Bab 300. Larangan Membiarkan Api Menyala Di Rumah Ketika Hendak Tidur Dan Lain-lain, Baikpun Api Itu Berada Di Dalam Lampu Ataupun Lain-lainnya

 

Bab 300. Larangan Membiarkan Api Menyala Di Rumah Ketika Hendak Tidur Dan Lain-lain, Baikpun Api Itu Berada Di Dalam Lampu Ataupun Lain-lainnya

 

 

1649. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Janganlah engkau semua membiarkan api itu dalam rumah-rumahmu -yakni dalam keadaan menyala-, ketika engkau semua masuk tidur” (Muttafaq ‘alaih)

 

1650. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Ada rumah yang terbakar di Madinah mengenai keluarga dalam rumah itu di waktu malam.” Setelah Rasulullah s.a.w. diberitahu akan hal ihwal mereka yang rumahnya terbakar tadi, lalu beliau s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya api itu adalah musuhmu semua, maka dari itu jikalau engkau semua hendak tidur, padamkanlah api itu dulu.” (Muttafaq ‘alaih)

 

1651. Dari Jabir r.a. dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: “Tutuplah wadah, ikatlah mulut -tutup- tempat air – atau sumbatlah, tutuplah semua pintu dan padamkanlah lampu. Sebab sesungguhnya syaitan itu tidak dapat mengurai ikatan tempat air, tidak dapat membuka pintu, juga tidak dapat membuka wadah. Jikalau seseorang diantara engkau semua itu tidak dapat menemukan, melainkan hanya dapat memalangkan sebatang tangkai kecil di atas wadahnya, dan menyebutkan nama Allah, maka hendaklah melakukan saja yang ia dapat melakukannya itu. Sesungguhnya tikus itu dapat menyalakan -membakar- rumah dari sesuatu keluarga rumah -sebab bisa jadi ia menabrak lampu yang sedang menyala sehingga terjadi kebakaran-.” (Riwayat Muslim) Alfuwaisiqah artinya ialah tikus, sedang tudhrimu artinya membakar.


Sumber:

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: