Pinjam Ke Bank Kovensional – Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb Pak Ustadz, saya berencana untuk melakukan bisnis keluarga dimana dalam melakukan bisnis tersebut diperlukan modal ( modal tidak terlalu banyak sebesar 5 jt ). Dan yang paling banyak meminjamkan tersebut terdapat pada Bank Konvensional ( tidak ada jaminan seperti : Bank Amro dan Bank Bukopin ) tetapi tidak terdapat di Bank Syariah, sedangkan di Bank syariah itu diperlukan adanya jaminan dan minimal pinjaman itu sekitar 50 jt-an. Pak Ustadz, Bagaimana solusinya? terimakasihAsep Rama Ramdani

Konsultasi Muamalat : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Memang benar apa yang Anda katakan, bahwa karena masih baru sekali, maka bank-bank syariah itu masih belum selevel bankl konvensional dalam kinerja dan pelayanannya.

Hal ini perlu kita maklumi dan sadari bahwa tidak mungkin bila bank syariah itu langsung menjadi terbaik pelayanan dan kenerjanya. Sebab semua pastilah melalui sebuah proses panjang. Anda bayangkan betapa proses untuk mendirikan bank yang sesuai syariah itu sudah ada sejak lama sekali. Dan ternyata setelah puluhan tahun memimpikannya, barulah tahun-tahun belakangan ini kita bisa melihat wujudnya.

Tentu saja tidak mungkin begitu lahir langsung dewasa dan besar, tetapi pastilah dimulai dari kecil dahulu. Mereka perlu waktu untuk belajar menjadi sebuah bank yang profesional dan bisa memberikan pelayanannya yang terbaik buat ummat Islam.

Tidakkan Anda sadari bahwa munculnya bank syariah itu sendiri kurang diimbangi dengan penyediaan para bankir yang lulus dari pendidikan perbankan Islam ?
Tidakkah Anda cermati juga bahwa dibandingkan dengan pendidikan perbankan konvensional yang hingga kini tetap masih berkibar, maka pendidikan perbankan syariah bisa dikatakan belum ada.

Tahukah Anda bahwa gema untuk kembali kepada syariat Islam itu masih terbatas di kalangan eksklusif saja ?

Dan tidakkah Anda simpulkan bahwa proses konversi dari sebuah bank konvensional kepada syariah itu memerlukan proses panjang, sebab bukan hanya terkait dengan masalah aturan, tetapi terkait erat juga dengan idealisme, pola managemen, pola pendekatan, sistem penghitungan dan seterusnya.

Artinya meskipun para pemilik bank syariah itu secara umum sudah yakin dengan kebenaran dan keberkahan syariah, namun detail dari sistem perbankan syariah dan kita-kiatnya masih belum sempurna sekali.

Maka menjadi wajar sekali bila bank-bank syariah itu masih belum bisa memuaskan masyarakat yang sudah terbiasa dengan bank konvensional itu. Barangkali salah satunya termasuk Anda. Maka kita sekali lagi diminta untuk bersabar.

Tetapi semua itu tidak berarti bank-bank syariah itu bisa enak-enakan dengan pelayanan yang seadanya dan kinerja yang kalah bersaing dengan bank konvensional itu. Justru mereka harus terus meningkatkan prestasi dan melakukan banyak terobosan baru untuk mengejar ketertinggalannya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: