Bab 111. Kesopanan-kesopanan Minum Dan Sunnahnya Bernafas Tiga Kali Di Luar Wadah Serta Makruhnya Bernafas Di Dalam Wadah Dan Sunnahnya Memutarkan Wadah Pada Orang Yang Sebelah Kanan Lalu Yang Sebelah Kanan Lagi Sesudah Orang Yang Memulai Minum Itu

 

Bab 111. Kesopanan-kesopanan Minum Dan Sunnahnya Bernafas Tiga Kali Di Luar Wadah Serta Makruhnya Bernafas Di Dalam Wadah Dan Sunnahnya Memutarkan Wadah Pada Orang Yang Sebelah Kanan Lalu Yang Sebelah Kanan Lagi Sesudah Orang Yang Memulai Minum Itu

 

 

754. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu bernafas ketika minum sebanyak tiga kali.” Muttafaq ‘alaih. Yakni bernafas di luar wadah.

 

755. Dari Ibnu Abbas raaniailahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua minum sekaligus seperti minumnya unta, tetapi minumlah dua kali atau tiga kali. Bacalah Bismillah jikalau engkau semua memulai minum dan bacalah Alhamdulillah jikalau engkau semua angkat -yakni selesai minum-.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. [Baca Status Hadits Disini]

 

756. Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. melarang jikalau ditarik nafas dalam wadah -yakni bernafas didalam wadah-.” Muttafaq ‘alaih. Yakni ditariknya nafas dalam wadah tempat seseorang itu minum.

 

757. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. diberi susu yang telah dicampur dengan air. Di sebelah kanannya ada seorang A’rab -penghuni pedalaman negeri Arab- dan di sebelah kirinya ialah Abu Bakar r.a. Beliau s.a.w. lalu minum, kemudian memberikan -wadah isi susu itu- kepada orang A’rab dan beliau s.a.w. bersabda: “Dahulukanlah yang kanan dulu lalu yang sebelah kanannya.” (Muttafaq ‘alaih)

 

758. Dari Sahl bin Sa’ad r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. diberi minuman lalu beliau meminumnya dan di sebelah kanannya ada anak kecil sedang di sebelah kirinya ada beberapa orang tua. Beliau s.a.w. lalu berkata kepada anak -yang di sebelah kanannya-: “Adakah engkau izinkan jikalau saya memberikan kepada orang-orang tua ini?” Anak itu berkata: “Tidak, demi Allah, saya tidak mau mengalahkan diri sendiri kepada seorangpun akan bagianku dari Tuan itu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. meletakkannya di tangan anak tersebut. (Muttafaq ‘alaih) Ucapannya: Tallahu artinya meletakkannya. Adapun anak kecil itu ialah Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma -sewaktu masih kecilnya-.


Sumber:

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: