7. Seandainya Ramadhan Sepanjang Tahun

HADITS KETUJUH:

TENTANG BERANDAI-ANDAI RAMADHAN SEPANJANG TAHUN

 

 

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا (فِي) رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُوْنَ السَّنَةُ كٌلَّهَا

“Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhân, niscaya semua umatku berharap agar Ramadhân itu sepanjang tahun”.

                                                                                                                                       

Maudhu’. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah رحمه الله, no. 1886 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali, dari asy-Sya’bi dari Nâfi’ bin Burdah, dari Abu Mas’ud al-Ghifari- ia mengatakan, “Suatu hari, aku mendengar Rasûlullâh صلى الله عليه وسلم  pernah bersabda , “(lalu beliau menyebutkan hadits diatas).

Imam Ibnul Jauzi  رحمه الله  membawakan hadits di atas dalam kitab beliau رحمه الله  al-Maudhû’ât, 2/189 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali dari Sya’bi dari Nâfi’ bin Burdah dan Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه. Kemudian beliau رحمه الله mengatakan, “Hadits ini maudhû’ (palsu) dipalsukan atas nama Rasûlullâh صلي الله عليه وسلم. Orang yang tertuduh telah memalsukan hadits ini adalah Jarîr bin Ayyûb.

Yahya رحمه الله  mengatakan, ‘Orang-orang ini tidak ada apa-apanya (laisa bi syai-in).

Fadhl bin Dukain  رحمه الله mengatakan, ‘Dia termasuk orang yang biasa memalsukan hadits.

An-Nasa’i dan Daru Quthni  رحمه الله mengatakan, ‘Matrûk (orang yang haditsnya tidak dianggap).'”

Imam Syaukani رحمه الله  dalam kitab al-Fawâ-idul Majmû’ah Fil Ahâdîtsil Maudhû’ah, no. 254 mengomentari hadits diatas, “Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la رحمه الله  lewat jalur Abdullah bin Mas’ûd رضي الله عنه  secara marfuu. Hadits ini maudhû (palsu). Kerusakannya ada pada Jarîr bin Ayyûb dan susunan lafazhnya merupakan susunan yang bisa dinilai oleh akal bahwa itu adalah hadits palsu.

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: