Perbedaan Antara Wajib Dan Fardhu – Pertanyaan : Assalamualaikum, WRB Salam dan selawat kepada Nabi Allah Muhammad SAW, semoga hamba mendapat berkah dari pertanyaan ini Amin. Saya ada pertanyaan ustad. Adakah perbedaan antara wajib dan fardhu, dan kalau ustad berkenan bisakah ustad jelaskan tingkatannya (ie. fardh, sunnah….). Jazakallah Khoiru Jaza Wassalamualaikum, WRB ErwinErwin 4/5 (4)
4/54

Konsultasi Masalah Umum :Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Jumhur ulama umumnya menyamakan makna fadhu dengan makna wajib. Mereka mengatakan bahwa antara kedua itu tidak ada beda dalam makna dan pengertian. Kecuali hanya pada masalah ibadah haji, mereka memang membedakan antara keduanya.

Namun Imam Ahmad bin Hanbal dan Al-Hanafiyah membedakan pengertian keduanya. Bagi mereka, fardhu adalah sesuatu yang telah ditsabatkan (ditetapkan) dengan dalil yang mengharuskan secara ilmu untuk dikerjakan, baik dari Al-Quran al-Kariem maupun sunah yang mutawatir atau dari ijma’. Atau dengan kata lain dengan dalil yang bersifat qaht’i. Silahkan rujuk kepada kitab Ushul Asy-Syarkhasi jilid 1 hal 110 -113 dan juga kitab Al-Mahshul jilid 1 hal. 119.

Sedangkan wajib adalah sesuatu yang harus dikerjakan dengan dasar dalil yang bersifat zhanni. Sehingga bisa saja tidak dengan ayast quran atau hadits mutawatir atau ijma, tetapi dengan hadits ahad atau kesepakatan sebagian ulama (jumhur).

Lebih tegas lagi untuk membedakan antara makna fardhu dan wajib dalam pandangan mereka adalah bahwa orang yang mengingkari sesuatu yang fardhu hukumnya kafir. Sedangkan orang yang mengingkari sesuatu yang wajib, hukumnya tidak kafir melainkan fasik. Sebab sesuatu yang dianggap wajib itu dalilnya tidak atau belum terlalu kuat atau belum qath’i. Sebaliknya, sesuatu yang fardhu itu dasar hukumnya memang sudah mutlaq tidak mungkin mengelak.

Lebih tegas lagi untuk contoh adalah shalat lima waktu itu fardhu hukumnya, sedangkan shalat witir malam hari buat Imam Abu Hanifah hukunya wajib. Nah, orang yang mengingkari kefadrdhuan shalat lima waktu hukumna kafir, sedangkan yang mengingkari kewajiban shalat witir hukumnya fasik.

Namun semua perbedaan ini hanya ada dalam fiqih Imam Abu Hanifah. Sedangkan fiqih jumhurul ulama tidak mengenal perbedaan antara wajib dengan fardhu kecuali pada bab haji sebagaimana telah kami sebutkan di atas.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

[ Kirim Pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
perbedaan fardhu dan wajib, perbedaan wajib dan fardhu, perbedaan fardu dan wajib, pengertian fardhu dan wajib, perbedaan wajib dan fardu, bedanya fardhu dan wajib, perbedaan wajib dengan fardhu, wajib dan fardu, definisi pebedaan wajib dan fardu, perbedaan sholat fardu sama wajib, perbedaan pardhu dan wajib, perbedaan hukum wajib dan fardhu, beda fardu dan wajib hukum haji, perbedaan fardlu dan wajib dalam sholat syafiiyah, beda wajib dengan fardu com, perbedaan fardhu ain dan wajib, perbedaan antara fardu dan ijab, perbedaan antara fardhu dan ijab perpektif madzab hanafi, perbandingan wajib dan fardhu, bedanya fardu dan wajib, bedanya wajib dengan fardu, menurit islam apa bedanya pardu dan wajib, jelaskan perbedaan wajib dan fardu, jelaskan perbedaan antara wajib dan fardu menurut ulama mazhab hanafi, definisi wajib dan fardu menurut para ulama

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: