Nabi Isa Turun? – Pertanyaan : Ass.wr.wb pak ustadz yang baik hati, saya masih kurang mantep dari penjelasan pak ustadz yang hanya memberikan dalil dari sebuah hadist, soalnya dalam Al-qur’an surat Ali-imran ayat 55, Allah mengatakan Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. Kata-kata mutawafiq, adalah mewafatkan, berarti Allah telah mewafatkan nabi Isa, lalu diangkat ke langit. Isltilah orang yang telah wafat tidak akan bisa hidup kembali melainkan nanti di Akhirat akan dibangkitkan. Pak ustadz, Hadist Isra Ilyat banyak merusak pemikiran ummat Islam, bangsa yahudi sengaja membuat hadist ini untuk mengelabui pemikiran ummat Islam, mereka dengan gampang membuat hadist, lalu mengatasnamakan Bukhary. sebaiknya dicek lagi dan Alqur’an tidak mungkin salah karena hadist yang bertentangan dengan Al-qur’an adalah hadist palsu. wassalam anak bangsaAnaka Bangsa

Konsultasi Aqidah :Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Hadits itu bukan hadits Israiliyah seperti yang anda tuduhkan. Dan harap anda pahami bahwa menolak kesahihan suatu hadits itu termasuk dosa besar bahkan bisa menggugurkan keimanan. Sebab posisinya sama dengan Al-Quran dalam kekuatannya. Orang yang ingkar kepada hadits shahih sama saja dengan ingkar kepada al-Quran dan demikian juga sebaliknya.

Sebab hadits itu diturunkan bersama dengan Al-Quran yang menjelma menjadi perkataan Rasulullah SAW. Bahkan para ulama pun menganjurkan ketika belajar hadits untuk berwudhu’. Ini menunjukkan bahwa demikian tingginya derajat sebuah hadits dan sama dengan Al-Quran, karena sama-sama turun dari Allah juga. Yang membedakannya adalah bahwa Al-Quran itu membacanya merupakan ibadah dan punya beberapa kehususan lainnya. Namun dari sisi tsubut dan istidlalnya, keduanya relatif seimbang.

Mengingkari hadtis shahih adalah pengingkaran kepada agama Islam. Bahkan hadits ahad pun tetap punya kekuatan hujjah yang sama dengan al-Quran dalam masalah aqidah, tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian kecil kalangan. Jumhur ulama hadits sepakat bahwa sebuiah hadits ahad sekalipun bisa menjadi dasar sebuah masalah aqidah.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: