Beberapa hadits dha’if dalam Riyadus Shalihin – Bab274

Bab 274. Larangan Menunjukkan Kegembiraan Ketika Seorang Muslim sedang Kesusahan

 

 

55/1585. Watsilah bin Al Asqa’ RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

 

 ( لا تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ لأَخِيكَ فَيَرْحَمَهُ اللهُ وَيَبْتَلِيكَ )) . رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن ))

 

“Janganlah menunjukkan kegembiraan dalam kesusahan saudaramu, maka Allah akan memberinya rahmat dan mengujimu “. (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan).

 

Keterangan:

 

Sanad hadits tersebut dha’if, karena ada perawi yang bernama Makhul Asy-Syami, orang yang tsiqah (terpercaya) tetapi kadang melakukan tadlis (periwayatan hadits yang kecacatan sanadnya disembunyikan, sehingga seakan-akan tidak ada aib di dalamnya), sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hibban. la juga banyak melakukan periwayatan hadits mursal (hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang langsung disandarkan kepada Nabi SAW) dan melakukan periwayatan secara mu’an’an (hadits yang disanadkan dengan kata an). Keterangan yang menyatakan bahwa Makhul mendengar langsung dari sahabat Watsilah bin Al Asqa’, banyak diperselisihkan oleh para ulama hadits. Ada riwayat hadits lain yang menjadi syahid untuk hadits tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Muadz bin Jabal:

 

“Barangsiapa menjelek-jelekkan saudaranya (sesama muslim) dengan suatu dosa (kesengajaan; tafsir Imam Ahmad), maka ia tidak meninggal hingga melakukannya” (HR. At-Tirmidzi).

 

Akan tetapi sanad tersebut munqathi (hadits yang di tengah sanadnya gugur seorang perawi atau beberapa perawi, tetapi tidak berturut-turut) dan di dalam sanadnya ada perawi yang bernama Muhammad bin Al Hasan bin Abu Yazid AI Hamdani (ia dituduh berdusta di dalam periwayatan hadits), sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ma’in dan Abu Daud di dalam Al Mizan (3/514).

 

Ibnu Al Jauzi [di dalam Al Maudhuuat (3/82)] berkata, “Hadits tersebut tidak sah dan Muhammad bin AI Hasan adalah seorang pendusta”.

 

Lihat Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah hadits no. 178, Dha’if Sunan At-Tirmidzi hadits no. 449 dan 450; Dhaiful Jami’ hadits no. 5710 dan 6245, Bahjatun-Nazhirin hadits no. 1577, dan Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 1577.

 

Sumber: Hadits-hadits Dhaif Dalam Riyadus Shalihin – Muhammad Nashiruddin Al-Albani – Pustaka Azam (CHM file oleh : Yoga Buldozer)

Leave a Reply

%d bloggers like this: