Menindaklanjuti Titipan Salam – Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Ba’da tahmid wa shalawat, pak Ustadz yang dimuliakan Allah SWT, saya ada pertanyaan yang sebenarnya gampang, tapi agak susah dilakukan. Begini pak Ustadz, saya sering dititipkan salam baik sehabis bertemu, telpon, sms, email atau media lainnya kepada teman2 saya, yang saya bingungkan karena teman2 saya banyak sekali jadikan mustahil saya menyampaikan salam itu kepada semuanya. Saya suka mencoba kepada si pemberi salam untuk menentukan kepada siapa salamnya itu, contoh dia bilang, “Salam yah buat teman2 kamu!”, saya bilang, “Buat si A aja yah?” (Yang tentu saja termasuk yang dimaksudnya), atau “Buat si A, si B dan si C aja yah?”. Saya kira pak ustadz sudah paham permasalahannya, apakah tindakan saya itu menyalahi aturan syar’i pak Ustadz?, dan bagaimanakah cara saya menyikapi ketika mendapat salam2 seperti itu pak Ustadz?, karena saya tidak mau saya lalai dalam mengemban amanah itu. Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan jazakumullahu khairan khatsiran buat pak Ustadz dan tim PKS. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh RiquelRiquel

Konsultasi Masalah Umum :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Tititp salam itu kan sebenarnya adalah basa-basi yang terallu sering dilakukan. Dan bila kasusnya demikian, pada dasarnya bila pun tidak sampai, si penitip salam pun tidak akan komplain. Sebab hal itu bukan bersifat amanah yang teralu penting.

Secara ‘urf atau kebiasaan memang demikianlah umumnya basa-basi yang kita lakukan. Titip salam seolah hal yang ringan saja dan memang kenyataannya ringan, namun kalau distribusinya tidak jelas, maka bisa jadi kebingungan. Dan cirinya adalah titip salam itu ketika Anda sudah mau berangkat, bukan ? Dan tidak secara serius penitip itu mengatakan,”Tolong titip salam dari saya dan harap sampaikan secara benar-benar kepada si Allah SWT”. Lafaz ini bisa membedakan mana yang sifatnya lebih kepada basa-basi dan mana yang lebih bersifat titipan dengan nilai amanah yang tinggi.

Sebenarnya kalau Anda cermati, Anda bisa mengajukan syarat kepada yang titip. Yaitu Anda insya Allah akan menyampaikan salam itu kepada orang tertentu saja seperti yang Anda contohkan. Dan itu sama sekali tidak menyalahi kesepakatan dan amanah. Sebab Anda sejak awal memang sudah menyatakan tidak sanggup (kalau untuk semua orang), makanya Anda menawar untuk orang terentu saja.

Atau tawaran Anda bisa dikecilkan lagi, misalnya Anda bilang,”Insya Allah kalau ketemu segera dan kalau tidak lupa”.

Dan kembali kepada ‘urf-nya, Anda bisa menyesuaikan diri dalam masalah menitipan salam ini.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: