Beda Antara Mani Dan Madzi – Pertanyaan : assalamu’alaikum.. ustadz, apa beda antara mani dan madzi?terus terang saya masih bingung.tolong uraikan menurut pengertian maupun wujudnya. saya suka baca buku dan kadang buku2 tentang pendidikan sex,novel maupun buku lain yang didalamnya ada muatan sex.saya juga suka baca komik,kadang didalamnya juga ada gambar2 porno.ketika saya baca atau lihat, sering dari kemaluan saya keluar cairan.saya tidak tahu.lalu pertanyaan saya,itu mani apa madzi.dan haruskah kita mandi? jazakallah wassalamu’alaikumSarie

Konsultasi Fiqih Wanita :Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Ada tiga jenis cairan yang terkait dengan hal yang Anda tanyakan. Yaitu mani, mazi dan wadi.

1. Mani / sperma

Mani secara bahasa artinya adalah air laki-laki dan perempuan. Sedangkan secara istilah, mani adalah cairan kental yang keluar akibat kuatnya dorongan syahwat. (lihat AL-Muhgni karya Ibnu Qudamah jiid 1 hal 199).

Mani itu bentuknya cairan putih kental karena berisi sperma dan bila keluar selalu dengan keadaan memancar.

2. Mazi

Mazi adalah cairan bening yang keluar akibat percumbuan atau hayalan. dari kemaluan laki-laki biasa. Berbeda, bentuk mazi itu bening dan biasa keluar sesaat sebelum mani keluar. Dan keluarnya tidak deras/ tidak memancar. Mani dan mazi juga bisa dibedakan yaitu bahwa keluarnya mani diiringi dengan lazzah atau kenikmatan (ejakulasi/orgasme) sedangkan mazi tidak.

3. Wadi

Wadi adalah cairan yang kental berwarna putih yang keluar akibat efek dari air kencing.

Mani itu tidak najis namun bila keluar baik sengaja atau tidak sengaja, wajib mandi janabah. Sedangkan Mazi termasuk najis dan harus disucikan dengan cara mencucinya dengan air hingga hilang bau, warna dan rasa. Bila keluar mazi, maka dia hanya berhadats kecil, cukup wudhu tidak perlu mandi.

Kebiasaan Anda untuk membaca buku dan media yang menimbulkan syahwat itu harus dihentikan. Sebab hal itu akan mendorong Anda kepada perbuatan mungkar dan tercela. Apalagi bila Anda belum punya istri, maka perbuatan itu lebih beresiko lagi.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: