Bab Doa

Macam-macam doa.

Kekuatan doa.

Doa makbul.

Hal- hal yang menghalangi doa dikabulkan.

Beberapa bentuk doa saat ditimpa bala’.

Fadhilah doa.

Adab berdoa dan sebab- sebab doa dikabulkan.

Doa yang dibolehkan dan doa yang dilarang.

Waktu, tempat dan kondisi yang afdhal agar doa dikabulkan.

Beberapa doa yang berasal dari Al quran dan Sunah:

  1. Doa yang berasal dari Al quran Al karim.
  2. Doa-doa Nabi SAW

Macam-macam doa:

Doa ada dua macam: doa ibadah dan doa permohonan, masing-masing doa tersebut saling berkaitan dengan lainnya.

Doa ibadah: yaitu bertawassul kepada Allah untuk meraih suatu keinginan atau menolak bala atau menghilangkan suatu petaka dengan cara mengikhlaskan ibadah kepadaNya semata.

Allah SWT
berfirman:


Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S. Al Anbiyaa’ : 87- 88 )

Doa permohonan: yaitu: seseorang memohon sesuatu yang berguna atau menolak bahaya untuk dirinya.

Allah SWT
berfirman:


(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (Q.S. Ali Imran: 16).

Kekuatan do’a:

Doa dan ta’awwuz merupakan senjata dan senjata. Kekuatannya bukan saja pada ketajamannya, selain itu dia tergantung pada orang yang mempergunakannya. Maka bilamana senjatanya bagus tidak ada cacat dan lengan orang yang memakainya kuat serta tidak ada yang penghambatnya,

niscaya dia mampu menakhlukkan musuh. Dan bilamana salah satu syarat di atas tidak terpenuhi maka efeknyapun tidak akan berarti.

Doa adalah senjata bagi orang yang beriman, berguna untuk hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi.

Doa yang makbul dan keinginan tercapai berbanding lurus dengan kekuatan keyakinan terhadap Allah, keistiqamahan dalam melakukan perintah Allah dan berusaha menegakkan kalimat Allah.

Doa yang makbul

Bila syarat-syarat doa telah terpenuhi, niscaya Allah langsung mengabulkan suatu permintaan, atau melambatkannya agar orang yang beriman semakin banyak menangis dan merendahkan diri kepada Allah, atau Allah memberikan hal lain yang jauh lebih bermanfaat dari permintaannya, baik untuk menolak bala’, atau dikahirkan oleh Allah sampai di hari kiamat. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui hal yang lebih bermanfaat bagi hambaNya. Maka janganlah terburu-buru agar doa dikabulkan.

Allah SWTberfirman:


Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. At Thalaaq: 3) .

Allah SWT
berfirman:


“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al Baqarah: 186).

Hal- hal yang menghalangi dikabulkannya doa:

Doa merupakan sebab yang terkuat untuk menolak bencana dan meraih keinginan. Namun, terkadang maksud tersebut tidak tercapai karena ada kelemahan dalam doa tersebut, seperti doa untuk mencelakakan orang lain dan doa ini tidak disukai oleh Allah.

Bias jadi karena kalbu orang yang berdoa lemah, tidak sepenuhnya menghadap Allah saat berdoa, bisa jadi juga karena orang yang berdoa itu sering memakan harta haram, lalai, atau dosa yang telah menumpuk dalam kalbu, atau ingin agar doanya segera dikabulkan dan malas berdoa setelah itu.

Kemungkinan Allah tidak mengabulkan doa seseorang karena Dia berkehendak mengabulkan doanya di akhirat dengan sesuatu yang lebih besar, atau Allah menolak bencana yang sebanding dengan permohonannya, dan mungkin juga seandainya Allah mengabulkan doanya (seperti yang diinginkan), maka orang tersebut bertambah dosanya kepada Allah, maka tentu tidak dikabulkannya do’a tersebut lebih utama baginya, atau mungkin juga seandainya Allah mengabulkan doanya orang tersebut tidak sering lagi berdo’a kepada Allah.

Doa saat bala menimpa:

Doa adalah penawar yang paling manjur, penolak bala, penangkal turunnya bala atau mengurangi bala. Dan keberadaan doa terhadap bala ada tiga kemungkinan:

Pertama: Doa itu lebih kuat dari bala, maka doa ini dapat menolak bala tersebut.

Kedua: Doa itu lebih lemah dari bala, maka bala lebih unggul dari doa.

Ketiga: Doa dan bala seimbang, maka tidak satupun dari keduanya yang terjadi.


Fadhilah doa:

Allah SWT
berfirman:


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al Baqarah: 186).

Allah SWT
berfirman:


Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Ghafir: 60).

Adab berdoa dan sebab-sebab dikabulkannya doa:

Ikhlas karena Allah ta’ala, memulai dengan hamdalah kemudian salawat kepada Nabi di awal dan diakhir doa.

Menghadirkan hati saat berdoa, merendahkan suara, mengakui dosa dan meminta ampunanNya, mengakui nikmat Allah serta mensyukurinya, mengulangi doa tiga kali, sering-sering berdoa, jangan menganggap doa lambat dikabulkan, yakin bahwa doanya dikabulkan Allah, jangan berdoa untuk memutuskan silaturahim atau untuk membuat permusuhan.

Jangan berdoakan untuk kebinasaan diri, keluarga, anak dan harta. Hendaklah makanan, minuman dan pakainnya didapatkan dengan cara halal, kembalikan hak orang lain yang pernah dirampas, khusyu’ dan rendah diri, bersuci dari hadas dan najis, mengangkat tangan hingga ke bahu dengan cara; jemari dirapatkan dan bagian dalam telapak tangan mengarah ke langit, atau telapak tangan menutupi wajah dan bagian luar telapak tangan mengarah ke kiblat, mengadap kiblat saat berdoa, berdoa dalam keadaan senang maupun susah, mengucapkan doa-doa mustajab yang diriwayatkan dari Nabi SAW.

Doa yang boleh dan doa yang terlarang:

Doa ada berbagai macam:

Doa yang diperintahkan kepada seorang hamba untuk mengucapkannya, seperti doa-doa dalam shalat dan lain-lain yang disebutkan dalam Al Quran dan Sunah. Ini doa yang disukai oleh Allah.

Doa yang dilarang adalah melampaui batas dalam berdoa, seperti seorang yang meminta sesuatu yang khusus milik Allah, seperti meminta agar dia bisa mengetahui segala sesuatu, atau menguasai segala sesuatu, atau mengetahui hal yang ghaib dan lain-lain, maka doa ini tidak disukai dan diridhai Allah.

Doa yang mubah, seperti meminta kemewahan yang bukan maksiat.

Waktu, tempat dan kondisi yang afdhal agar doa dikabulkan.Waktu yang afdhal:

Pertengahan akhir malam, malam Qadar, setelah selesai shalat fardhu, antara azan dan iqamat, saat tertentu di malam hari, saat tertentu di hari Jumat yaitu akhir waktu shalat Ashar, saat turun hujan, saat berbaris di medan jihad, saat azan dikumandangkan, apabila bersuci sebelum tidur lalu terjaga di tengah malam dan berdoa, doa pada bulan Ramadhan dan lain-lain.

Tempat yang afdhal:

Berdoa di dalam ka’bah dan Hijir Ismail adalah bagian dalam Ka’bah, Berdoa di Arafah pada hari Arafah, berdoa di Safa, berdoa di Marwa, berdoa di Muzdalifah, berdoa setelah melempar jumrah Shugra dan Wustha saat haji, saat minum air Zam-zam dan lain-lain.

Kondisi yang afdhal:


Setelah mengucapkan doa:


Berdoa saat hati menghadirkan keagungan Allah, doa setelah berwudhu, doa saat musafir, doa orang yang sakit, doa orang yang dizalimi, doa orang tua terhadap anaknya, doa orang yang berpuasa saat berbuka, doa orang dalam keadaan darurat, doa saat sujud, saat berkumpul dalam majlis zikir, saat ayam berkokok, saat terjaga di tengah malam lalu mengucapkan: lalu berdoa dan lain-lain.

Doa-doa yang bersumber dari Al Quranul karim:

Allah menurunkan Al Quran sebagai penjelasan atas segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat dan obat. Berikut ini beberapa doa di dalam Al Quran yang selayaknya diucapkan oleh seorang mukmin saat berdoa sesuai dengan permohonannya:


Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Q.S. Al A’raaf: 23).


“Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (Q.S. Al Mumtahanah: 4)


Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah”. (Q.S. Ali Imran: 53) .


“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik”. (Q.S. Al Mukminun: 109) .


“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad SAW). (Q.S. Al Maidah: 83).


“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka” (Q.S. Ali Imran: 16).


“Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. At Tahrim: 8).


“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Hasyr: 10 ).


“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Baqarah: 127-128) .


“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al Mumtahanah: 5) .


“Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” (Q.S. Yunus: 85-86)


“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Ali Imran: 147) .


“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Q.S. Al Kahfi: 10).


“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al Furqan: 74) .


“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Q.S. Al Furqan: 65-66) .


“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (Q.S. Al Baqarah: 201)


“Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Q.S. Al Baqarah: 285).


“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Q.S. Al Baqarah: 286 ).


“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (Q.S. Ali Imran: 8).


“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (Q.S. Ali Imran: 9).


“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (Q.S. Ali Imran: 191-194).


“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (Q.S. Ibrahim: 41 ) .


“Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al Anbiyaa’ : 87 ).

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S. An Anaml: 19).


“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim : 40) .


“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri“. (Q.S. Al Ahqaaf: 15 ) .


“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. (Q.S. Al Qashash: 16).

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, (Q.S. Thahaa: 25-28)


Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Huud: 47).


“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, (Q.S. Asyu’araa: 83-85).


Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”. (Q.S. Nuuh : 28) .


“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (Q.S. Ali Imran: 38).


“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. (Q.S. Al Anbiyaa’: 89).


Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S. Ashshaffat: 100) .


“Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (Q.S. Al Mukminun: 118).


“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.“(Q.S. Al mukminun: 97-98).


“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (Q.S. Thaahaa: 114).


“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (Q.S. Al Israa’: 80).


Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.” (Q.S. Al Mukminun: 29).


“Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerah- kan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang- orang yang berdosa”. (Q.S. Al Qashash: 17) .


“Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”. (Q.S. Al ‘Ankabuut: 30).

Doa – Doa Nabi SAW


Dari Anas berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Bila seseorang di antara kalian berdoa, hendaklah dia berdoa dengan perasaan yang mantap, dan janganlah mengucapkan “Ya, Allah! jika Engkau menghendaki berilah aku, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang memaksa Allah (untuk berbuat sesuatu).” Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6338 dan Muslim no hadist : 2678)
Berikut ini beberapa doa yang diriwayatkan dari Nabi SAW
yang sering beliau baca, maka selayaknya bagi seorang muslim berdoa dengan memabacanya, dan memilih sesuai dengan kebutuhannya sambil menjaga sebab-sebab dikabulkannya doa.


“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji. Dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan Yang Maha Benar, janji-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, firman-Mu benar, Surga benar (ada), Neraka benar (ada), (terutusnya) para nabi benar, (terutusnya) Muhammad benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku memutuskan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dosa yang tersembunyi dan terang-terangan. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”. Muttafaq alaih. (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :7442 dan Muslim no hadist : 769)


Doa yang paling sering dibaca oleh Nabi adalah: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” Muttafaq alaih . (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6389 dan Muslim no hadist : 2688)


(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, rasa takut, pikun, dan kebakhilan, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari cobaan kehidupan dan kematian) Muttafaq alaih.(
Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :2823 dan Muslim no hadist : 2706)


Rasulullah SAW
sering Berlindung kepada Allah dari sulitnya bencana, datangnya kesengsaraan, buruknya ketentutan qadha Allah, dan cacian para musuh“. Muttafaq ‘alaih. (

Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6616 dan Muslim no hadist : 2707)


(Ya Allah, perbaikilah dienku yang merupakan pemelihara urusanku, dan perbaikilah duniaku yang di dalamnya kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup ini bagiku untuk menambah kebaikan untukku, dan jadikanlah kematian untuk menyelamatkanku

segala keburukan)”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2720)


“Ya Allah, aku memohon petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri, dan kekayaan jiwa”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2721)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, pikun dan azab kubur. Ya Allah, berikan jiwaku ini ketakwaan, sucikan ia, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkaulah penolongnya dan pemiliknya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak berguna dan dari hati yang tidak khusyu dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak dikabulkan)”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2722)


(Ya Allah tunjukilah aku dan tuntunlah aku) (Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, petunjuk dan tuntunan). HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2725)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan dan keburukan yang belum aku lakukan)”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2716)


“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan laki-laki yang menindas-(ku)”. HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6369)


(Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Rabb ‘Arsy yang besar, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan langit dan bumi, dan ‘Arsy yang mulia).” Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6346 dan Muslim no hadist : 2730)


(Ya Allah, yang menggerakkan hati, gerakkanlah hati kami untuk menta’ati-Mu)”.

HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2654)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari disampaikan kepada umur yang paling hina (pikun), aku berlidung kepada-Mu dari cobaan dunia, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah di dalam kubur)”. HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6374.)


“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari malas, pikun, hutang dan dosa. Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka, dan siksa neraka,dan dari fitnah kubur dan azab kubur, dari cobaan kekayaan, dan dari buruknya cobaan kefakiran, dan dari fitnah Almasih Dajjal. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es dan salju, Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, jauhkan antara diriku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat”. Muttafaq alaih . (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6375 dan Muslim no hadist : 589)



“Ya Allah! Sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” Muttafaq alaih . (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :834 dan Muslim no hadist : 2705)


“Ya Allah untuk-Mu keislamanku, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku menyandarkan diri dan karena-Mu aku bersengketa, Ya Allah aku berlindung dengan kemuliaanMu yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain-Mu agar Engkau tidak menyesatkan aku, Engkau Zat yang hidup dan tidak akan mati sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati”.

Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :7383 dan Muslim no hadist : 2717)


(Ya Allah, ampunilah kesalahanku dan kebodohanku dan sikapku yang berlebihan dan dari sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ampunilah aku dalam sungguh-sungguhanku, gurauku, kesalahanku dan kesegajaanku, dan semuanya itu ada padaku. Ya Allah, ampunilah apa yang telah berlalu dan akan datang dariku, perbuatan yang tersembunyi dan yang tampak, dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku, Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Engkau yang kemudian, dan Engkau berkuasa atas segala sesuatu)”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6398 dan Muslim no hadist : 2719.)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmatmu dan pergantian sehat dari-Mu, dan siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan seluruh murka-Mu)”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2739)


“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, jagalahlah aku dan berilah rezeki kepadaku.” HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2697)


“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah pasti hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri dengannya, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku”. HR. Ahmad. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 4318)


(Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas dien-Mu)”.HR. Ahmad dan Tarmizi. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 12131 dan Tirmizi no hadist 3522)


Rasulullah SAWbersabda: “Mohonlah kepada Allah ampunan dan kesehatan, karena sesungguhnya seseorang tidak diberi sesuatu setelah keyakinan yang lebih baik dari kesehatan“. HR. Tarmizi. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3558)



(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku dan dari keburukan penglihatanku dan dari keburukan lidahku, dan dari keburukan hatiku, dan dari keburukan kemaluanku)”. HR. Tarmizi dan Nasa’i. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 2492 dan Nasa’I no hadist 5455)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan penyakit berbahaya)”. HR. Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 1554 dan Nasa’I no hadist 5493)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ahklak, amalan, dan hawa nafsu yang jelek)”. HR. Tarmizi.(
Hadist shahih, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3591)


“Ya, Allah! Tolonglah aku, janganlah Engkau menolong orang lain mencelakakanku, bantulahlah aku, janganlah Engkau membantu orang lain mencelakakanku, sukseskanlah makarku, jangan Engkau suseskan makar orang lain terhadapku, tunjukilah aku dan mudahkanlah aku mendapatkan hidayahMu, Bantulah aku mengatasi orang yang menzalimiku, Ya, Allah! Jadikanlah aku orang yang bersyukur kepadaMu, selalu berzikir, takut, patuh, tunduk menyerahkan diri dan kembali kepadaMu. Ya, Allah! Terimalah taubatkau, basuhlah dosa-dosaku, kabulkan doaku, kuatkan hujjahku, perbaiki lisanku, berilah hatiku petunjuk dan buanglah kedengkian dari dadaku”. HR. Abu Daud dan Tirmizi. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 1510 dan Tirmizi no hadist 3551)


Ya, Allah! Aku memohon kepadaMu seluruh kebaikan sekarang dan yang akan datang, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung kepada Mu dari seluruh kejahatan sekarang dan yang akan datang, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya, Allah! Aku memohon kepada Mu segala kebaikan yang diminta oleh hamba dan Nabi Mu, dan aku berlindung kepada Mu dari segala keburukan yang hamba dan Nabi Mu berlindung darinya, Ya, Allah! Aku mohon dimasukkan ke dalam surga dan mohon agar perkataan dan perbuatanku mengantarkanku ke surga. Dan aku berlindung dari neraka dan berlindung dari perkataan dan perbuatan yang mengantarkanku ke neraka, dan aku memohon agar seluruh takdirMu baik untuk ku.” HR. Ahmad dan Ibnu Majah. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist 25533 dan Ibnu Majah no hadist 3846)


“Ya Allah! Jagalah aku dengan Islam saat aku berdiri, Jagalah aku dengan Islam saat aku duduk, Jagalah aku dengan Islam saat aku berbaring, janganlah musuh dan orang yang dengki terhadapku menguasaiku. Ya, Allah! Aku meminta kepadaMu seluruh kebajikan yang gudangnya berada di tangan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh kejahatan yang gudangnya berada di tangan-Mu.” HR. Hakim. (Hadist hasan, diriwayatkan oleh Hakim no hadist 1924.)


“Ya Allah, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang menjauhkan kami berbuat maksiat kepada-Mu, dan berilah kami ketaatan kepada-Mu yang menyampaikan kami kepada surga-Mu, dan berilah kami rasa yakin yang membuat musibah dunia terasa ringan. Ya Allah, berilah kami kesenangan dengan pendengaran, penglihatan dan kekuatan kami, selagi Engkau menghidupkan kami, dan jadikanlah hal tersebut kekal, dan wujudkanlah dendam kami terhadap orang yang menzalimi kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami dan janganlah Engkau jadikan musibah dalam agama kami, dan jangan Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita kami terbesar dan tidak pula batas ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan kepada orang yang tidak menyayangi kami“. HR. Tarmizi. (Hadist hasan, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3502)


“Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena terhimpit reruntuhan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena jatuh dari ketinggian, aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena tenggelam, terbakar dan terlalu tua, dan aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan setan saat kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian saat lari dari medan jihad, dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena digigit binatang berbisa”. H.R Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 1552 dan Nasa’I no hadist 5531)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlidung kepada-Mu dari rasa lapar karena sesungguhnya dia teman tidur yang paling buruk, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat karena sesungguhnya sifat itu teman dekat yang paling buruk)”. HR. Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist hasan , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 1547 dan Nasa’I no hadist 5468)


Ya, Allah! Aku berlindung kepadaMu dari kefakiran, sedikit harta, dan hina. Dan aku berlindung kepada- Mu agar tidak menzalimi dan tidak dizalimi.” HR. Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 1544 dan Nasa’I no hadist 5460)


Ya, Allah! Aku berlindung kepada- Mu dari hari yang buruk, dan dari malam yang buruk, dan dari waktu yang buruk, dan dari teman yang jahat, dan dari tetangga yang jahat di tempat kediamanku”. H.R. Thabrani. (Hadist hasan , diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab mu’jam kabir 17/294)


Ya, Allah! Aku berlindung kepada- Mu dari tetangga yang jahat di tempat kediamanku , karena tetangga orang badui berubah- ubah”. H.R. Nasa’I dalam kitab kubra. (Hadist hasan , diriwayatkan oleh Nasa’i dalam kitab kubra no hadist 7939)


“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezki yang baik dan amal yang diterima “. H.R. Ahmad dan Ibnu Majah.(
Hadist shahih , diriwayatkan oleh Ahmad no hadist 27056 dan Ibnu Majah no hadist 925)



“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, ya Allah! Dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal, tidak membutuhkan sesuatu tetapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada seorang pun yang menyamai-Mu, aku mohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” HR. Abu daud dan Nasai. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 985 dan Nasa’i no hadist 1301)



Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu. Sesungguhnya bagi-Mu segala pujian, tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi nikmat, Pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Pemurah, wahai Tuhan Yang Hidup, wahai Tuhan yang mengurusi segala sesuatu, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka.” HR. Abu daud dan Nasai. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 1495 dan Nasa’i no hadist 1300.)


“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, ya Allah! Dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Tunggal tidak membutuhkan sesuatu, tapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada seorang pun yang menyamai-Mu.” HR. Tirmizi dan Ibnu Majah. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3475 dan Ibnu Majah no hadist 3857)


(Ya Tuhanku, ampunilah aku, terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang)”. HR. Tirmizi dan Ibnu Majah.(
Hadist shahih , diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3434 dan Ibnu Majah no hadist 3814)


“Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas yang gaib dan dengan Kemahakuasaan-Mu atas seluruh makhluk, perpanjanglah umurku, bila Engkau mengetahui bahwa hidup ini lebih baik bagiku. Dan wafatkanlah aku bila Engkau mengetahui bahwa kematian itu lebih baik bagiku. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau ramai. Aku mohon kepada-Mu, agar dapat berpegang dengan kalimat hak di waktu rela atau marah. Aku minta kepada-Mu, agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan kaya atau fakir, aku mohon kepada-Mu agar diberi nikmat yang tidak habis dan aku minta kepada-Mu, agar diberi penyejuk mata yang tak terputus. Aku mohon kepada-Mu agar aku rela menerima qadha’-Mu (turun pada kehidupanku). Aku mohon kepada-Mu, kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu, rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu.” HR. Nasa’i. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Nasa’i no hadist 1305)


“Ya, Allah! berilah aku kesenangan dengan pendengaran dan penglihatanku, dan jadikanlah hal tersebut kekal bagiku, dan tolonglah aku terhadap orang yang menganiayaku, dan balaskan dendamku”. HR. Tirmizi. (Hadist hasan , diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3681)


Ya, Allah! Aku berlindung kepada –Mu dari jeratan hutang, dan dari musuh yang menguasai dan dari penghinaan musuh“. HR. Ahmad dan Nasa’i. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Ahmad no hadist 6618 dan Nasa’i no hadist 5475)


“Ya Allah, sesungguhnya aku Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak mendapat bahaya dari arah bawahku”. HR. Abu Daud dan Nasa’i. (Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5074 dan Nasa’i no hadist 5529)


Ya, Allah! Segala puji hanyalah milik-Mu, tidak ada seorangpun yang dapat menyempitkan sesuatu yang Engkau bentangkan, dan tidak seorangpun yang dapat membentangkan apa yang Engkau sempitkan, tidak ada yang mampu menunjuki orang yang Engkau sesatkan dan tidak ada yang mampu menyesatkan orang yang Engkau tunjuki, tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau halangi, dan tidak ada yang mampu menghalangi sesuatu yang Engkau beri, tidak ada yang mampu mendekatkan sesuatu yang Engkau jauhkan dan tidak ada yang mampu menjauhkan sesuatu yang Engkau dekatkan. Ya, Allah ! bentangkanlah untuk kami keberkahan, rahmat , karunia dan rezki-Mu. Ya Allah! Aku meminta kepada-Mu nikmat yang kekal yang tidak sirna dan hilang. Ya, Allah! Sesungguhnya aku meminta kepada-Mu nikmat di masa sulit, rasa aman di saat takut. Ya, Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang Engkau berikan kepada kami dan keburukan apa yang Engkau cegah dari kami. Ya, Allah! Berilah kami rasa cinta kepada keimanan, dan jadikan ia hiasan hati kami. Dan berikanlah kami rasa benci terhadap kekafiran, kefasikan dan maksiat dan jadikanlah kami orang-orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah! Wafatkanlah kami dalam keadaan Islam, hidupkan kami dalam keadaan Islam dan masukkan kami ke dalam golongan orang –orang yang saleh, tidak dalam keadaan hina dan tercela. Ya Allah! Perangilah orang –orang kafir yang mendustakan para rasul-Mu, menghalangi orang dari jalan-Mu, dan timpakan kepada mereka murka dan azab-Mu. Ya, Allah! Perangilah orang –orang ahli kitab, Wahai Tuhan Yang Maha benar“. H.R. Ahmad.(
Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 15573)


(Ya Allah!, sesungguhnya Engkau Tuhan Maha Pengampun Maha mulia, suka mengampuni, maka ampunilah aku). “HR. Tarmizi dan Ibnu Majah. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist 3513 dan Ibnu Majah no hadist 3850)


(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku). “HR. Ahmad dan Ibnu Majah. (Hadist shahih , diriwayatkan oleh Ahmad no hadist 25898 dan Ibnu Majah no hadist 3850)


(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu dan dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari-Mu, aku tidak mampu menghitung pujian terhadap-Mu, Engkau seperti yang Engkau sanjung diri-Mu)”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist 486.)


Ya Allah!, berkahilah kota kami, berkahilah buah-buahan kami, berkahilah mud kami, berkahilah sha’ kami, yaitu limpahan keberkahan bersama keberkahan yang lain. H.R. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist 1373)

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: