Beberapa hadits dha’if dalam Riyadus Shalihin – Bab231

231. Bab: Keutamaan Orang yang Memberi Buka Puasa pada Orang Berpuasa dan Doa Orang yang Berbuka di Rumah Orang Lain 

 

42/1274. Dari Ummu Umarah Al Anshariyah RA

 

 أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا ، فَقَدَّمَتْ إِلَيْهِ طَعَاماً ، فَقَالَ : (( كُلِي )) فَقَالَتْ : إنِّي صَائِمَةٌ ، فَقَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : (( إنَّ الصَائِمَ تُصَلِّي عَلَيْهِ المَلاَئِكَةُ إِذَا أُكِلَ عِنْدَهُ حَتَّى يَفْرغُوا )) وَرُبَّمَا قَالَ : حَتَّى يَشْبَعُوا )) رواه الترمذي ، وقال : حديث حسن ))

 

“Nabi SAW datang ke rumahnya, maka dia menghidangkan makanan kepada beliau . Nabi berkata, ‘Makanlah engkau’. Ummu Umarah menjawab, ‘Aku sedang puasa’. Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘ Sesungguhnya orang yang puasa akan tetap didoakan oleh para malaikat jika ada orang yang makan di tempatnya hingga ia selesai makan; atau sampai orang itu kenyang’.” (Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan”).

 

Keterangan:

 

Sanad hadits tersebut dha’if, karena ada seorang perawi (yang bernama Laila), yang majhul (tidak diketahui identitasnya). Meskipun demikian, ada suatu riwayat dengan sanad yang shahih dengan syarat Bukhari-Muslim dari Abdullah bin Amr. Hadits tersebut mauquf, tetapi mempunyai hukum marfu’ sampai kepada Nabi SAW, yaitu:

 

‘Orang yang sedang puasa tetap akan didoakan oleh para malaikat, selagi ada orang yang makan di sisinya.” (Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Abdurrazak). Lihat Silsilah Adh-Dha’ifah hadits no. 1332, Bahjatun-Nazhirin hadits no. 1266 dan Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 1266.

 

 

Sumber: Hadits-hadits Dhaif Dalam Riyadus Shalihin – Muhammad Nashiruddin Al-Albani – Pustaka Azam (CHM file oleh : Yoga Buldozer)

Leave a Reply

%d bloggers like this: