Beberapa hadits dha’if dalam Riyadus Shalihin – Bab005

Bab 5. Muraqabah (Pengawasan)

 

 

 

1/67. Abu Ya’la Syaddad bin Aus RA mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda,

 

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ

 

“Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah ialah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan).

 

Keterangan:

 

Hadits ini sanadnya dha’if, karena ada seorang perawi bemama Abu Bakar Ibnu Abi Maryam; dia kacau hafalannya setelah rumahnya kecurian

 

Selanjutnya Adz-Dzahabi menolak dan mengritiknya, dengan berkata, “Demi Allah, Abu Bakar adalah orang yang suka menduga-duga dalam meriwayatkan hadits. Ada Syahid untuk hadits tersebut dari Anas RA, yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, tetapi beliau berkata, “Tetapi dalam sanad hadits ini ada perawi bemama Aun bin Ammarah, dia orang yang dhaif dalam periwayatannya.”

 

Lihat kitab Silsilah Ahadits Adh-Dha ‘ifah hadits no. 5319; Dha’if Al Jami’ Ash-Shaghir no. 4305; Al Misykah no. 5289; Dha’if Sunan At-Tirmidzi hadits no. 436; Dha’if Sunan Ibnu Majah hadits no. 930; Al Misykah hadits no. 5289; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 66 oleh Syaikh Sahm bin Id Al Hilali; Takhrij Riyadhus-Shalihin hadits no. 66 oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth.

 

2/69. Umar RA mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda,

لاَ يُسْأَلُ الرَّجُلُ فِيْمَ ضَرَبَ امْرَأَتَهُ

“Seorang laki-laki tidak akan ditanya (tidak dituntut) mengapa ia memukul istrinya” (HR. Abu Daud dan lainnya)

 

Keterangan:

 

Sanad hadits ini dha’if. karena ada dua illat (cacat), yaitu: pertama, pada riwayat Imam Ahmad tersebut perawinya bernama Daud Al Audi, jika yang dimaksud adalah Daud bin Yazid Al Audi, maka ia orang yang tidak kuat dalam periwayatan hadits. Sedangkan pada riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah disebutkan Daud bin Abdullah Al Audi, jika yang dimaksud adalah perawi ini, maka ia adalah orang yang tsiqah. Kedua, baik riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, maupun Imam Ahmad, ada perawi lainnya yang bernama Abdurrahman Al Musla, ia tidak diketahui identitasnya (majhul), sebagaimana yang dikatakan Adz-Dzahabi dalam Al-Mizan.

 

Lihat kitab Irwaul Ghalil hadits no. 2034; Dha ‘if Sunan Abu Daud hadits no. 469; Dha ‘if Sunan Ibnu Majah hadits no. 431; Al Misykah hadits no. 3268; Dha’iful Jami’ hadits no. 6218; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 68; Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 68.

 

Sumber: Hadits-hadits Dhaif Dalam Riyadus Shalihin – Muhammad Nashiruddin Al-Albani – Pustaka Azam (CHM file oleh : Yoga Buldozer)

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: