Berpenampilan Indah Pada Hari Raya

Keempat

BERPENAMPILAN INDAH PADA HARI RAYA

 

 

Dari Ibnu Umar رضى الله عنهما ia berkata: Umar mengambil sebuah jubah dari sutera tebal yang dijual di pasar, lalu ia datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan berkata: “Ya Rasulullah, belilah jubah ini agar engkau dapat berdandan dengannya pada hari raya dan saat menerima utusan. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Umar:

اِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَخَلاَقَ لَهُ

“Ini adalah pakaiannya orang yang tidak mendapat bahagian (di akhirat-pent)”.

Maka Umar tinggal sepanjang waktu yang Allah inginkan. Kemudian Rasulullah صلي الله عليه وسلم mengirimkan kepadanya jubah sutera. Umar menerimanya lalu mendatangi Rasulullah صلي الله عليه وسلم. Ia berkata: ‘Ya Rasulullah, engkau pernah mengatakan: ‘Ini adalah pakaiannya orang yang tidak mendapat bahagian’, dan engkau telah mengirimkan padaku jubah ini’. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Umar:

تَبِيْعُهَا اَوْ تُصِيْبُ بِهَا حَاجَتَكَ

“Juallah jubah ini atau engkau penuhi kebutuhanmu dengannya”.1 

Berkata Al-Allamah As-Sindi:  “Dari hadits ini diketahui bahwa berdandan (membaguskan penampilan) pada hari raya merupakan kebiasaan yang ditetapkan di antara mereka, dan Nabi صلي الله عليه وسلم tidak mengingkarinya, maka diketahui tetapnya kebiasaan ini”. (Hasyiyah As Sindi ‘alan Nasa’i 3/181). 

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata:  “Ibnu Abi Dunya dan Al-Baihaqi telah meriwayatkan dengan isnad yang shahih yang sampai kepada Ibnu Umar bahwa Ibnu Umar biasa memakai pakaiannya yang paling bagus pada hari Idul Fithri dan Idul Adha”. (Fathul Bari 2/439) 

Beliau juga menyatakan:  “Sisi pendalilan dengan hadist ini adalah takrir-nya (penetapan) Nabi صلي الله عليه وسلم kepada Umar berdasarkan asal memperbagus penampilan itu adalah untuk hari Jum’at. Yang beliau ingkari hanyalah pemakaian perhiasan semisal itu karena ia terbuat dari sutera”. (Fathul Bari 2/434). 

Dalam Al-Mughni (2/228) Ibnu Qudamah menyatakan:  “Ini  menunjukkan bahwa membaguskan penampilan di kalangan mereka pada saat-saat itu adalah masyhur”. 

Imam Malik berkata:  “Aku mendengar ulama menganggap sunnah untuk memakai wangi-wangian dan perhiasan pada setiap hari raya”. 

Berkata Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad (1/441):  “Nabi memakai pakaiannya yang paling bagus untuk keluar (melaksanakan shalat) pada hari Idul Fithri dan Idul Adha. Beliau memiliki hullah (baju) yang biasa dipakai pada dua hari raya itu dan pada hari Jum’at. Sekali waktu beliau memakai dua burdah (kain bergaris yang diselimutkan pada badan) yang berwarna hijau, dan terkadang mengenakan burdah berwarna merah2, namun bukan merah murni sebagaimana yang disangka sebagian manusia, karena jika demikian bukan lagi namanya burdah. Tapi yang beliau kenakan adalah kain yang ada garis-garis merah seperti kain bergaris dari Yaman”.




1.  Hadits Riwayat Bukhari 886,948,2104,2169, 3045, 5841,5891 dan 6081. Muslim 2068, Abu Daud 1076. An-Nasaa’i 3/196 dan 198. Ahmad 2/20,39 dan 49

2.  Lihat Silsilah As-Shahihah 1279

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: