Cara Membayar Puasa Wajib Yang Tertunda – Pertanyaan : Assalamualaikum wr.wb Pak Ustadz, saya ibu rumah tangga dengan 2 anak, pada tahun kemarin saya tidak berpuasa (ramadhan) dikarenakan sedang menyusui anak kedua. yang ingin saya tanyakan apakah saya harus meng-qadha puasa tersebut atau dengan membayar fidyah. apabila membayar fidyah berapa yang harus saya keluarkan. terima kasih atas jawabannya. Wassalammulaikum wr.wbYeni

Konsultasi Fiqih Wanita : Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Wanita yang hamil atau menyusui bila boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Namun para ulama berbeda pendapat tentang konsekuensi yang harus dilakukan bagi wanita yang menyusui / mahil yang tidak berpuasa.

Pendapat Pertama

Mereka digolongkan kepada orang sakit. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain. Mereka tidak perlu membayar fidyah.

Pendapat Kedua :

Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. Sehingga tidak perlu mengganti puasa yang ditinggalkannya dengan puasa qadha`.

Pendapat Ketiga :

Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu, karena itu selain wajib mengqadha`, mereka wajib membayar fidyah. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra.

Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri, bukan bayinya, maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Leave a Reply

%d bloggers like this: