Nasib Orang-orang Sebelum Islam Muncul – Pertanyaan : assalamualaikum. Saya pernah baca disini, bahwa bapak nabi muhammad saw masuk neraka karena dia belom menjadi islam. ya bagaimana dia mau masuk islam, kan islam dibawa oleh anaknya?? kan bapaknya nabi muhammad meninggal ketika nabi muhammad belom menjadi nabi?? lalu bagaimana nasib org2 sebelom ada islam?? apakah mrk msk neraka? kan bukan salah mereka kalau tdk menyebut 2 kalimat syahadat?? wong mereka hidup dan mati sebelom nabi muhammad, bagaimana bisa mereka menyebut 2 kalimat syahadat?? apa salah mereka?? kan syarat masuk surga harus menyebut 2 kalimat syahadat, yaitu bersaksi tiada tuhan selain allah, dan muhammad rasul-Nya? bagaimana mana mungkin mereka mengucapkan itu, wong mereka udah mati duluan sebelom muhammad jadi nabi. jadi mereka semua masuk neraka??? harap dijawab. wassalam.Dian

Konsultasi Aqidah :Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Setiap ummat sudah dipastikan kedatangan nabi, rasul ataupun orang-orang yang membawa pesan dari Allah Subhanahu Wata`ala. Sehingga tidak ada alasan buat mereka untuk mengatakan bahwa tidak ada orang yang datang menyampaikan risalah dari Allah Subhanahu Wata`ala. Hal itu ditegaskan oleh Allah Subhanahu Wata`ala dalam Al-Quran Al-Kariem.

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS. Fathir : 24)

Maka kewajiban buat orang-orang yang hidup sebelum Nabi Muhammad adalah mengikui nabi sebelumnya yang diutus kepada mereka. Untuk wilayah Syam dan sekitarnya, masyarakat disana cukup beruntung karena negeri itu ‘dijejali’ dengan banyak nabi dan Rasul. Ada Musa, Isa, Yahya, Zakaria dan sebagainya. Dua risalah besar yaitu yang dibawa Musa as dan Isa as turun di wilayah itu. Kepada para nabi yang telah diutus itulah mereka harus beriman dan mengikuti petunjuk.

Demikian juga dengan orang-orang Arab. Mereka diwajibkan untuk mengikui nabi-nabi yang pernah turun ke negeri itu. Sebab setiap umat pasti punya nabi, rasul ataupun orang yang datang memberi peringatan.

Orang-orang yang hidup di negeri Arab memang telah lama sekali tidak kedatangan nabi atau pun rasul. Terakhir adanya nabi di belahan bumi itu adalah di masa Nabi Ibrahim dan Ismail as. Namun sebenarnya kedua nabi itu bukanlah satu-satunya nabi yang pernah tinggal di gurun tandus itu. Tercatat ada Nabi Adam as, bapak umat manusia. Juga ada Nabi Nuh as yang meski hidup di wilayah Iraq namun wafat di Mekkah. Juga ada Nabi Hud yang tinggal di padang pasir terkenal dengan sebuat Al-Ahqaf dan wafat di sekitar Hadhramaut (Yaman). Juga ada Nabi Shalih yang tinggal di Al-Hijr (Madain Shalih dan wafat di Mekkah.

Memang jarak rentang waktu antara Nabi Ibrahim – Ismail as dengan Nabi Muhammad SAW lumayan jauh. Masa hidup Nabi Ibrahim as diperkirakan pada tahun 1997 s/d 1822 sebelum masehi. Sedangkan Nabi Ismail as diperkirakan pada tahun 1911 s/d 1774 sebelum masehi. Sedangkan Nabi Muhammad SAW hidup pada tahun 571 s/d 632 M. Jadi kedua nabi itu hidup kira-kira 19 abad sebelum masehi dan Rasulullah SAW hidup pada abad ke 7 masehi. Ada rentang 26 abad antara keduanya. Sebuah rentang yang lumayan panjang untuk bisa melupakan semua ajaran yang dibawa oleh nenek moyang mereka, Ibrahim dan Ismail.

Tetapi hebatnya, di masa Rasulullah SAW hidup masih ada orang-orang yang berpegang teguh kepada millah hanif yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.

Kemudian Kami wahyukan kepadamu : “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (QS. An-Nahl : 123)

Dan ritual ibadah haji yang dahulu diajarkan oleh Nabi Ibrahim masih tetap ada. Hanya saja hampir semua sendi peribadatan itu sudah bercampur baur dengan syirik, bid’ah dan takhayyul yang sesat. Pola hidup jahiliyah yang diimpor dari pusat-pusat peradaban dunia yang jauh lebih bejat dari peradaban bangsa Arab pun tidak bisa dibendung. Riba, prostitusi zina, khamar dan menyembah berhala, adalah contoh kebudayaan bejat yang mereka impor dari Romawi, Persia dan negeri-negeri ‘maju’ lainnya di masa itu. Hubal, berhala terbesar di Mekkah ternyata adalah barang impor dari Yaman yang masa itu menganut agama nasrani sesat.

Namun bangsa Arab tetap percaya akan adanya Allah. Bahkan mereka pun mengakui bahwa yang menciptakan alam semesta ini adalah Allah SWT.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka dipalingkan . (QS. Al-Ankabut : 61)

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami. (QS. Al-Ankabut : 63)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan ?, (QS. Az-Zukhruf : 87)

Jadi bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah SAW masih kenal Allah Subhanahu Wata`ala meski mempraktekkan syirik dalam ibadah. Juga masih kenal dengan Nabi Ibrahim. Masih menghormati dan beribadah di rumah Allah, ka’bah. Dan satu hal lagi, mereka pun telah berkenalan dengan para ahli kitab baik yahudi maupun nasrani yang memberitakan akan lahirnya nabi terakhir bernama Ahmad. Apalagi para ahli kitab ini pun telah tinggal di Madinah sebagai persiapan mereka menyambut kedatangan Muhammad SAW.

Maka tidak ada alsan bagi bangsa Arab sebelum lahirnya Rasulullah SAW untuk tidak mengikuti agama yang dibawa oleh para nabi terdahulu, meski agama itu tinggal sisa-sisanya saja.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: