Pisah 6 Bulan Dengan Istri = Talak?? – Pertanyaan : Assalaamu`alaikum Wr Wb. Apakah yang dimaksud dengan talak-1 dan talak-3? Apakah talak-2 juga ada?? bagaimanakah kedudukan hukumnya? Apabila seseorang berpisah dengan istrinya lebih dari 6 bulan apakah sudah jatuh talak-1-nya?? Apabila suami-istri harus berpisah dalam waktu cukup lama (6 bulan atau lebih), apa yang sebaiknya dilakukan?? Mohon bimbingannya. Jazakumullaahu Khoiron Katsieroo. Wassalaamu`alaikum Wr Wb. Ibnu Djuwaini 4.33/5 (9)
4.33/59

Konsultasi Nikah :Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Setiap pasangan suami istri punya tiga talaq yang bisa dijatuhkan. Dua kali kesempatan menjatuhkan talak dan masih bisa rujuk, namun talaq yang ketiga kalinya merupakan talaq yang terakhir, karena tidak mungkin rujuk lagi.

Bila sekali menthalaq istri, maka jatuhlah thalaq satu. Untuk itu suami punya masa jeda selama masa waktu tiga kali masa suci dari haidh. Bila selama itu dia merujuk istrinya yang bentuknya bisa dengan lafaz atau bisa juga dengan perbuatan langsung, maka ruju` telah terjadi dan masih tersisa dua thalaq untuk sampai ke tahalq tiga. Selama masa iddah itu, maka istri masih merupakan hak suami untuk merujuknya dan dia tidak boleh menerima lamaran dari orang lain apalagi menikah dengan orang lain.

Namun bila masa iddah telah habis, bila ingin kembali harus dengan akad nikah baru lagi dengan lamaran dan mahar baru.

Barulah bila sudah dua kali kejadian yang sama, jatuhlah thalaq dua. Ini adalah batas terakhir bisa rujuk. Bila menjatuhkan lagi thalaq, maka jatuhlah thalaq tiga yang dengan ini putuslah hubungan suami istri tanpa ada masa iddah atau masa rujuk. Bahkan untuk menikah dari baru pun sudah tidak boleh.

Kecuali bila ada laki-laki lain yang menikahinya dengan nikah yang sah dan sesuai syariah, bukan sekedar menjadi muhallil saja. Bila suatu hari istri dicerai oleh suami barunya itu atau ditinggal mati, barulah boleh suami yang lama itu kembali menikahinya.

Begitu lafaz itu diucapkan, jatuhlah talak satu. Bila dilakukan lagi, maka jatuh talak dua. Dan bila dilakukan lagi, maka jatuhlah talak tiga. Antara talak satu, dua dan tiga itu bisa saja diselingi dengan masa `iddah yaitu selama tiga kali masa suci dari haidh.

Selama masa suci itu, bila suami istri itu melakukan percumbuan dan hingga kepada hubungan seksual, maka otomatis terjadi rujuk. Tapi bila masa idaah itu sudah lewat, maka rujuk tidak bisa dilakukan dengan sistem ‘otomatis’ begitu saja, tapi harus dengan melakukan akad nikah dari mula. Lengkap dengan proses melamar, membayar mas kawin (mahar), dua orang saksi dan juga wali.

Batas rujuk itu hanya dua kali saja yaitu rujuk dari talak satu dan rujuk dari talak dua. Baik rujuk itu dilakukan selama masa iddah ataupun sesudah masa iddah. Untuk talak tiga tidak ada rujuknya. Mereka selamanya diharamkan untuk menikah lagi, kecuali bila ada muhallil, yaitu porses mantan istri itu menikah dengan laki-laki lain dengan niat nikah selamanya dan selama masa menikah itu mereka melakukan hubungan seksual. Lalu entah karena sebab apa mereka akhirnya bercerai hingga habis masa iddahnya, barulah saat itu suami yang pertama boleh menikahinya lagi.

Berpisah Dengan Istri Selama 6 Bulan

Berpisah dengan istri selama 6 bulan atau lebih tidak menjatuhkan talaq. Shighat ta’liq yang sudah direkayasa oleh pihak KUA itu bukanlah syarat untuk menceraikan, namun syarat yang membolehkan pihak wanita untuk keberatan atas tindakan suaminya yang mendiamkan istrinya selama 6 bulan, lalu istrinya itu mengajukan gugatan cerai kepada pihak pengadilan dan dibenarkan. Maka atas dasar gugatan itu maka jatuhlah talak satu.

Tapi bila istri tidak keberatan dan tidak mengajukan gugatan kepada pihak pengadilan, atau mengajukan gugatan tapi tidak diterima atau tidak dibenarkan oleh pihak pengadilan, maka tidak bisa jatuh talak secara otomatis.

Disisi lain, shighat ta’liq seperti ini bukanlah hal yang baku dan juga tidak wajib dibaca. Katakanlah bahwa itu hanya akal-akalannya pihak KUA saja yang seolah-olah setiap orang ‘dipaksa’ untuk mengucapkan shighat itu, meski mereka tidak tahu apa konsekuensinya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
hukum suami istri pisah rumah, batas waktu pisah ranjang, batas waktu pisah ranjang dalam islam, apakah pisah ranjang termasuk talak, hukum pisah ranjang suami istri dalam islam, apakah pisah ranjang termasuk cerai, pisah rumah dengan istri, hukum islam suami istri pisah rumah, pisah ranjang selama 6 bulan, hukum perkawinan pisah 4 bulan sama suami, 5 bulan bisa rujuk, bagaimana hukumnya bila suami istri tlah pisah ranjang slama dua bulan, 6 bulan pisah ranjang, suami istri pisah rumah, batas waktu pisah ranjang suami istri, hukum suami bilang pisah ranjang, hukum pisah rumah dengan suami, hukum pisah rumah, apakah di dalam islam jika sudah pisah 1minggu termasuk cerai?, hukum bagi pasutri yang sudah pish rumah selama 1 bulan, hubungan suami istri yang otomatis cerai menurut agama, di dalam islam sudah pisah selama enam bulan apa harus nikah ulang, talak lebih 8bulan, bolehkah suami istri pisah ranjang, berapa lama waktu pisah ranjang

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: