Bab 356. Larangan Menyia-nyiakan Harta Yang Tidak Di Dalam Arah-arah Yang Diizinkan Oleh Syari’at Dalam Membelanjakannya

 

Bab 356. Larangan Menyia-nyiakan Harta Yang Tidak Di Dalam Arah-arah Yang Diizinkan Oleh Syari’at Dalam Membelanjakannya

 

 

1778. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu ridha untukmu semua akan tiga perkara dan benci untukmu semua akan tiga perkara pula. Allah ridha untukmu semua, jikalau engkau semua menyembahNya dan tidak menyekutukan sesuatu denganNya dan jikalau engkau semua berpegang teguh dengan agama Allah dengan bersama-sama -penuh rasa persatuan- dan engkau semua tidak bercerai-berai. Allah benci untukmu semua akan qif dan qal -dari si Fulan dan kata si Fulan, tanpa ada kepastian kebenarannya-, juga banyaknya pertanyaan serta menyia-nyiakan harta.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan sudah lalu uraian hadits ini lihat hadits no.108.

 

1779. Dari Warrad, penulis al-Mughirah, katanya:”Al-Mughirah bin Syu’bah mendiktekan -membacakan- kepada saya dalam suratnya yang disampaikan kepada Mu’awiyah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. itu mengucapkan setiap habis mengerjakan shalat yang diwajibkan, yaitu -yang artinya-: “Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya pulalah segala kerajaan dan segala puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tiada yang dapat menolak terhadap apa yang telah Engkau karuniakan dan tidak ada yang kuasa memberi terhadap apa yang telah Engkau tolak dan tidak bergunalah kekayaan itu kepada orang yang memilikinya dari siksaMu.” Selain itu ditulisnya pula suratnya kepada Mu’awiyah itu bahwasanya Nabi s.a.w. melarang dari qil dan qal -yakni-: dari si Anu dan kata si Anu, yaitu kata-kata belum diketahui kepastian kebenarannya, juga melarang menyia-nyiakan harta, memperbanyak pertanyaan. Beliau s.a.w. melarang pula berani -durhaka- kepada para ibu, menanam -mengubur- anak-anak perempuan hidup-hidup dan mencegah -yakni tidak melaksanakan- apa-apa yang wajib atas dirinya serta meminta apa-apa yang bukan miliknya.” (Muttafaq ‘alaih) Hadits ini sudah dijelaskan uraiannya -lihat hadits no.340-.


Sumber:

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: