Beberapa tips agar database Microsoft Access dapat lebih cepat dalam melakukan suatu proses

Berikut ini beberapa tips untuk memaksimalkan penggunaan Microsoft Access agar lebih cepat dalam mengakses data dan object-object didalamnya:

        Jika database Anda tidak digunakan secara bersama-sama (bukan database multiuser), maka simpanlah database tersebut didalam harddisk sendiri, jangan di dalam server yang pengaksesannya akan melalui jaringan dahulu.

        Jika Anda menggunakan file database ini hanya untuk diri sendiri, bukalah secara Open Exclusive.

        Tutuplah program-program yang tidak diperlukan yang terdapat pada taskbar Windows.

        Tambahlah memori (RAM) didalam PC Anda. Sisa RAM sebesar 40 MB sangat dianjurkan, karena 32 MB digunakan sebagai memori cadangan dan 8 MB digunakan untuk memory Microsoft Access. Namun penggunaan memori ini tergantung dari seberapa besar kompleksitas program yang Anda buat. Semakin banyak rumus, semakin besar data yang diakses, maka semakin besar pula memori yang dibutuhkan.

        Jangan mengandalkan virtual memori (RAM Disk) saja, sedangkan RAM nya kecil.

        Secara periodik, usahakan menghapus file-file yang sudah tidak diperlukan lagi didalam harddisk Anda. Jangan lupa untuk selalu menjalankan proses “Empty Recycle Bin”, karena file-file yang dihapus akan disimpan dahulu disana sebelum akhirnya dihapus secara permanen oleh Anda.

        Compact and Repair database Anda secara periodik.

        Secara periodik, jalankanlah proses defragment harddisk menggunakan Microsoft Windows Disk Defragmenter. Untuk menjalankan proses Disk Defragmenter ini, klik tombol Start pada desktop Windows, kemudian klik Programs, kemudian klik Accessories, kemudian klik System Tools, lalu klik Disk Defragmenter. Ikuti proses yang muncul.

        Umumnya setting virtual memori secara default sudah disetting dengan baik oleh Windows. Namun, dalam keadaan tertentu, mensetting ulang virtual memori (baik menambah ataupun mengurangi) terkadang dapat menaikkan kemampuan windows lebih baik lagi. Setting ulanglah virtual memori Anda ketika mengalami keadaan-keadaan sebagai berikut:

         Bila kapasitas harddisk Anda sudah sangat minim. Sebenarnya dianjurkan untuk mengganti dengan harddisk baru yang lebih besar kapasitasnya, namun jika belum ada biaya untuk membelinya, maka Anda dapat mengurangi size virtual memori pada PC Anda.

         Bila didalam PC Anda terdapat lebih dari satu harddisk, dimana harddisk yang digunakan untuk system windows lebih lambat kecepatan putarnya (RPM nya) dari harddisk yang lain. Maka Anda bisa merubah lokasi virtual memori ini di harddsik yang lebih cepat tersebut.

Untuk mengubah parameter virtual memory windows, silahkan masuk ke Windows Control Panel, kemudian double klik icon System, kemudian klik Performance Options pada tab Advanced, kemudian klik tombol Change pada kotak Virtual Memory. Maka disini Anda dapat merubah lokasi penyimpanan virtual memori yang baru di harddisk lain yang lebih cepat RPM nya, dan mensetting ulang size virtual memori dengan penambahan ataupun pengurangan secara bertahap (menggunakan kelipatan 25, misalnya dari 175 MB menjadi 200 MB atau 150 MB).

        Usahakan jangan menggunakan wallpaper dengan size gambar yang besar, atau bahkan jangan menggunakan wallpaper lagi, tapi cukup menggunakan warna background yang sudah disediakan oleh Windows.

        Jika Anda menggunakan screen saver, maka gunakan blank screen saver atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali.

        Jangan mengcompress harddisk tempat file database Anda berada.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: