Banyak Belajar

Saudara banyak mempelajari prinsip-prinsip bisnis, misalnya mempelajari Toyota Way, mangga atuh, …

Saudara banyak membahas startegic marketing dari Donald Trump, Robert Kiyoshaki,  monggo bae mas,…

Saudara sering membaca buku motivasi Mario Teguh, Ippho Santosa, Safir Senduk, Valentino Dinsky dan lain-lain, welcome aja bro, ..

Lalu saudara mempelajari The Ocean Blue Strategy, dari guru-guru marketing dunia, pelajari itu semua., silahkan saja,…

Tapi jangan sampai induk pedoman kita yaitu Al Qur’anul Karim, malah kita abaikan.
Al Qur’an merupakan petunjuk utama untuk mencapai keteguhan iman.

Al Qur’an merupakan penghubung yang amat kokoh antara hamba dengan Rabbnya.

Barangsiapa berpegang teguh dengan Al Qur’an, niscaya Allah akan memeliharanya.

Barangsiapa mengikuti Al Qur’an, niscaya Allah akan menyelamatkannya.

Dan barangsiapa menyeru kepada Al Qur’an, niscaya Allah akan menunjukinya ke jalan yang benar.
Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan bahwa diturunkannya Al Qur’an secara berangsur-angsur adalah untuk meneguhkan hati para hambaNya, sebagaimana firman Allah tatkala membantah tuduhan kaum kuffar, “Orang-orang kafir berkata: Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja ? Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil.”  (Al Furqan : 32)
Diantara alasan mengapa Al Qur’an sebagai sumber utama untuk mencapai keteguhan hati, karena Al Qur’an menanamkan keimanan dan mensucikan jiwa seseorang, diturunkan untuk menentramkan hati manusia dan sebagai benteng bagi orang mukmin dalam menghadapi hempasan fitnah.

Al Qur’an juga membekali muslim dengan konsepsi serta nilai yang dijamin kebenarannya, sehingga dia mampu menilai sesuatu dan menimbang sesuatu secara proporsial dan benar.

Salah seorang pakar ekonomi dan juga seorang ustadz di Indonesia, mengatakan “jika Anda sukses secara ekonomi tanpa dilandasi Al Qur’an, itu sama artinya, casingnya saja yang bagus sedangkan isinya kosong, hidup Anda hanya dilandasi jasmani saja yang sukses sedangkan rohani Anda kering kerontang, itu artinya belum sukses dan hidup Anda masih garing. Jadilah orang yang sukses jasmani dan sukses rohani.”

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: