“Berdusta” pada Orang Tua demi Pekerjaan

Asssalammu’alaikum.

Maaf, ibu. Bagaimana ya, menjelaskannya… Saya sungguh tidak nyaman dengan kondisi saya saat ini. Setahun lalu saya meningglkan kota kelahiran untuk sebuah asa, ingin melanjutkan pendidikan. Namun saya juga beusaha untuk mencari pekerjaan untuk membantu saya. Terus terang kalau mengandalkan ortu rasanya tak mungkin. Apalagi adik saya berdua juga kuliah dengan biaya ortu.

Ibu, sampai saat ini saya terus katakan pada orang tua kalau saya bekerja sebagai pengajar play group, padahal saya seorang baby sitter. Bukannya tak mau terus terang, ibu, tapi saya yakin orang tua saya akan marah. Dengan adik-adik insyaallah mereka tahu, memang kami dekat-dekat, ibu. Lagi pula adik juga yang mengusulkan. Ibu, apa yang harus saya perbuat?

Afifah

Jawaban

Assalammu’alaikum wr. wb.

Saudari Afifah yang sholehah,

Nampaknya anda merasa tidak tenang saat ini karena harus membohongi orang tua, meski nampaknya juga kebohongan tersebut bukan dimaksudkan untuk melakukan hal yang buruk. Sebagai seorang anak yang baik pasti akan merasa bersalah ketika membohongi orang tuanya. Dan nampaknya kebohongan anda dikarenakan rasa takut akan kemarahan orang tua, artinya anda memilih menghindari konflik atau konsekuensi dari perbuatan yang anda lakukan.

Sebenarnya apa yang anda lakukan jika dilihat dari kacamata umum merupakan hal yang baik karena anda bekerja dengan pekerjaan yang halal dengan maksud meringankan beban orang tua. Namun nampaknya, menurut anda, orang tua tidak akan ridho dengan pekerjaan yang anda lakukan saat ini meskipun halal.

Dalam hal ini anda memang memiliki pilihan, mau berterus-terang dengan resiko kemarahan orang tua atau tetap berbohong tapi dengan perasaan tidak tenang. Keduanya sebenarnya memiliki akibat yang hampir sama akan menyebabkan orang tua akhirnya merasa tidak ridho, hanya dalam pilihan terakhir ketidakridoannya dibohongi oleh anaknya tertunda karena ketidaktahuannya.

Saran saya mendiskusikan masalah keuangan anda dengan orang tua merupakan alternatif solusi yang lebih baik. Mungkin anda dapat membukanya dengan membicarakan bahwa uang yang anda hasilkan selama ini sangat membantu kehidupan anda dan pekerjaan yang sekarang dijalani hanya merupakan batu loncatan sambil mengupayakan pekerjaan yang lebih baik. Mengungkapkan sesuatu sembari menunjukkan alasan dan kesulitan anda mungkin akan memberikan pencerahan pada orang tua sebelum mereka dapat memutuskan sikap atas apa yang anda lakukan selama ini.

Bersikap jujur memang kadang menyakitkan namun lebih memberikan ketenangan atas hati kita. Keterusterangan anda mungkin membuat orang tua marah tapi juga tidak menutup kemungkinan mereka dapat bersikap bijak dalam hal ini. Tapi yang pasti ketidakjujuran anda memberikan ketidaktenangan di hati dan menyakitkan orang yang dibohongi. Dan karunia Allah memberikan anda otak dan hati nurani untuk memutuskan mana jalan yang akan anda pilih, yang diridhoi atau dimurkai-Nya? Wallahu’alambishawab.

Wassalammu’alaikum wr. wb.

Rr. Anita W.

Sebelumnya: Perbedaan Umur dalam Pernikahan Sejak Menikah, Suami Tidak Menafkahi Sudah Shalat Malam dan Do’a, Tapi Belum Jadi PNS Sesuai Keinginan Orang Tua Bakti untuk Suami yang tidak Menghormati Mertua Apakah Saya Wanita dalam Pinangan?

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: