Bab 93. Sunnahnya Mendatangi Shalat, Ilmu Pengetahuan Dan Lain-lainnya Dari Berbagai Ibadah Dengan Sikap Pelan-pelan Dan Tenang

 

Bab 93. Sunnahnya Mendatangi Shalat, Ilmu Pengetahuan Dan Lain-lainnya Dari Berbagai Ibadah Dengan Sikap Pelan-pelan Dan Tenang

 

 

Allah Ta’ala berfirman; “Dan barangsiapa yang mengagungkan peraturan-peraturan suci dari Allah, maka itulah setengah dari ketaqwaan hati.” (al-Haj: 32)

 

702. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila shalat telah diiqamati -yakni telah dibacakan iqamat-, maka janganlah engkau semua mendatanginya sambil berlari-lari. Tetapi datangilah itu sambil berjalan dan hendaklah engkau semua selalu bersikap pelan-pelan -tidak tergesa-gesa karena takut ketinggalan-. Maka dari itu mana saja rakaat yang engkau semua dapati, ikutlah shalat berjamaah sedang yang terlambat, maka sempurnakanlah -setelah imam bersalam-.” (Muttafaq ‘alaih) Imam Muslim dalam suatu riwayatnya menambahkan: “Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari engkau semua itu apabila bersengaja untuk melakukan shalat, maka ia sudah dianggap dalam shalat -yakni sudah memperoleh pahala shalat itu, walau belum shalat-.”

 

703. Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ia bersama Nabi s.a.w. tiba pada hari Arafah, lalu Nabi s.a.w. mendengar suara gertakan keras, pukulan serta suara unta, kemudian beliau s.a.w. memberikan isyarat kepada mereka itu dengan cemetinya dan bersabda: “Hai sekalian manusia, hendaklah engkau semua itu tetap bersikap pelan-pelan, karena sesungguhnya kebajikan itu bukannya dengan bercepat-cepat.” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebagainya.


Sumber:

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: