BAB X. BERDA’WAH KEPADA ALLAH

Pembahasannya mencakup:

1.Kesempurnaan agama Islam

2.Hikmah penciptaan manusia

3.Unversalitas agama Islam

4.Berda’wah kepada Allah

5.Kewajiban berda’wah kepada Allah

6.Prinsip dasar da’wah para Nabi dan Rasul

1.Kesempurnaan Agama Islam

Islam adalah agama yang sempurna, yang dengannya Allah SWT
memuliakan manusia. Dan dengan Islam pula terwujudnya kebahagian manusia di dunia dan akhirat. Allah
telah menciptakan alam ini, dan menjadikan setiap makhluk yang ada di dalamnya tunduk kepada sunnatullah (hukum Allah) atau tabiat yang berlaku atasnya. Melalui Islam Allah mewujudkan kehendak-Nya. Oleh karena itu, segala sesuatu yang telah ditetapkan atasnya hukum Allah tersebut, maka ketetapan itu tidak bisa dirubah kecuali dengan perintah Allah semata;


“Sebagai suatu sunnatullah (hukum Allah) yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” (QS. Al-Fath:23).

Matahari memiliki sunnatullah, malam memiliki sunnatullah, siang memiliki sunnatullah, tumbuh-tumbuhan memiliki sunnatulah, hewan-hewan memiliki sunnatulah, begitu juga angin, air, bintang-bintang, lautan dan gunung-gunung; setiap mereka memiliki sunnatulah (hukum Allah) yang berlaku atas mereka. Dan begitulah seterusnya:


“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yasin: 40).

Dan manusia adalah salah satu makhluk Allah yang juga membutuhkan jalan (hidup) yang mesti dilalui pada setiap keadaan; demi menggapai kesuksesan dunia dan akherat. Jalan tersebut adalah agama (Islam) yang Allah memuliakan manusia dengannya serta meridhainya. Tidak diterima agama apa pun selain Islam, maka kebahagiaan dan kesengsaraan tergantung kepada sejauh mana manusia berpegang teguh dengan Islam atau mengingkarinya. Manusia bebas memilih apakah menerima Islam atau menolaknya.

1.Allah SWT
berfirman:


“Dan katakanlah bahwa kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (QS. Al-Kahfi: 29).

2. Allah SWT
berfirman:


“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya. ” (QS. Al-Baqarah: 38-39).

 

Ketika Allah SWT
menciptakan manusia, ditundukkan bagi manusia segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan Allah menurunkan kepada manusia kitab-kitab, para rasul diutus, serta Allah membekali manusia dengan pengetahuan dan panca indera; berupa pendengaran, penglihatan dan akal, dan Allah SWT
memuliakan manusia dengan (memrintahkkannya untuk) menyembah kepada Nya semata tanpa menyekutukan Nya (dengan sesuatu apapu).

1. Allah SWT
berfirman:


“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat Nya lahir dan bathin.” (QS. Luqman: 20).

2. Allah SWT
berfirman:


“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Nahl: 78).

3. Allah SWT
berfirman:


“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu”. (QS. Al-Nahl: 36).

Nikmat yang paling agung Allah SWT menganugerahi kepada para hamba Nya dengan nikmat yang sangat banyak, tidak terhitung, nikmat yang terpenting adalah nikmat diciptakannya kita, diberi umur panjang dan nikmat hidayah, dan nikmat yang teragung dan tertinggi dari nikmat-nikmat tadi adalah nikmat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW
sebagai utusan Allah SWT
kepada umat seluruh manusia, inilah agama yang sempurna, menyeluruh dan kekal:

Mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya dengan menyembah, mengesakan, dan bersyukur hanya kepada-Nya, mengadu kepada-Nya setiap permasalahan, takut dan bertawakkal hanya kepada-Nya, merendahkan diri, mencintai, mendekatkan diri hanya kepada-Nya, meminta pertolongan-Nya, memohon keridhaan dan (berdo’a agar diberikan) petunjuk yang bisa mengantarkan ke dalam surga-Nya serta bagaimana agar selamat dari kemarahan dan siksaan-Nya.

Mengatur hubungan antara manusia dengan Rasul-Nya
dengan menta’ati, mencintai, dan mengikuti sunnahnya, membenarkan ajaran yang dibawa olehnya, menjadikannya sebagai suri teladan dan tidak beribadah kepada Allah SWT
kecuali dengan apa yang disyariatkannya.

Mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, seperti dengan ibu dan bapak, dengan isteri dan anak, dengan sanak famili dan tetangga, dengan orang ‘alim dan orang awam, dengan orang muslim dan kafir, dengan penguasa dan masyarakat, dan dengan yang lainnya.

Mengatur muamalah manusia dengan hartanya, mencari nafkah yang halal, menghindari penipuan, bersikap ramah dalam berjual beli, berinfaq untuk kebaikan, berusaha jujur, menghindari riba dan dusta, dan juga mengatur bagaimana membagikan harta shodaqoh, pembagian warisan dan lain sebagainya.

Islam mengatur kehidupan manusia dalam berkeluarga, mendidik anak-anak, menjaga keluarga agar jauh dari kerusakan, mengatur kehidupan pria dan wanita baik dalam keadaan senang ataupun susah, keadaan kaya atau miskin, keadaan sehat atau sakit, keadaan aman atau takut, keadaan bermuqim atau safar.

Islam mengatur seluruh hubungan tersebut di atas ikatan yang kuat berupa kecintaan karena Allah dan benci karena Allah, mengajak kepada sifat-sifat dan akhlaq terpuji, seperti dermawan, murah hari, rasa malu, pemaaf, jujur, berbuat baik, adil, menolong orang, kasih sayang, simpati dan semisalnya.

Islam melarang segala keburukan dan kerusakan, kezholiman dan tindakan melampaui batas; seperti menyekutukan Allah, membunuh jiwa tanpa alasan yang benar, berzina, berdusta, sombong, kemunafikan, mencuri, ghibah, memakan harta orang dengan cara yang bathil, riba, minum khamer, sihir, riya dan yang lainnya.

Setelah itu; Islam memberitakan tentang keadaan manusia di alam akherat. Dan sesungguhnya kehidupan di akherat itu dibangun berdasarkan kehidupannya di dunia. Maka barangsiapa yang datang dengan membawa keimanan dan amal shaleh; niscaya dia masuk syurga, di dalam syurga dirinya akan sangat bahagia karena bisa melihat wajah Allah, dia bersenang-senang dengan kenikmatan yang terdapat di dalam syurga, yang mana syurga itu belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar oleh telinga dan tidak pula terbersit dalam hati manusia. Dia kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Sedangkan orang yang datang dengan membawa kekafiran dan kemaksiatan maka ia masuk neraka dan kekal di dalamnya. Adapun orang muslim yang bermaksiat kepada Allah jika dosanya tidak diampuni maka akan diazab di dalam neraka sebatas kadar dosanya, atau diampuni oleh Allah SWT
dan tidak disiksa.

1. Allah SWT
berfirman:


“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku-ridhai islam itu jadi agama bagimu.” QS. Al-Ma’idah: 3

2. Allah SWT
berfirman:


“Sٍungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al kitab dan al hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

(QS. Ali Imron: 164).

3. Allah SWT
berfirman:


Sesungguhna telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. Al- Ma’idah: 15-16).

4. Allah SWT
berfirman:


“Barangsiapa taat kepada Allah dan rasul Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan Nya, niscaya Allah memasukkkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. Al-Nisa’: 13-14).

Agama ini akan tersebar dan disampaikan dengan jelas, sebagaimana jelasnya malam dan siang, kemudian (agama islam) akan kembali asing seperti semula.

1.Dari Tsauban berkata: Rasulullah SAW
bersabda:


“Sesungguhnya Allah telah menghamparkan bumi bagiku, maka aku melihat belahan bumi bagian timur dan bagian barat dan kekuasaan umatku akan meliputi bagian bumi yang telah dihamparkan bagiku”. (HR. Muslim).


“Perkara Islam pasti akan sampai kepada apa-apa yang liputi oleh siang dan malam, dan Allah tidak akan meninggalkan rumah baik di kota atau di desa kecuali Dia akan menyampaikan kepada mereka perkara agama ini, dengan memuliakan orang yang mulia atau menghinakan orang yang terhina, yaitu sebuah kemuliaan di mana Allah akan meniggikan Islam dengannya dan kehinaan di mana Allah akan menghinakan kekafiran dengannya”.


“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula. Ia berkeliling di antara dua masjid; seperti ular yang berlindung ke dalam sarangnya” (HR. Muslim).

Dalam riwayat Ahmad disebutkan: setelah kalimat yang artinya beruntunglah bagi mereka yang asing. Ketika Nabi ditanya: “Siapakah orang yang asing itu?”, Rasul menjawab: “Mereka yang dijauhi/asing dari suku dan kaum mereka”.

Allah telah menyempurnakan agama ini bagi kita, dan menyempurnakan nikmat ini dengannya, serta ridha terhadap Islam sebagai agama kita; maka barangsiapa yang menerima agama ini, niscaya dia bahagia di dunia dan di akherat akan masuk syurga. Dan barangsiapa yang mengingkarinya maka dia hidup sengsara di dunia, dan di akherat akan masuk neraka. Allah tidak akan pernah menerima agama dari seorangpun selain agama Islam.

Allah SWT
berfirman:


“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Ma’idah: 3).

Allah SWT
berfirman:


“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron: 85).

3. Dari Abu Hurairoh dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda :


“Demi yang jiwa Muhammad ada di Tangan Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi atau Nashroni yang mendengar tentang aku, kemudian ia mati sementara dirinya tidak beriman dengan risalah yang aku bawa, maka ia termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim).

2. Hikmah diciptakannya manusia.

Allah SWT
menciptakan alam ini sebagai bukti akan kesempurnaan ilmu dan kekuasaannya, dan seluruh makhluk di alam ini bertasbih dan memuji keagungan Allah
.

Allah SWT
berfirman:

ٰ

“Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-Thalaq: 12).

Allah SWT menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukan Nya (dengan sesuatu apapun), sebagaimana firman Allah SWT:


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.” (QS. Al-Zdariayat: 56-57).

Alam dan fase-fase yang dilewati manusia Allah menciptakan manusia, serta menjadikannya melewati fase-fase waktu, tempat dan keadaan. Kemudian diakhiri dengan keabadian, baik itu abadi di syurga atau di neraka. Inilah fase-fase perpindahan tersebut:

Dalam perut ibu, inilah fase awal yang dilewati seluruh manusia, tempat tinggal pertama manusia selama kurang lebih sembilan bulan, Allah SWT
mengaturnya dalam kegelapan dengan kekuasaan Nya, ilmu Nya dan hikmah Nya; apa-apa yang dibutuhkan dari makanan, minuman dan tempat untuk berlindung. Pada fase ini tidak ada tugas dan beban kepada manusia. Ada dua hikmah dengan adanya fase ini, yaitu: Menyempurnakan sendi-sendi dan anggota badan sehingga keluar ke alam dunia setelah sempurna penciptaan secara dhohir dan bathin.

Alam dunia, alam yang lebih luas dari alam rahim ibu, dan masa hidup di alam ini lebih panjang dari alam rahim ibu. Allah SWT
mengatur dan menyediakan bagi manusia apa-apa yang dibutuhkannya di alam dunia ini. Juga Allah memberikan kelebihan berupa akal, pendengaran dan penglihatan, kemudian Allah mengutus rasul-rasul bagi manusia, menurunkan kitab-kitab untuk mereka dan memerintahkan supaya ta’at kepada Allah, melarang bermaksiat kepada Nya. Dia menjanjikan syurga bagi yang taat, dan siksa neraka bagi yang bermaksiat. Hikmah adanya alam dunia ini adalah: Menyempurnakan keimanan kepada Allah SWT, dan menyempurnakan amal-amal sholeh, yang merupakan sebab dimasukkannya manusia ke dalam syurga. Setelah itu, barulah dia berpindah ke alam berikutnya.

Alam barzah di dalam qubur, inilah tempat awal dari perkampungan akherat. Manusia tinggal di alam ini sampai meninggalnya seluruh makhluq dan terjadinya hari kiamat. Masa tinggal di alam ini lebih panjang dibanding dengan alam dunia, kebahagiaan dan kesengsaraan di alam ini juga lebih besar dan lebih sempurna dibanding dengan alam dunia; tergantung amal kita ketika di alam dunia, (alam ini) bisa menjadi taman dari taman-taman syurga atau menjadi lubang dari lubang-lubang neraka. Balasan sudah dimulai dari alam ini. Kemudian barulah manusia berpindah lagi dari alam barzah menuju alam abadi, baik syurga atau neraka.

Alam akherat, kehidupan di alam ini tidak terbatas, kenikmatan-kenikmatan yang sempurna bagi orang-orang beriman, dilengkap dan dipenuhi semua keinginan-keinginan orang-orang beriman. Barangsiapa yang ketika di alam dunia menyempurnakan apa yang dicintai oleh Allah SWT
berupa keimanan, akhlaq dan amal-amal sholeh, maka di akerat ini Allah sempurnakan pula baginya apa yang dia sukai dan harapkan, berupa kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terbesit dalam hati manusia. Dan apabila ia datang tanpa membawa keimanan dan amal-amal sholeh, maka baginya balasan neraka jahanam di mana dia kekal di dalamnya, sedangkan orang beriman ketika berpindah ke alam ini, maka dia tidak dibebani dengan apa-apa yang telah diwajibkan atas dirinya ketika berada di alam pertama (dunia), dan dia kekal di dalam surga.

Kesempurnaan nikmat hati

Allah SWT
menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan, memuliakannya di atas semua makhluk. Dan Allah menjadikan bentuk tubuh manusia secara sempurna, ketika dia tidak memperoleh kesempurnaan tersebut, maka hal itu akan mengkaibatkan terjadinya gangguan, kekacauan, dan rasa sakit. Maka dijadikanlah kesempurnaan mata dengan penglihatannya, kesempurnaan telinga dengan pendengarannya, kesempurnaan lisan dengan kemampuannya untuk berbicara, dan ketika hilang kesempurnaan kekuatan anggota badan tersebut, niscaya dia akan mengalami sakit dan cacat.

Begitu juga Allah SWT
telah menjadikan kesempurnaan hati dan nikmat-nikmatnya, kegembiraannya, ketenangannya, dalam mengenal Rabbnya. Mencintai Nya, senang dan rindu kepada Nya, beramal dengan apa yang diridhai Nya. Dan tetkala hilang kesempurnaan hati ini, maka dia akan merasakan azab yang pedih dan kesengsaraan yang perih jika dibanding dengan mata yang kehilangan penglihatannya, telinga yang kehilangan pendengarannya. Hati yang bersih dan selamat akan selalu melihat kebenaran sebagaimana mata melihat matahari.

Dunia dan akherat

Allah SWT
menjadikan segala sesuatu mempunyai tujuan dan perhiasan. Tumbuh-tumbuhan memiliki perhiasan, yaitu: dahan, dedaunan dan bunga-bunga, akan tetapi maksud dan tujuan dijadikannya pohon adalah untuk menghasilkan buah-buahan dan kacang-kacangan. Juga pakaian mempunyai perhiasan, sedangkan maksud dan tujuan dari pakaian adalah menutupi aurat. Sama halnya dengan dunia, dia mempunyai perhiasan dan keindahan, segala apa yang ada di dalamnya adalah perhiasan dunia. Sedangkan maksud dan tujuannya adalah memudahkan untuk beriman dan amal sholeh.

Dunia adalah perhiasan, akherat adalah tujuan. Setiap orang yang lupa akan maksud dan tujuannya pasti akan terpesona dengan perhiasan dunia. Para nabi alaihimus salam- dan para pengikutnya sibuk beramal demi (mengejar) maksud dan tujuan mereka. Dan orang yang lalai (ahli dunia) akan sibuk dengan perhiasan-perhiasan dunia; berhura-hura dan bermain-main. Padahal Allah SWT
memerintahkan kepada kita untuk mengambil bagian dari dunia ini sebatas keperluan saja, dan beramal untuk akherat dengan segala kemampuannya.

Ketika bentrokan terjadi dalam hidup kita, antara perhiasan dan tujuan, yaitu beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan Nya, menta’ati Nya dan menta’ati rasul Nya, maka dahulukanlah apa yang dicintai oleh Allah, yaitu beribadah kepada Nya, menta’ati Nya dan menta’ati rasul Nya , serta berjihad di jalan Allah dan menyebarkan agama-Nya.

Firman Allah SWT


“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya” (QS. Al-Kahfi: 7).

Allah SWT
berfirman:


“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antar kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan akherat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupa dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang di kehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid: 20-21).

Allah SWT
berfirman:


“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Ataubah: 24).

Nilai dunia di banding dengan akherat.

Allah SWT
dan rasul Nya telah menjelaskan dengan gamblang dan sejelas-jelasnya tentang nilai dunia dibanding akherat sebagaimana yang disebutkan berikut:

1. Nilai dunia yang sebenarnya telah dijelaskannya oleh Allah SWT
dengan firman Nya:


“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akherat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64).

2. Nilai dunia yang bersifat sementara, dijelaskan oleh Allah SWT
dalam firman Nya:


“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akherat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. Al-Taubah: 38).

3. Nilai dunia diukur dengan timbangan.

Rasulullah SAW
menjelaskannya dalam hadist Beliau SAW:


“Kalaulah dunia sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka orang kafir tidak akan dikasih minum walau satu teguk air”. (HR. Turmudzi).

4. Nilai dunia diukur dengan takaran:


“Tidaklah dunia ini dibanding dengan akherat keculai seperti salah seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ini –dan beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk- pada sebuah sungai yang besar, maka hendaklah dia mengamati bagian yang menetes”. (HR. Muslim).

5. Nilai dunia diukur dengan luasnya. Rasulullah SAW
menjelaskannya:


“Tempat cemeti di dalam syurga, itu lebih baik dari dunia beserta isinya”. (HR. Bukhari).

6. Nilai dunia diukur dengan uang dirham.

Rasul
pernah melewati bangkai seekor anak kambing yang tuli (cacat), maka beliau menghampirinya dan mengangkat telinga bangkai kambing tersebut, kemudian Beliau SAW
bersabda:


“Sesungguhnya Rasulullah SAW
lewat pada sebuah pasar, masuk dari sisi pintunya, sementara para shahabat berada pada kedua sisi beliau dan melewati seekor kambing cacat yang telah mati. Lalu beliau mengambilanya dan memegang telinganya kemudian bersabda: “Siapakah yang mau membeli barang ini dengan satu dirham?”, para shahabat berkata: “Kami tidak suka memilikinya walaupun sedikit dan apakah yang bisa kami perbuat dengannya?”, Nabi SAW
bertanya: “Apakah kalian senang jika memilikinya?. Para shahabat menjawab: “Demi Allah, seandainya dia hidup maka dia hidup dalam keadaan cacat sebab telinganya kecil, tuli dan apalagi kalau dia telah menjadi bangkai (kami tidak mau memilikinya), lalu Rasulullah SAW
bersabda: “Demi Allah, dunia ini lebih hina kepada Allah dari (bangaki) ini di hadapan kalian”.

Kebahagian dan kesengsaraan

Allah SWT
menjadikan kebahagiaan dan kesengsaraan sesuai dengan tingkat keimanan dan amal sholehnya, atau sebaliknya kekufuran dan amal buruknya.

Orang yang beriman dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT
dan rasul Nya dengan melakukan amal-amal sholeh, maka dia hidup bahagia di dunia, kemudian kebahagiaannya ditambah pada saat setelah dirinya meninggal, malaikat memberi kabar gembira baginya dengan kemudahan menjelang kematiannya, juga ditambahkan baginya suatu kebahagiaan ketika di dalam qubur, dan kebahagiaannya ditambah kembli ketika seluruh umat manusia berkumpul, lalu kebahagiaannya itu menjadi sempurna ketika dimasukkan ke dalam syurga.

Begitu juga sebliknya, orang yang kafir dan buruk amalnya, dia akan sengsara dan keadaannyapun buruk di dunia, kemudian ditambah lagi dengan kesengsaraannya ketika menjelang kematian, dan kesengsaraannya ditambah kembali ketika berada di dalam qubur, lalu kesengsaraannya ditambah kembali pada saat berkumpulnya seluruh manusia (dipadang mahsyar) serta kesengsaraannya menjadi sempurna ketika dimasukkan ke dalam neraka.

Barangsiapa di dunia rajin melaksanakan bermacam-macam amal yang diridhai dan dicintai Nya, maka beragam pula pula bagian kenikmatan yang akan diperolehnya di dalam syurga, dan banyaknya kenikmatan tergantung dari banyaknya amal. Dan barangsiapa di dunia melakukan berbagai macam amalan yang dibenci dan dimurkai oleh Allah, maka diapun akan merasakan bermacam-macam siksaan dan kepedihan di dalam neraka, dan beragamnya siksaan juga tergantung kepada banyaknya amalan kejelekan (yang dilakukannya).

1. Allah SWT
berfirman;


“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Nahl: 97).

2. firman Allah SWT:


“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari qiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat”. Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kemu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya, dan sesungguhnya azab di akherat itu lebih berat dan lebih kekal. (QS. Thaha: 124-127).

Orang yang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya akan dicoba dengan amalan yang bisa merugikannya.

Sunnatullah berjalan atas orang yang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat baginya, padahal dia bisa megkerjakannya, akan dicoba dengan kesibukkan yang bisa merugikannya sehingga pekerjaan yang sebelumnya menjadi terhalang untuk dikerjakan. Ketika orang-orang musyrik enggan untuk beribadah kepada Dzat Yang Maha Pemurah, maka mereka diuji dengan beribadah kepada berhala. Ketika mereka menolak serta enggan untuk tunduk kepada rasul-rasul, mereka mendapat cobaan dengan ketundukan mereka terhadap apa-apa yang bisa merusak dan mengacaukan aqal dan agama mereka. Ketika mereka menolak untuk mengikuti kitab-kitab yang telah diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia; maka mereka terjebak mengikuti kitab-kitab yang buruk dan hina serta merusak akal. ketika harta-harta mereka tidak diinfaqkan dalam rangka taat kepada Allah, maka mereka diuji dengan menginfaqkan hartanya demi hawa nafsunya dan syaithon.

Dan orang yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, ia meninggalkan apa yang dikehendaki oleh hawa nafsu dan syahwat-syahwatnya, maka akan Allah gantikan dengan kecintaannya kepada Allah serta ketenangan dalam beribadah, dan sungguh ia merasakan kebahagiaan dengan ibadah tsb, dan ganti dari Allah itu (yaitu: cinta kepada Allah dan menyembahNya) melebihi kenikmatan dunia dan seluruhnya.

3. Tiang-Tiang Agama Islam

Islam adalah agama dan sebagai rahmat bagi seluruh alam, Allah SWT
telah menganugerahkannya bagi seluruh makhluk, Allah telah mengutus bagindanya para rasul dengan membawa agama Islam ini, sebagai penutup para nabi, dan Allah muliakan umat beliau dengan berdakwah kepada Nya sampai hari qiamat.

1. Allah adalah Rabb bagi semesta alam, tidak ada Rabb bagi mereka selain Diri Nya, sebagaimana firman Allah SWT:


“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.” (QS. Al-Nas: 1).


2. Allah adalah Raja manusia, tidak ada Raja bagi mereka selain Diri Nya,

sebagaimana firman Allah SWT: “Raja manusia.” (QS. Al-Nas: 2).


3. dan Allah adalah Tuhan manusia, tidak ada Tuhan bagi mereka kecuali hanya Allah, sebagaimana firman Nya:

“Sembahan manusia.” (QS. Al-Nas: 3).


4. Dan Allah SWT
telah menurunkan quran sebagai petunjuk bagi manusia, sebagaimana firman Nya:

“Bulan ramadhan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185).


5. Dan Allah SWT
telah mengutus Muhammad SAW
sebagai utusan Nya bagi seluruh umat manusia, sebagaimana firman Nya: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28).

6. Dan Allah SWT
memerintahkan kepada kita untuk menghadap ke arah ka’bah, sebagai tempat pertama bagi manusia (yang dibangun untuk beribadah), dimana manusia mendirikan sholat dan berhaji padanya. Sebagaimana firman Allah SWT:


“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah; barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 96-97).

7. Dan Allah menyebutkan bahwa umat ini adalah sebaik-baik umat, yang telah dilahirkan demi umat manusia.

a. Firman Allah SWT:


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110).

b. Dari Bahzi bin Hakim, dari bapaknya, bapaknya dari kakeknya; ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW
bersabda :


“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan menyamai tujupuluh umat, dan kalianlah umat yang terbaik dan termulia di sisi Allah
.” (Musnad Imam Ahmad bin Hambal).

[Untuk membaca lanjutannya, silahkan geser sedikit scrollbar ke paling bawah, lalu pada sebelah kanan label Pages, klik Page Number (Nomor Halaman) nya]

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: