Dasar Perhitungan Zakat Perniagaan ( Perusahaan ) – Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon dijelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan zakat perniagaan ( perusahaan ) sebagai berikut: 1. Apakah yang dipakai sebagai dasar perhitungan zakat perusahaan, laba yang diperoleh atau assaet. 2. Jika perhitungannya menggunakan asset ( misalnya ), apakah asset yang diperoleh dari dana pinjaman juga dijadikan dasar dari perhitungan zakat yang harus dibayarkan 3. Apakah asset yang perolehannya belum genap satu tahun, juga dijadikan dasar perhitungan zakat? 4. Atas deviden yang dibagi kepada pemegang saham, apakah masih harus dikeluarkan zakatnya ( oleh pemegang saham yang bersangkutan ) mengingat deviden yang dibagi adalah laba yang telah dikeluarkan zakatnya terlebih dahulu. Demikian pertanyaan saya, atas penjelasannya diucapkan Jazakumullohu khoiron katsiro Wassalamualaikum Wr. Wb.Abu Aisyah

Konsultasi Zakat :Jawaban:

1. Zakat perusahaan ada dua macam tergantung bergerak di bidang apa. Bila bergerak di bidang perdagangan, maka ketentuan zakatnya mengacu pada zakat perdagangan. Bila bergerak dibidang produksi, maka zakatnya sesuai dengan zakat investasi atau zakat pertanian.

Dalam zakat perdagangan, zakat dihitung berdasarkan modal atau harta yang berputar. Sedangkan barang-barang termasuk rumah, pabrik, toko dan perabotan tidak ikut dihitung. Modal itu pun juga harus dikurangi dulu dengan hutang-hutang yang wajib dibayarkan. Juga kerugian perusahaan yang dialami.

Bila modal yang berputar dan telah dikurangi dengan hutang dan kerugian itu memenuhi dua syarat zakat yaitu:
A. Berjalan selama kurun waktu satu tahun (haul)
B. Jumlahnya telah mencapai nisab (seharga 85 gram emas)
Maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesr 2, 5%.

Sedangkan dalam zakat investasi atau zakat pertanian, zakat dihiutng bukan dari besrnya nilai investasi, tetapi dari penghasilan atas investasi itu. Misalnya, perusahaan anda bergerak di bidang properti menyewakan space untuk kantor, maka yang dihitung bukan nilai asset gedung itu, tetapi nilai sewa kantor itu.

Ketentuan zakatnya mengacu pada zakat pertanian, yaitu:
A. Nisabnya adalah seharga 5 wasaq atau 520 kg beras.
B. Membayarnya bukan tiap tahun tetapi tiap menerima pemasukan kotor.
C. Besar yang dikeluarkan adalah 5% untuk penghasilan kotor dan 10% untuk penghasilan bersih.

2. Syarat harta yang dizakati salah satunya yang utama adalah al-milkut-taam, yaitu dimiliki secara sempurna. Jadi uang pinjaman milik orang lain itu bukan milik kita, karena itu tidak wajib dizakati. Dan sebaliknya, emilik uang itulah yang wajib mengeluarkan zakat uang tersebut, meski secara realnya uang itu tidak berada di tangannya.

3. Sudah jelas

4. Deviden yang telah dikeluarkan zakatnya, tidak perlu lagi dikeluarkan zakat.

Wallahu a‘lam bishshowab.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: