BAB III. PEMBAHASAN TENTANG ADAB

1. Adab Mengucapkan Salam.

2. Adab Makan Dan Minum.

3. Adab Di Jalan Dan Di Pasar.

4. Adab Safar.

5. Adab Tidur Dan Bangun.

6. Adab Mimpi.

7. Adab Meminta Izin.

8. Adab Bersin.

9. Adab Menjenguk Orang Sakit.

10. Adab Berpakain.

ADAB

Adab yaitu: berkata, berprilaku dan berbudi pekerti yang terpuji.

Islam adalah din yang sempurna, mengatur seluruh sisi kehidupan seseorang, ia menuntun manusia untuk melakukan hal-hal yang berguna, melarangnya dari hal-hal yang berbahaya, menetapkan etika terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, baik pada saat makan dan minum, saat bangun dan tidur, saat bepergian atau menetap bahkan dalam seluruh keadaan.

Allah SWT
berfirman:


“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (Q.S. Al Hasyr: 7)

Diantara adab-adab yang dijelaskan dalam Al quran dan Sunah adalah:

Adab Mengucapkan Salam

Fadhilah salam:


Dari Abdullah bin Amru bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah: “Perbuatan apakah di dalam Islam yang paling baik?”, beliau bersabda: “Engkau memberikan makanan, mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal atupun tidak kau kenal”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :12 dan Muslim no hadist: 39)


Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepada suatu perbuatan yang apabila kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencintai?! “Tebarkanlah salam di antara kalian”.
HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 54)


Dari Abdullah bin Salam berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Hai manusia, sebarkanlah salam dan berilah (kepada orang miskin) makan, dan sambunglah hubungan kekeluargaan, dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat”.
HR. Tarmizi dan Ibnu Majah. (Hadist shahihdiriwayatkan oleh Tirmizi no hadist :2485 dan Ibnu Majah no hadist: 1334)

Cara mengucapkan salam:

Allah SWT
berfirman:


“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (Q.S. An Nisaa’: 86) .


Dari Imran bin Hushein , ia berkata : “Seorang lelaki datang kepada Nabi SAW
seraya mengucapkan “Assalamu’alaikum”, lalu beliau menjawab salam tersebut dan orang itupun duduk, Nabi SAW
bersabda: “Sepuluh”, kemudian datang orang lain lalu mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi”, maka beliau menjawabnya, kemudian orang itu duduk, Nabi SAW
bersabda: “Dua puluh”, kemudian datang lagi yang lain lalu mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh“, lalu beliaupun menjawab. kemudian orang itu duduk, dan Nabi SAW
bersabda : “Tiga puluh”.
HR. Abu Daud dan Tarmizi. (Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist: 5195 dan Tirmizi no hadist: 2689)

Fadhilah orang yang memulai mengucapkan salam:


Dari Abu Ayyub bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih tiga malam, di mana mereka saling bertemu sementara yang ini memalingkan mukanya dan yang ini juga memalingkan mukanya, orang yang terbaik di antara mereka berdua adalah orang yang memulai mengucapkan salam
“. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6077 dan Muslim no hadist: 2560.)


Dari Abu Umamah berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Manusia yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang pertama mulai mengucapkan salam“. HR. Abu Daud dan Tarmizi.(

Hadist shahihdiriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5197 dan Tirmizi no hadist: 2694)

Orang yang seharusnya terlebih dahulu mengucapkan salam:


Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, ia bersabda: “Orang yang lebih kecil mengucapkan salam kepada yang lebih tua, orang yang berjalan mengucapkan salam kepada yang sedang duduk, yang sedikit mengucapkan salam kepada yang lebih banyak”. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6231 dan Muslim no hadist: 2160)


Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Hendaklah orang yang berada di atas kendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan mengucapkan salam kepada orang yang duduk, orang yang sedikit mengucapkan salam kepada orang yang lebih banyak”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6232 dan Muslim no hadist: 2160)

Mengucapkan salam kepada wanita dan anak-anak.


Dari Asma binti Yazid radhiyallah `anha berkata: “Nabi SAW
melewati kami (kaum wanita) lalu beliau mengucapkan salam kepada kami”. HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. (Hadist shahihdiriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5204 dan Ibnu Majah no hadist: 4336)

Dari Anas bahwa ia melewati anak-anak lalu mengucapkan salam kepada mereka, dan dia berkata: “Nabi SAW
pernah melakukan hal tersebut.” Muttafaq ‘alaih .(

muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6247 dan Muslim no hadist: 2168)

Perempuan boleh mengucapkan salam kepada laki-laki jika tidak khawatir akan tergoda.


Dari Ummu Hani binti Abi Thalib radhiyallahu `anha berkata: “Aku datang kepada Nabi SAW
di hari penaklukan kota Mekkah, di saat itu beliau tengah mandi dan Fathimah menutupinya dengan kain, lalu aku mengucapkan salam, beliau bersabda: “Siapakah ini?. Aku berkata: “Ummu Hani’ binti Abu Thalib, beliau bersabda: “Selamat datang Ummu Hani’
“. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6157 dan Muslim no hadist: 337)

Mengucapkan salam saat masuk rumah:

Allah SWTberfirman:


“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. (Q.S. An Nuur: 61) .

Larangan mengucapkan salam kepada Ahli kitab:


Dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan Nasrani, dan bila kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka di jalan, maka desaklah dia untuk mengambil jalan yang sempit”. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2167)

Dari Anas berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah “wa’alaikum”.
Muttafaq’alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6258 dan Muslim no hadist: 2163)

Barangsiapa yang melewati majlis yang berkumpul padanya orang Islam dan orang kafir maka ucapkanlah salam dan niatkan untuk orang Islam.


Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu `anhuma, bahwa Nabi SAW
melewati suatu majelis yang bercampur padanya antara orang Islam, musyrik (penyembah berhala), dan Yahudi, lalu Nabi SAW
mengucapkan salam kepada mereka, kemudian beliau berhenti dan turun dari kendaraannya. Lalu mendakwahkan Islam kepada mereka serta membacakan Al quran “.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5663 dan Muslim no hadist: 1798)

Mengucapkan salam saat masuk dan saat keluar.


Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Bila salah seorang kamu tiba di suatu majelis hendaklah ia mengucapkan salam dan bila hendak berdiri ucapkanlah salam. Sebab ucapkan salam yang pertama tidak lebih berhak dari ucapan salam yang terakhir”.
HR. Abu Daud dan Tarmizi. (Sanad Hadist Jayyid, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5208 dan Tirmizi no hadist: 2706.)

Larangan menunduk saat bertemu:


Dari Anas bin Malik
berkata: “Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah: “Wahai rasulullah!, bila seorang muslim bertemu saudaranya atau temannya apakah dia harus menunduk kepadanya? Nabi bersabda: “Tidak”, orang itu bertanya kembali: “Apakah dia harus memeluk dan menciumnya?. Beliau bersabda: ” Tidak”, orang itu bertanya kembali: “Apakah dia berjabatan tangan? Nabi bersabda: ” Ya”.
H.R. Tirmizi dan Ibnu Majah. (Hadist hasan, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist :2728 dan Ibnu Majah no hadist: 3702)

Fadhilah berjabat tangan:


Dari Baraa’ berkata: “Rasulullah bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, melainkan dosa keduanya diampunkan sebelum mereka berpisah”. HR. Abu Daud dan Tirmizi. (Hadist hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5212 dan Tirmizi no hadist: 2727)

Kapan dianjurkan berjabat tangan dan merangkul.


Dari Anas berkata: Bahwa para sahabat Nabi apabila bertemu maka mereka saling berjabat tangan, dan bila datang dari perjalanan jauh mereka saling berpelukan”. H.R. Tabrani dalam Al awsath. (Sanad Hadist Jayyid, diriwayatkan oleh Tabrani dalam Al awsath no hadist :97)

Cara menjawab salam dari orang ketiga:


Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata: Rasulullah bersabda kepadaku: “Ini Jibril alaihi salam mengucapkan salam untukmu”, aku menjawab: “Wa’alaihisalam warahmatullahi wabarakatuh, engkau dapat melihat sesuatu yang tak kulihat”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :3217 dan Muslim no hadist: 2447)


Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW
berkata: “Bapakku berkirim salam untukmu, Nabi SAW
bersabda: “Alaika wa ala abikassalam
“. H.R Ahmad dan Abu Daud. (Hadist hasan, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 23492 dan Abu Daud no hadist: 5231)

Anjuran berdiri untuk menghormati orang yang datang atau membantunya


Dari Abu sa’id bahwa Bani Quraizah pasrah terhadap hukum yang akan dijatuhkan oleh Sa’ad bin Mu’az. Maka Nabi SAW
mengutus orang untuk menjemputnya, tatkala Nabi SAW
datang beliau bersabda: “Berdirilah untuk menghormati pemimpin kalian, atau orang yang terbaik diantara kalian
“. muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6262 dan Muslim no hadist: 1768)

Dalam riwayat yang lain: “Berdirilah untuk menghormati pemimpin kalian dan berilah dia tempat duduk “. H.R . Ahmad.(
Hadist hasan, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 25610)


Dari ‘Aisyah radhiyallahu anha berkata: " Aku tidak melihat orang yang paling mirip dengan RRasulullah SAW</em></span><span style="font-family: Arial Unicode MS;">
</span><span style="font-family: Times New Roman;"><em>dari sisi akhlak dan prilakunya selain Fatimah radhiyallahu
anha. Apabila Fatimah masuk ke rumah Rasulullah SAW

maka Nabipun berdiri lalu memegang tangan Fatimah dan menciumnya serta memberinya tempat duduk pada tempat beliau duduk. Dan apabila Nabi SAW
masuk ke rumah Fatimah maka Fatimah berdiri lalu memegang tangan Nabi dan menciumnya serta memberinya tempat duduk di tempat dia duduk
. H.R Abu Daud dan Tirmizi. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5217 dan Tirmizi no hadist: 3872)

Makruh berdiri untuk menghormati orang tertentu:


Dari Mu’awiyah berkata: aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang merasa senang orang –orang berdiri untuk menghormatinya maka sediakanlah tempat untuknya di neraka”. H.R Abu Daud dan Tirmizi.(

Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5229 dan Tirmizi no hadist: 2755)

Mengucapkan salam tiga kali jika salam tidak terdengar oleh orang:


Dari Anas bahwa Nabi SAW
apabila mengucapkan suatu kata, beliau mengulanginya tiga kali hingga ucapan tersebut dipahami, dan apabila mendatangi suatu kaum maka beliau memulai mengucapkan salam kepada mereka, beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali”
HR. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :95)

Mengucapkan salam untuk jama’ah:


Dari Ali bin Abi Thalib , Rasulullah SAW
bersabda: “Mencukupi bagi sebuah rombongan saat melewati (suatu kaum yang sedang duduk) salah seorang dari mereka mengucapkan salam (untuk kaum tersebut) dan mencukupi bagi jamaah yang sedang duduk itu bahwa salah seorang dari mereka menjawab salam tersebut”“. H.R. Abu Daud.(

Hadist hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist :5210)

Larangan menjawab salam saat buang hajat:


Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma seorang laki-laki lewat saat Rasulullah SAW
sedang buang air kecil, lalu orang tersebut mengucapkan salam kepada Nabi. namun beliau tidak menjawabnya
. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :370)


Dari Muhajir bin Qunfuz bahwa dia mendatangi Rasulullah SAW
saat kencing, lalu dia mengucapkan salam kepada Nabi. Namun beliau tidak menjawabnya sehingga berwudhu kemudian meminta maaf seraya bersabda “Aku tidak suka menyebut Asma Allah kecuali dalam keadaan suci”.
H.R. Abu Daud dan Nasa’I. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 17 dan Nasa’I no hadist :38)

Dianjurkan menggembirakan orang yang datang dan menanyakan identitasnya agar dihormati sesuai dengan keadaannya.


Dari Abi Jamrah berkata: aku menjadi penterjemah antara Ibnu Abbas dan orang-orang. Dia bertanya: Utusan datang kepada Nabi SAW
.Lalu Nabi bersabda: “Siapakah utusan tersebut? atau siapakah kaum yang dating ini?. Para shahabat menjawab: “Rabi’ah”. Nabi bersabda: “Selamat datang wahai kaum! Selamat datang wahai para utusan!, anda tidak akan terhina dan tidak akan menyesal”
. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 87 dan Muslim no hadist :17)

Makruh mengucapkan salam dengan kalimat: Alaikassalam.


Dari Jabir bin Sulaim berkata: “Aku mendatangi Nabi SAW
lalu mengucapkan: “Alaikassalam”. Maka beliau bersabda: “Janganlah mengucapkan Alaikassalam, akan tetapi ucapkanlah: “Assalamualaik
“. H.R. Abu Daud dan Tirmizi. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 5209 dan Tirmizi no hadist :2722)


Dalam riwayat yang lain: “Karena uacapan alaikassalam adalah ucapan salam untuk orang yang telah wafat. H.R. Abu Daud.

Adab Makan Dan Minum

Makanan orang islam haruslah yang halal lagi baik:

Allah SWT
berfirman:


“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”. (Q.S. Al Baqarah: 172) .

Allah SWT
berfirman:


“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (Q.S. Al A’raaf: 157)

Membaca bismillah saat hendak makan dan meraih makanan yang ada di dekat kita:


Dari Umar bin Abu Salamah : “Sewaktu aku kecil saat berada dalam asuhan Rasulullah SAW
dan ketika makan tanganku sering ke sana ke mari (saat mengambil makanan) pada sebuah nampan, lalu Rasulullah SAW
bersabda kepadaku: “Hai annak!, ucaplah bismillah dan makan dengan tangan kananmu serta ambil bagian yang berada di dekatmu“, semenjak itu selalu cara makanku (seperti) apa yang diajarkan Rasulullah SAW”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5376 dan Muslim no hadist :2022)


Dari Ibnu Mas’ud berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila salah seorang kamu makan hendaklah mengucapkan bismillah, maka jika lupa mengucapkan


bismillah di awalnya, ucapkanlah: َ (dengan nama Allah di awal dan dia akhir) dengan demikain dia seperti makan dari awal lagi, dan setan terhalangi untuk ikut makan bersamanya, yang mana sebelumnya dia telah mendapat bagian dari makanan tersebut “. HR Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni.(
hadist shahih diriwayatkan oleh Ibnu Hibban no hadist 5213 dan Ibnu Sunni no hadist :461)

Makan dan minum harus menggunakan tangan kanan:


Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhu , bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila kalian makan maka makanlah dengan menggunakan tangan kanan, bila minum minum maka gunakanlah tangan kanan. Karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya“. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2020)
Bernafas saat minum di luar gelas.


Dari Anas berkata: Rasulullah SAW
bernafas dalam sekali minum tiga kali, dan bersabda: “Sesungguhnya dengan begini dahaga lebih hilang , lepas dan lebih enak
” . Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5631 dan Muslim no hadist :2028)

Cara memberi minum kepada orang lain:.


Dari Anas bahwa Rasulullah SAW
dihadiahkan susu yang telah bercampur air, sedangkan di sebelah kanan beliau ada seorang Arab Badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar , maka beliau minum kemudian memeberikannya kepada si Badui, beliau bersabda: “Yang paling kanan, kemudian yang paling kanan”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 2352 dan Muslim no hadist :2029)

Larangan minum dengan berdiri:


Dari Abu Sa’id Al khudri “bahwa Nabi SAW
menghardik orang yang minum sambil berdiri”. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2025)

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW
melihat seseorang laki-laki minum sambil berdiri, lalu beliau bersabda: “Tahan dia! orang itu berkata: “Kenapa?” maka Nabi bersabda: “Apakah engkau senang jika seekor kucing ikut minum bersamamu? Ia berkata: “Tidak”. Nabi SAW
bersabda:,”Sungguh telah ikut minum bersamamu yang lebih buruk dari kucing, yaitu setan”
. H.R. Ahmad dan Darimi. (hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist 7990 dan Darimi no hadist :2052)

Larangan makan dan minum di bejana yang terbuat dari emas dan perak:


Dari Huzaifah aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Janganlah kalian memakai sutera, dan kain tenun dari sutera, dan jangan pula minum pada bejana emas dan perak, dan jangan makan pada nampannya” karena Perhiasan tersebut adalah untuk mereka (orang kafir) di dunia, dan untuk kita di akhirat kelak”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5426 dan Muslim no hadist :2067)

Cara memakan makanan:


Dari Ka’ab bin Malik berkata: Rasulullah SAW
makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilat tangannya sebelum diseka. H.R. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2032)


Dari Anas bahwa apabila Rasulullah SAW
selesai memakan makanannya maka beliau menjilat tiga jarinya dan bersabda: “Apabila suapan salah seorang kamu terjatuh, ambillah dan bersihkanlah dari kotoran lalu makanlah, dan jangan membiarkannya untuk setan,” dan beliau memerintahkan agar nampan tempat makan juga dijilat, beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian tidak mengetahui pada bagian manakah adanya keberkahan dari makanan kalian
.” HR. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2034)


Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma berkata: Rasulullah SAW
melarang seseorang makan dua biji kurma sekaligus kecuali bila temannya mengizinkannya. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 2455 dan Muslim no hadist :2045)


Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW
bersabda: “Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan member dengan tangan kanan, karena setan makan dengan tangan kiri, minum dengan tangan kiri, memberi dengan tangan kiri dan mengambil dengan tangan kiri. H.R.
Ibnu Majah. (hadist shahih diriwayatkan oleh Ibnu Majah no hadist 3266)

Ukuran makanan yang dimakan


Dari Miqdam bin Ma’di Karib berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Tidaklah seorang anak Adam memenuhi rongga yang lebih buruk dari pada lambungnya, cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, maka jika ingin lebih juga maka sepertiga lambungnya untuk makanannya, sepertiga yang lain untuk minumannya dan sepertiga yang lainnya untuk bernafas”.
HR. Tarmizi dan Ibnu Majah. (hadist shahih diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 2380 dan Ibnu Majah no hadist 2064)

Larangan mencela makanan:


Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW
tidak pernah sedikitpun mencela makanan, bila beliau menyukainya maka beliau memakannya, dan apabila tidak menyukainya maka beliau meninggalkannya”.
Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5409 dan Muslim no hadist :2064)

Larangan makan banyak:


Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, dari Nabi SAW
bersabda: “Orang kafir makan untuk memenuhi tujuh lambung, sedangkan orang mukmin makan untuk memenuhi satu lambung”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5393 dan Muslim no hadist :2060.

3 ..)

Fadhilah memberi makan dan berbagi makanan:


Dari Jabir dia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Makanan untuk seorang mencukupi dua orang, makanan untuk dua orang mencukupi empat orang, makanan untuk empat orang mencukupi delapan orang”
. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2059)


Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhuma, bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: “Islam apakah yang paling baik?”, beliau bersabda: “Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 6236 dan Muslim no hadist :39)


Dari Abu Ayyub Al Anshari berkata: Rasulullah SAW
bila dihadiahkan makanan maka beliau memakan (sebagiannya) dan mengirim sisanya kepadaku . HR.Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2053)

Anjuran memuji makan yang dimakan:


Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu `anhuma bahwa Nabi SAW
meminta lauk kepada para isterinya, mereka berkata: “Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali cuka”, lalu beliau meminta cuka tersebut dan mulai makan (roti) dengannya, dan bersabda: “Lauk yang paling enak adalah cuka, lauk yang paling enak adalah cuka
“. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :2052)

Larangan meniup minuman:


Dari Abu Sa’id Al Khudri , berkata: Rasulullah SAW
melarang minum dari bagian gelas yang retak dan melarang meniup minuman
“. H.R. Abu Daud dan Tirmizi. (hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3722 dan Tirmizi no hadist 1887)

Orang yang memberi minum, dialah yang terakhir minum:


Dari Abu Qatadah berkata Rasulullah SAW
berkhutbah kepada kami yang di akhir khutbahnya beliau bersabda: “Orang yang yang menuangi minum untuk suatu kaum dialah yang paling akhir minum”.
HR. Muslim . (diriwayatkan oleh Muslim no hadist :681)

Anjuran makan secara bersama:


Dari Wahsyi bin Harb, dari bapaknya, dari kakeknya bahwa para sahabat Rasulullah SAW
berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan tetapi kami tidak kenyang”, beliau bersabda: “Kemungkianan kalian makan secara berpisah-pisah”, mereka berkata: “Benar”, lalu beliau bersabda: “Makanlah secara bersama atau kumpulkan makanan kalain dalam satu nampan, kemudian makanlah bersama, lalu ucapkan bismillah, niscaya makanan kalian akan diberkahi”.
HR Abu Daud dan Ibnu Majah. (hadist hasan diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3764 dan Ibnu Majah no hadist 3286)

Memuliakan tamu dan menjamunya dengan sendiri:

Allah SWT
berfirman:


“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.” Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan.” (Q.S. Az Dzariyat: 24-27 )


Dari Abi Syuraih Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya selama hari istimewa”, para sahabat berkata: “Apa hari istimewa itu wahai Rasulullah?”,
beliau bersabda: “Sehari semalam, sedangkan menjamu tamu selama tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah untuk tuan rumah“. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 6135 dan Muslim no hadist :48)

Sikap duduk saat makan:


Dari Abu Juhaifah berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Aku tidak pernah makan dalam keadaan duduk bertelekan”.
HR. Bukhari . (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5398)


Dari Anas berkata: “Aku melihat Rasulullah SAW
duduk iqa’a (yaitu dengan menempelkan pantat ke lantai dan menegakkan dua betisnya) pada saat makan kurma”.
HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist 2044)


Dari Abdullah bin Busur berkata: “Di hadiahkan kepada Nabi SAW
daging kambing maka Rasulullah SAW
duduk berlutut, seorang Arab Badui berkata: “Duduk apakah ini?”, Rasulullah SAW
bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menjadikanku seorang hamba yang mulia dan tidak menjadikanku seorang sombong lagi pembangkang”.
H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah. (hadist hasan diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3764 dan Ibnu Majah no hadist 3199)

Cara makan orang yang sibuk:


Dari Anas berkata: “Rasulullah SAW
dihadiahi kurma, lalu beliau membaginya dengan terburu-buru dan memakan sebagiannya dengan tergesa-gesa”. H.R.
Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist 2044)

Menutup bejana dan menyebut Asma Allah sebelum tidur:


Dari Jabir bahwa Rasulullah SAW
bersabda: … tutuplah pintumu dan sebutlah nama Allah, matikanlah lampumu dan sebutlah nama Allah, tutuplah bejana airmu dan sebutlah nama Allah dan tutuplah bejana makananmu dan sebutlah nama Allah, sekalipun hanya sekedar dengan meletakkan sesuatu yang melintang di atasnya. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 3280 dan Muslim no hadist :2012)

Makan bersama pembantu:


Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW
bersabda: “Apabila pelayan membawa makanan untuk salah seorang di antara kalian dan dia tidak mau duduk bersamanya maka berilah dia satu suap atau dua suap makanan karena sesungguhnya dialah yang telah membuatnya
“. Muttafaq alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5460 dan Muslim no hadist :1663)

Apabila masuk waktu Isya, hendaklah tidak terburu-buru menyelesaikan makan malam:


Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW
bersabda: “Apabila makan malam telah dihidangkan dan waktu shalat Isya telah masuk maka mulailah makan malam terlebih dahulu”.
Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5463 dan Muslim no hadist :557)

Cara makan memakai nampan:


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma dari Nabi SAW
bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka janganlah dia makan dari atas nampan, tetapi mulailah makan dari bawah, karena keberkahan turun dari atas nampan”.
H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah (hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3772 dan Ibnu Majah no hadist 3277)

Yang harus diucapkan dan dilakukan apabila makan atau minum susu:


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai makan makanan maka ucapkanlah:


“Ya Allah! Berilah kami berkah dengan makan ini dan berilah makanan yang lebih baik darinya”. Dan apabila diberi rezeki berupa minuman susu, hendaklah dia membaca:


“Ya Allah! Berilah kami berkah padanya dan tambahkanlah makanan itu kepada kami“. Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu apappun dari makan dan minum yang (gizinya) lengkap selain susu”. H.R. Abu Daud dan Tirmizi. (hadist hasan lighairihi, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3730 dan Tirmizi no hadist 3455)


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma bahwa Rasulullah SAW
minum susu kemudian meminta air untuk berkumur-kumur, seraya bersabda: “Sesungguhnya susu itu mengandung lemak”. muttafaq alaih . (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 211 dan Muslim no hadist :358)

Doa setelah selesai makan:


Dari Mu’az bin Anas radhiyallahu `anhuma bahwa Nabi SAW
bersabda: Barangsiapa yang selesai makan lalu mengucapkan:


Segala puji bagi Allah Yang memberi makan ini kepadaku dan Yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.” Niscaya diampuni dosanya yang telah berlalu. H.R. Abu Daud. (hadist hasan , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4023)


Dari Abu Umamah bahwa Nabi SAW
apabila mengangkat jamuannya (setelah selesai makan) maka beliau mengucapkan doa:


“Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik lagi diberkahi, tidak ada yang mencukupi dan tidak ada yang membalas, dan tidak ada yang dapat berlepas diri dari-Nya wahai Rabb kami”. HR. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 5458)


Dari Abu Ayyub Al Anshari berkata: Apabila Rasulullah SAW
selesai makan dan minum beliau mengucapkan:


Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum dan menjadikannya nikmat dan jalan keluar”. H.R. Abu Daud. (hadist shahih , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3851)


Dari Anas berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang memakan makanan lalu dia memuji Allah atasnya atau dia meneguk suatu minuman dan dia memuji Allah SWT

atasnya”. HR. Muslim.(
diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2734)


Ya Allah Engkau telah memberi makan dan minum, telah memberi kekayaan serta kecukupan, telah memberi hidayah dan kehidupan, hanya untuk-Mu segala pujian atas nikmat yang Engkau berikan. H.R. Ahmad. (hadist shahih , diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 16712)


Dari Anas berkata: “Rasulullah `
bersabda: “Tidaklah seorang hamba diberi nikmat oleh Allah lalu dia mengucapkan: Alhamdulillah, melainkan apa yang diberikan kepadanya lebih baik daripada yang diambilnya
“. H.R. Ibnu Majah. (hadist hasan , diriwayatkan oleh Ibnu Majah no hadist : 3805)

[Untuk membaca lanjutannya, silahkan geser sedikit scrollbar ke paling bawah, lalu pada sebelah kanan label Pages, klik Page Number (Nomor Halaman) nya]

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
hadits yang menerangkan tidur dalam keadaan suci no 6311 bahasa inggris

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: