6. Kemana Zakat Fithri Disalurkan

6. Kemana Zakat Fithri Disalurkan

 

Zakat fithri tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya, mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas رضى الله عنهما. “Rasulullah صلي الله عليه وسلم zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin”1 

Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu’ Fatawa 2/71-78 serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma’ad 2/44. 

Sebagian Ahlul ilmi berpedapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan, tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Dan Syaikhul Islam telah membantahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja, maka lihatlah ia, karena hal tersebut sangat penting.

 Termasuk amalan sunnah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk dibagikan kepada yang berhak, -pent). Sungguh Nabi صلي الله عليه وسلم telah mewakilkan kepada Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan” (HR. Bukhari 4/396) 

Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar رضي الله عنهما mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintah-pent) untuk mengumpulkannya. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum Idul fithri, dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah 4/83 dari jalan Abdul Warits dari Ayyub, aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu sha’ ?” Berkata Ayyub : “Apabila amil (petugas pengumpul zakat) telah duduk (bertugas)”. Aku katakan: ‘Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum Idul Fithri”.




1.     Telah Berlalu Takhrijnya

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: