Qadha dan Qadar Allah : Ustad Tolong Saya…….. – Pertanyaan : Assalamu’alaikum wr,wb. Ustadz yang di Muliakan Allah. Saya betul-betul ber-Istigfar dan mohon maaf kpd ustad atas pertanyaan saya ini, saya muslimah aktif sebagai ketua Majlis Taklim, namun kenapa hampir 1 tahun ini hati saya terombang-ambing mengenai Qodo dan Qodar Allah. Misalnya, ada seseorang yang bunuh diri (Na’udzubillahhimindzalik), bukankan semua itu terjadi atas ijin Allah jua? trus kadang saya tidak bisa bangun untuk tahajjud, KANAPA ALLAH TIDAK MENAKDIRKAN SAYA untuk bisa berkhalwat kapada Allah pada malam itu. Sampai sebatas mana usaha manusia itu ustadz? Kalau ALLAH TIDAK MENGHENDAKI BERARTI TIDAK AKAN TERJADI. Mohon jawaban ustadz pada seorang hamba ALLAH yang dzolim ini. Jazakumullahu Khairon Katsiro. wassalamu’alaikum,wr,wb. muslimahYanti

Konsultasi Aqidah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Kami menyarankan anda tidak terlalu terjebak dengan masalah qodho’ dan qodar Allah. Sebab masalah itu sudah tuntas sejak dahulu. Hanya kalangan yang agak ‘kurang kerjaan’ saja yang dahulu mempermasalahkannya. Dan di hari ini, hanya mereka yang kurang wawasan yang berusaha mengais-ngaisnya.

Qodho’ danQodar adalah tema perdebatan yang terjadi antara jabariyah dan qadariyah, yang tidak berujung pangkal di masa lalu. Perdebatan ini cenderung hanya ‘onani’ pikiran. Sama sekali tidak menambah produktifitas umat.

Bahkan malah membenamkannya semakin dalam di dalam kegelapan dan ketertinggalan. Maka perdebatan itu sebenarnya sudah usai di masa lalu dan di masa kini kita hanya tinggal bekerja keras membangun potensi umat. Tidak lagi meributkan masalah yang dahulu sudah dikubur oleh para pemimpin umat, karena hanya akan melemaskan urat dan otot tanpa hasil.

Penyelesaiannya sederhana saja, yaitu Allah itu Maha Kuasa dan punya perencanaan atas segala tindakan-Nya. Namun makhluq sekecil manusia sama sekali tidak mungkin bisa memahami semua program Allah itu. Lagi pula Allah sama sekali tidak pernah menugaskan manusia untuk memikirkan sosok Allah dan segala rencananya. Apalagi untuk mengetahui bahwa suatu hal itu termasuk rencana Allah atau bukan. Jelas manusia tidak punya akses.

Tugas manusia adalah bekerja dan berusaha. Dan dengan demikian, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bekerja, sebab bekerja adalah perintah Allah. Kita tidak bisa mengatakan bahwa hari ini saya tidak mau mencari nafkah, dengan alasan kalau Allah sudah mentakdirkan, pastilah rejeki datang sendiri.

Ini adalah logika orang yang syirik, sebab dari mana dia tahu bahwa Allah mentaqdirkan atau tidak. Sedangkan Allah sendiri sudah memerintahkan kita untuk bekerja. Artinya rejeki itu hanya akan datang kalau kita bekerja.

Namun di luar dimensi logika sederhana manusia, kita tetap yakin bahwa Allah telah merancang semua kejadian di dunia ini dengan sangat detail dan rapi. Tapi bukan urusan kita untuk menentukan apakah Allah mengendaki sesuatu atau tidak.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan

Leave a Reply

%d bloggers like this: