7918 dari Abdullah bin Abbas)

“Selalulah kamu berkeinqinan melakukan apa yang mendatangkan manfaat padamu…” (HR. Muslim: 2664; Ahmad 8573,8611; Ibnu Majah: 79 dan 4168)

Sesungguhnya salah satu musibah terbesar bagi generasi masa kini adalah lemahnya semangat, dinginnya tekad dan keinginan, dan rontoknya ruh kerja. Mereka hanya disibukkan oleh gosip murahan, duduk santai bersama orang-orang lalai, tertawa riang di tempat duduk mereka, tidak mau melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang terkenal dan terpandang, mereka tertawa terbahak-bahak, rela dengan kondisi mereka yang hancur. Dalam ibadah, mereka tidak pernah istiqomah. Dalam ilmu, mereka tidak serius. Dalam nilai-nilai utama, mereka tidak pernah bersungguh-sungguh. Dalam hidupnya, manusia hanya mempunyai satu pilihan: Mungkin ini dan mungkin pula itu!!

“Ketahuilah aku tidak senang berjalan kecuali selalu menanjak

Dan tidak pula menyeberang kecuali dari arah kanan.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah’, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?.” (At-Taubah: 38)

Apakah sebabnya jika kalian diseru untuk melakukan tindakan-tindakan mulia, kalian tidak mau bangkit!!? Apakah sebabnya jika kalian diajak menuju puncak kesuksesan, kalian tidur? Sadarlah wahai kaum!! Bersegeralah wahai anak muda, berlarilah dengan cepat wahai para remaja!!

Alangkah malangnya. Umur terus bergulir, zaman terus menua, waktu-waktu lenyap percuma. Namun tak ada hafalan dan pemahaman, tak ada keseriusan dan tidak ada pula semangat juang. Kalian diam di tempat-tempat kalian padahal kafilah sedang berjalan di depan kalian!!

Alangkah malangnya, demi Allah atas malam yang panjang, dan hari-hari nan indah. Orang yang memberikan peringatan di tengah kalian sedang meniup di debu-debu.

“Tak satupun saudara sederita dalam kemah

Tak ada kata terlontar, tak pula sahabat

Yang bisa kami ajak bersama untuk berjalan.”

Celaka bagi seseorang yang tertawa di antara kalian, padahal tak ada hafalan Al-Qur’an di dalam kalbunya, tak ada pula hadits dalam benaknya.

Ahh, wahai bangkai-bangkai yang kaku yang diterkam maut, namun dia belum mampu meyumbangkan apa-apa! Janganlah kau berhenti di tempat! Apakah kau lihat matahari berhenti di tempatnya? Atau kau lihat ia mogok di garis edarnya? Apakah kau saksikan angin berhenti untuk bertiup? Atau sungai beku dan tidak lagi mengalir? Semuanya bergerak, semuanya berkompetisi!! Zaman bergerak laksana bergeraknya awan dan suara melontarkan bunyinya ke arah puncak tujuan. Cahaya bergerak ke arah yang diinginkannya. Maka, marilah wahai para pejuang, janganlah engkau berhenti. Sebab sekali engkau berhenti, engkau akan mengalami kerugian. Ingatlah, waktu-waktu yang sangat berharga tidak akan bisa kembali lagi. Umurmu itu adalah nafas-nafasmu. Jalan sejarahmu ditulis dengan jam-jam. Maka, bertakwalah kepada Allah dalam malam-malam, hari-hari dan tahun-tahunmu… Cukuplah sikap menunda-nunda… Cukuplah kata-kata akan dan akan. Sadarlah dari kemabukan lalai, dari mengantuknya pengangguran. Menolehkan ke sekeliling, engkau sama sekali tidak akan pernah mendapatkan mereka kecuali orang-orang bodoh. Sedangkan selain mereka adalah orang-orang yang senantiasa bekerja dengan serius, dan bekerja keras. Para petani sedang membajak sawahnya dan menghancurkan tanah-tanah. Para insinyur sedang sibuk di laboratorium mereka. Para dokter sibuk di ruang periksa. Menganalisa, mencari solusi. Para ustadz demikian peduli pada pendidikan yang digelutinya, dengan memberikan pelajaran. Sementara itu para ahli ibadah senantiasa berdoa di tempat-tempat shalatnya. Dia khusyu’ berdoa, sementara engkau selalu mengatakan akan dan akan dengan segala angan-anganmu, tenggelam dalam lembah-lembah khayal, dengan alasan umur masih demikian panjang dan hidup masih demikian indah.

Tidaklah halal bagi engkau untuk menyembelih umur dan menyembelih jasad kehidupan yang sangat berharga ini. Tidak pula halal bagimu untuk menyembelih zaman dengan pisau senda gurau dan kelalaian. Sedangkan membunuh adalah haram.

“Jika kau sia-siakan zaman dengan sia-sia

Kau akan menyesal jika kau saksikan catatan amal.”

Serigala dan kura-kura berlomba lari. Sang serigala lebih cepat langkah dan larinya dan memiliki tekad yang lebih kuat. Sebaliknya kura-kura demikian lambat dan pelan. Saat itulah sang serigala melihat seekor kijang dan dia berhenti untuk memburunya. Sang kijang melawan dan mempertahankan dirinya. Pada saat yang sama si kura-kura melanjutkan perjalanannya dengan sangat tenang dan berkelanjutan. Maka dia pun menang atas serigala hingga ke tempat tujuan. Sementara itu sang serigala harus mengakui kekalahannya karena dia banyak menoleh pada hal lain dan menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan tujuan utamanya.

Wahai mereka yang tahu panjangnya jalan, yang mengerti sedikitnya bekal, jauhnya perjalanan, berharganya barang yang dituntut, dan tidak berharganya dunia, kenapa jika diserukan pada kalian untuk bergerak kalian merasa sangat berat? Dan jika dikatakan pada kalian untuk bangun kalian pura-pura tidur??!!

Pada saat kalian tidak bergerak, maka kalian serupa dengan mayat dan benda-benda mati. Demi Allah jika kalian mengusung tekad kuat dan bulat, maka dia akan berangkat dengan kalian sebelum fajar menjelang, akan terus bersama kalian ke lembah kemenangan, dan akan turun bersama kalian ke tempat-tempat kebaikan. Namun disayangkan, kalian rela untuk tidak bergerak sejak awal. Kalian hanya senang duduk di barisan belakang. Akibatnya, kalian hanya pintar dalam soal makanan dan pakaian. Namun dalam hal amal, ibadah dan menuntut ilmu, kalian berat dan bodoh.

Matahari hampir tenggelam, sedangkan umur terus lari dan kabur kencang. Sementa kalian diam tidak bergerak.

“Wahai, segeralah bergerak sebelum burung- burung berkicau

Umur terus beranjak dan malam-malammu terus bergulir.”

Telah jelas bagi kalian kebenaran, telah jelas bagi kalian keberuntungan, telah jelas bagi kalian duri timbangan. Dan tidaklah ada yang lebih baik dalam memberi nasehat daripada sang makshum (Rasulullah saw.). Tidak ada yang lebih baik dalam memberikan petunjuk daripada Al-Qur’an. Hujjah telah ada di depan mata. Tidak ada lagi alasan dan udzur bagi anda. Tidak ada lagi tempat berlari. Maka, bertaubatlah pada Tuhan dan jauhilah dunia. Perbanyaklah membawa bekal yang berharga yang abadi dan baik.

“Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar.”

[*] Ditulis Oleh: Abdullah Al-Qarni.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: